Berita BorneoTribun: Serangan Drone hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Serangan Drone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serangan Drone. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2026

Rusia Klaim Tembak Jatuh 26 Drone Ukraina Dalam Satu Malam

Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 26 drone Ukraina dalam satu malam, menandai meningkatnya serangan udara dalam konflik yang terus memanas.
Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 26 drone Ukraina dalam satu malam, menandai meningkatnya serangan udara dalam konflik yang terus memanas.

Sistem pertahanan udara Rusia dilaporkan berhasil menggagalkan puluhan serangan drone yang diduga berasal dari Ukraina dalam satu malam. Serangan ini menjadi bagian dari dinamika konflik yang terus memanas, terutama di wilayah perbatasan dan area strategis Rusia yang belakangan semakin sering menjadi target. Informasi ini disampaikan oleh pihak militer Rusia melalui pernyataan resmi mereka, Minggu, (28/3/2026).

Menurut laporan tersebut, sebanyak 26 drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia di beberapa wilayah berbeda. Otoritas setempat menyebutkan bahwa upaya ini dilakukan untuk mencegah kerusakan infrastruktur vital serta menghindari potensi korban jiwa di kalangan warga sipil.

Serangan drone sendiri dalam beberapa waktu terakhir memang semakin sering digunakan dalam konflik modern. Selain lebih fleksibel, drone juga dinilai lebih sulit dideteksi dibandingkan dengan serangan konvensional. Hal ini membuat sistem pertahanan udara menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman tersebut.

Pihak Rusia menegaskan bahwa semua drone yang terdeteksi langsung ditindak cepat begitu memasuki wilayah udara mereka. Sistem pertahanan yang digunakan disebut mampu bekerja secara efektif dalam mengidentifikasi dan menghancurkan target sebelum mencapai sasaran.

Meski demikian, belum ada laporan rinci mengenai dampak langsung dari insiden ini di lapangan. Otoritas Rusia menyatakan situasi tetap terkendali, namun tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi serangan lanjutan.

Di sisi lain, konflik antara Rusia dan Ukraina hingga kini masih terus berlangsung tanpa tanda-tanda mereda. Kedua pihak sama-sama meningkatkan strategi militer, termasuk penggunaan teknologi seperti drone yang semakin canggih.

Pengamat militer menilai bahwa peningkatan serangan drone ini bisa menjadi indikasi perubahan taktik dalam peperangan modern. Selain lebih hemat biaya, penggunaan drone juga dapat meminimalkan risiko bagi personel militer di lapangan.

Dengan situasi yang masih belum stabil, masyarakat internasional terus memantau perkembangan konflik ini. Upaya diplomasi masih dilakukan, namun hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan untuk meredakan ketegangan.

Minggu, 08 Maret 2026

Rusia Klaim Hancurkan Lokasi Peluncuran Drone Jarak Jauh Ukraina

Rusia mengklaim menghancurkan lokasi peluncuran drone jarak jauh Ukraina dalam serangan militer terbaru di beberapa wilayah garis depan konflik.
Rusia mengklaim menghancurkan lokasi peluncuran drone jarak jauh Ukraina dalam serangan militer terbaru di beberapa wilayah garis depan konflik.

MOSKOW – Militer Rusia melancarkan serangan terhadap lokasi peluncuran drone jarak jauh milik Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan area persiapan dan peluncuran drone yang digunakan untuk operasi jarak jauh.

Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebut serangan dilakukan oleh pesawat taktis, kendaraan udara tanpa awak, pasukan rudal, serta artileri. Operasi tersebut diarahkan ke wilayah yang diduga menjadi titik persiapan serangan drone Ukraina.

Serangan juga dilaporkan menyasar berbagai unit militer Ukraina di sejumlah wilayah garis depan.

Serangan Menargetkan Lokasi Persiapan Drone

Rusia mengklaim menghancurkan lokasi peluncuran drone jarak jauh Ukraina dalam serangan militer terbaru di beberapa wilayah garis depan konflik.
Rusia mengklaim menghancurkan lokasi peluncuran drone jarak jauh Ukraina dalam serangan militer terbaru di beberapa wilayah garis depan konflik.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam area tempat drone serang jarak jauh Ukraina disiapkan sebelum diluncurkan.

Operasi militer itu melibatkan kombinasi pesawat tempur taktis, drone pengintai, sistem rudal, dan artileri. Rusia mengklaim serangan berhasil mengganggu aktivitas peluncuran drone yang dianggap mengancam wilayah dan pasukan Rusia.

