Berita BorneoTribun: Serangan Roket hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Serangan Roket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serangan Roket. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2026

Hezbollah Klaim Serang Peralatan IDF Di Lebanon Selatan Dengan Roket

Hezbollah mengklaim menyerang peralatan militer IDF di Lebanon selatan dengan salvo roket yang menargetkan Markaba, Wadi al-Asafir, hingga al-Malkiyya.
Hezbollah mengklaim menyerang peralatan militer IDF di Lebanon selatan dengan salvo roket yang menargetkan Markaba, Wadi al-Asafir, hingga al-Malkiyya.

Kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, mengklaim telah melancarkan serangan terhadap konsentrasi peralatan militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di wilayah Lebanon selatan pada Jumat. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Lebanon, NNA.

Menurut laporan tersebut, Hezbollah menyebut serangan dilakukan dengan menargetkan sejumlah posisi militer Israel yang berada di dekat wilayah perbatasan. Serangan ini disebut sebagai bagian dari rangkaian aksi militer yang terjadi di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Kelompok itu mengklaim telah meluncurkan salvo roket ketiga yang menghantam posisi baru IDF di desa Markaba. Wilayah tersebut merupakan salah satu titik yang berada dekat dengan garis perbatasan antara Lebanon dan Israel.

Selain Markaba, Hezbollah juga menyatakan bahwa serangan lain diarahkan ke wilayah Wadi al-Asafir menuju distrik selatan al-Khiyam. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa zona al-Malkiyya turut menjadi sasaran serangan.

Serangan Menargetkan Posisi Militer Israel

Hezbollah mengklaim menyerang peralatan militer IDF di Lebanon selatan dengan salvo roket yang menargetkan Markaba, Wadi al-Asafir, hingga al-Malkiyya.
Hezbollah mengklaim menyerang peralatan militer IDF di Lebanon selatan dengan salvo roket yang menargetkan Markaba, Wadi al-Asafir, hingga al-Malkiyya.

Dalam pernyataannya, Hezbollah menyebut operasi tersebut menargetkan konsentrasi peralatan militer Israel yang ditempatkan di beberapa lokasi strategis di sepanjang perbatasan.

Serangan roket dilaporkan diarahkan ke posisi yang baru ditempati oleh pasukan Israel di desa Markaba. Kawasan ini menjadi salah satu titik yang kerap mengalami ketegangan militer antara kedua pihak.

Selain itu, area Wadi al-Asafir yang mengarah ke distrik selatan al-Khiyam juga disebut sebagai target serangan lanjutan. Zona al-Malkiyya yang berada di wilayah perbatasan Israel juga dilaporkan ikut menjadi sasaran.

Seruan Evakuasi Warga Perbatasan Israel

Sebelumnya pada hari yang sama, Hezbollah mengeluarkan seruan kepada warga Israel yang tinggal di pemukiman perbatasan untuk meninggalkan rumah mereka.

Kelompok tersebut meminta warga yang berada dalam radius sekitar lima kilometer dari perbatasan Lebanon untuk segera mengosongkan area tersebut. Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas militer di wilayah perbatasan.

Langkah tersebut menandai meningkatnya ketegangan di kawasan Lebanon selatan dan wilayah perbatasan Israel, yang dalam beberapa waktu terakhir sering menjadi lokasi pertukaran serangan antara kedua pihak.

Ketegangan Berlanjut di Perbatasan Lebanon–Israel

Wilayah perbatasan antara Lebanon dan Israel memang kerap menjadi titik konflik yang melibatkan berbagai kelompok bersenjata serta militer Israel.

Serangan terbaru yang diklaim Hezbollah menunjukkan bahwa situasi keamanan di kawasan tersebut masih belum stabil. Perkembangan ini juga menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Sedikitnya 20 Tewas Dalam Serangan AS Dan Israel Di Pinggiran Kota Shiraz Iran

Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran.
Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran.

BorneoTribun, Dunia - Serangan roket yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel menghantam wilayah pinggiran Kota Shiraz di Iran selatan pada Jumat. Laporan kantor berita Fars menyebut sedikitnya 20 orang tewas dan 30 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Target serangan dilaporkan mengenai area sipil di Zibashahr, sebuah wilayah pinggiran yang berada di sekitar pusat administrasi Provinsi Fars. Sejumlah fasilitas publik dilaporkan rusak, termasuk taman bermain anak-anak serta bangunan yang digunakan sebagai tempat ambulans.

Serangan tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan eskalasi militer.

Serangan Hantam Area Sipil di Zibashahr

Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran.
Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran.

Menurut laporan media Iran, roket menghantam