Menurut laporan tersebut, operasi militer ini menjadi bagian dari upaya Rusia untuk menekan kemampuan serangan jarak jauh Ukraina.

Operasi Militer Di Beberapa Wilayah

Serangan Rusia juga diarahkan ke berbagai unit militer Ukraina di beberapa lokasi garis depan.

Beberapa wilayah yang disebutkan berada di sekitar permukiman Annovka, Belitskoye, Grishino, Zolotoy Kolodez, Krasnoyarskoye, Kucherov Yar, dan Matyashevo di wilayah Donetsk. Selain itu, operasi juga dilaporkan terjadi di Gavrilovka dan Novopavlovka di wilayah Dnepropetrovsk.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa target serangan meliputi personel dan peralatan militer dari sejumlah brigade mekanis, brigade airmobile, resimen serbu, brigade marinir, brigade pertahanan teritorial, serta unit Garda Nasional Ukraina.

Klaim Kerugian Militer Ukraina

Rusia juga melaporkan perkembangan di berbagai sektor operasi militernya. Kelompok tempur Tsentr diklaim berhasil memperbaiki posisi garis depan dalam sehari terakhir.

Dalam operasi tersebut, Rusia menyatakan lebih dari 345 prajurit Ukraina tewas serta sejumlah peralatan militer dihancurkan, termasuk satu tank, satu kendaraan tempur infanteri, dan tiga pengangkut personel lapis baja.

Di sektor lain, kelompok tempur Yug dilaporkan meningkatkan posisi mereka di garis depan. Rusia menyebut Ukraina kehilangan lebih dari 150 prajurit serta satu pengangkut personel lapis baja M113 buatan Amerika Serikat dan tiga kendaraan tempur lapis baja.

Sementara itu, kelompok tempur Sever dilaporkan menyebabkan hingga 235 korban di pihak Ukraina. Di sektor operasi kelompok tempur Vostok, Rusia mengklaim hingga 265 prajurit Ukraina juga kehilangan nyawa.

Kelompok tempur West disebut berhasil memperbaiki posisi taktis mereka dan menimbulkan kerugian hingga 180 prajurit Ukraina serta menghancurkan satu tank. Di wilayah operasi kelompok tempur Dnepr, Rusia menyatakan hingga 80 prajurit Ukraina dan 18 kendaraan militer berhasil dilumpuhkan.

Dampak Operasi Di Garis Depan

Serangan terhadap lokasi peluncuran drone menjadi bagian dari dinamika konflik yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Kedua pihak secara rutin melaporkan operasi militer dan klaim kerugian dari masing-masing sisi.

Situasi di berbagai wilayah garis depan tetap tegang, dengan operasi militer yang terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda mereda dalam waktu dekat.

Jumat, 06 Maret 2026

Drone Hantam Pangkalan AS Di Erbil, Serangan Udara Dilaporkan Terjadi Di Iran

Dua drone menyerang pangkalan militer AS di dekat Bandara Erbil Irak. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di beberapa kota Iran dan menewaskan petugas penyelamat.
Dua drone menyerang pangkalan militer AS di dekat Bandara Erbil Irak. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di beberapa kota Iran dan menewaskan petugas penyelamat.

Serangan militer dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Timur Tengah pada Jumat (6/3), termasuk di Irak dan Iran. Dua drone disebut menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di dekat Bandara Erbil, sementara laporan lain menyebut korban jiwa akibat serangan udara di beberapa kota di Iran.

Informasi mengenai serangan tersebut dilaporkan oleh Reuters yang mengutip sumber-sumber keamanan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari militer Amerika Serikat mengenai dampak serangan drone tersebut.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan adanya korban tewas dan luka-luka akibat serangan udara yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel di sejumlah wilayah negara itu.

Dua Drone Menyerang Pangkalan AS Di Erbil

Dua drone menyerang pangkalan militer AS di dekat Bandara Erbil Irak. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di beberapa kota Iran dan menewaskan petugas penyelamat.
Dua drone menyerang pangkalan militer AS di dekat Bandara Erbil Irak. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di beberapa kota Iran dan menewaskan petugas penyelamat.

Menurut laporan Reuters, dua drone menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di dekat Bandara Internasional Erbil di wilayah Kurdistan, Irak.

Sumber keamanan menyebutkan serangan tersebut terjadi pada Jumat waktu setempat. Namun, belum ada informasi rinci mengenai kerusakan fasilitas atau kemungkinan korban akibat insiden tersebut.

Pangkalan militer di sekitar bandara Erbil diketahui menjadi salah satu lokasi yang digunakan oleh pasukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat dalam operasi di Irak.

Korban Tewas Dalam Serangan Di Shiraz

Sementara itu, televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan dua petugas penyelamat tewas akibat serangan yang disebut sebagai operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel di kota Shiraz, Iran selatan.

Korban dilaporkan merupakan petugas yang terlibat dalam upaya penyelamatan ketika serangan terjadi. Informasi tersebut belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak internasional.

Serangan Juga Dilaporkan Di Beberapa Kota Iran

Kantor berita Fars melaporkan serangan udara juga menghantam gedung Palang Merah Iran di kota Mahabad, wilayah barat laut negara itu.

Seorang pekerja penyelamat dilaporkan mengalami luka akibat serangan rudal tersebut.

Selain itu, kantor berita Tasnim melaporkan sejumlah warga sipil terluka dalam serangan di provinsi Isfahan di Iran tengah. Serangan disebut terjadi di beberapa wilayah, termasuk Borkhar, Najafabad, dan Lenjan.

Bangunan tempat tinggal di distrik Zarrinshahr juga dilaporkan terkena dampak serangan tersebut.

Situasi Keamanan Regional Memanas

Serangkaian laporan serangan di Irak dan Iran menunjukkan meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait laporan serangan tersebut. Informasi yang beredar masih berasal dari laporan media dan sumber keamanan setempat.

Perkembangan situasi di wilayah tersebut masih terus dipantau oleh berbagai pihak internasional karena berpotensi memperluas eskalasi konflik di kawasan.

Iran Klaim Hancurkan Radar THAAD AS Di UEA Dan Yordania Serta FPS-132 Di Qatar

Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC.
Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah sistem radar pertahanan rudal milik Amerika Serikat yang berada di beberapa negara sekutunya di kawasan Teluk.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat menyatakan bahwa unit rudal dan drone mereka telah menargetkan radar sistem pertahanan rudal THAAD buatan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab dan Yordania, serta radar FPS-132 yang ditempatkan di Qatar.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran media pemerintah Iran yang mengutip pernyataan resmi IRGC mengenai operasi militer tersebut.

Klaim Serangan Rudal dan Drone IRGC

Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC.
Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut bahwa serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal dan drone tempur yang diarahkan ke fasilitas radar strategis milik Amerika Serikat.

“Radar THAAD AS yang terletak di UEA dan Yordania, serta FPS-132 AS yang terletak di Qatar, telah dihancurkan oleh unit rudal dan drone IRGC,” demikian isi pernyataan yang dikutip oleh stasiun penyiaran negara Iran, IRIB.

Radar-radar tersebut diketahui menjadi bagian penting dari jaringan sistem pertahanan udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Peran Sistem Radar THAAD dan FPS-132

Sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) merupakan salah satu sistem pertahanan rudal canggih milik Amerika Serikat yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek hingga menengah.

Radar THAAD memiliki kemampuan pelacakan target jarak jauh dan menjadi komponen kunci dalam sistem pertahanan berlapis yang digunakan oleh sekutu Amerika di kawasan Teluk.

Sementara itu, radar FPS-132 merupakan radar peringatan dini yang dirancang untuk mendeteksi peluncuran rudal balistik dari jarak sangat jauh. Sistem ini digunakan untuk memberikan peringatan dini terhadap ancaman serangan rudal.

Ketegangan Regional Kian Meningkat

Klaim Iran mengenai penghancuran fasilitas radar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah negara di kawasan Teluk diketahui menjadi lokasi penempatan sistem pertahanan udara Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya melindungi sekutu regional dari ancaman serangan rudal.

Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Yordania, maupun Qatar terkait klaim yang disampaikan oleh IRGC tersebut.

Jika klaim tersebut terbukti benar, penghancuran sistem radar strategis itu berpotensi memengaruhi keseimbangan pertahanan udara di kawasan Timur Tengah. Situasi ini juga diperkirakan dapat meningkatkan eskalasi ketegangan antara Iran dan sekutu Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Israel Hantam Gedung Perumahan Di Sidon Lebanon Dengan Drone, Dilaporkan Ada Korban Jiwa

Serangan drone Israel menghantam gedung perumahan di Sidon, Lebanon selatan. Ledakan merusak apartemen dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.
Serangan drone Israel menghantam gedung perumahan di Sidon, Lebanon selatan. Ledakan merusak apartemen dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Serangan drone menghantam sebuah gedung perumahan di Kota Sidon, Lebanon selatan, pada Jumat. Serangan tersebut dilaporkan dilakukan oleh tentara Israel dan menyebabkan korban jiwa, menurut laporan koresponden Sputnik di lokasi kejadian.

Drone atau pesawat nirawak (UAV) dilaporkan menabrak salah satu apartemen di sebuah gedung bertingkat yang berada di kawasan permukiman warga. Dampak ledakan membuat beberapa jendela di lantai atas bangunan tersebut hancur total.

Sejumlah warga sekitar juga dilaporkan panik setelah mendengar suara ledakan keras yang berasal dari gedung tersebut.

Drone Menghantam Apartemen di Gedung Bertingkat

Serangan drone Israel menghantam gedung perumahan di Sidon, Lebanon selatan. Ledakan merusak apartemen dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.
Serangan drone Israel menghantam gedung perumahan di Sidon, Lebanon selatan. Ledakan merusak apartemen dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Serangan terjadi ketika sebuah UAV menghantam langsung salah satu unit apartemen di gedung perumahan tersebut. Kerusakan terlihat jelas pada bagian atas bangunan, terutama pada jendela dan dinding luar apartemen yang terkena dampak.

Belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban yang tewas atau terluka dalam insiden tersebut. Namun laporan awal menyebutkan adanya korban jiwa akibat serangan itu.

Peristiwa ini menambah daftar insiden keamanan di wilayah Lebanon selatan yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan ketegangan.

Tim Penyelamat Dikerahkan ke Lokasi

Tak lama setelah serangan terjadi, ambulans dan tim pertahanan sipil segera tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan evakuasi dan upaya penyelamatan terhadap kemungkinan korban yang berada di dalam gedung.

Tim penyelamat juga melakukan pemeriksaan pada beberapa lantai bangunan untuk memastikan tidak ada warga yang masih terjebak di dalam apartemen yang terdampak.

Aktivitas penyelamatan berlangsung di tengah kerumunan warga yang berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi.

Ketegangan di Wilayah Lebanon Selatan

Kota Sidon merupakan salah satu kota penting di wilayah selatan Lebanon yang kerap menjadi sorotan dalam dinamika keamanan kawasan. Serangan terhadap area permukiman menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan warga setempat.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait target spesifik dari serangan tersebut maupun rincian korban yang terdampak.

Perkembangan situasi di lokasi masih terus dipantau oleh otoritas setempat, sementara tim penyelamat melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban dari gedung yang terkena serangan drone.

Iran Mengaku Luncurkan Serangan Drone Ke Pangkalan Militer AS Di Kuwait

Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.
Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.

Militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada Jumat. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas dan diklaim akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.

Pernyataan itu disampaikan militer Iran melalui media resmi mereka. Informasi tersebut kemudian dikutip oleh kantor berita Fars yang melaporkan bahwa sejumlah pangkalan AS di wilayah Kuwait menjadi target serangan drone dalam beberapa waktu terakhir.

Iran menyebut serangan tersebut sebagai operasi besar yang melibatkan berbagai jenis pesawat nirawak milik pasukan darat mereka.

Iran Klaim Serangan Drone ke Pangkalan AS

Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.
Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.

Dalam pernyataannya, militer Iran mengatakan serangan dilakukan secara intensif menggunakan sejumlah drone yang diluncurkan ke arah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait.

“Dalam beberapa jam terakhir, pangkalan-pangkalan AS di Kuwait telah menjadi sasaran serangan besar-besaran menggunakan berbagai jenis pesawat nirawak pasukan darat,” demikian bunyi pernyataan militer Iran.

Militer Iran juga menyebut operasi tersebut masih berlangsung dan kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa jam mendatang.

Ketegangan Regional Kembali Meningkat

Klaim serangan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara di wilayah tersebut tengah berada dalam kondisi siaga menyusul berbagai operasi militer yang melibatkan beberapa kekuatan besar.

Pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait diketahui menjadi salah satu titik strategis bagi operasi militer Washington di kawasan Teluk.

Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas Kuwait terkait klaim serangan drone yang disampaikan oleh militer Iran.

Dampak Potensial Terhadap Stabilitas Kawasan

Jika klaim tersebut terkonfirmasi, serangan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait berpotensi memperluas ketegangan regional dan meningkatkan risiko konflik yang lebih besar di Timur Tengah.

Para pengamat menilai setiap eskalasi yang melibatkan fasilitas militer Amerika di kawasan Teluk dapat memicu respons militer yang lebih luas.

Situasi ini pun terus dipantau oleh berbagai pihak internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan geopolitik di kawasan tersebut.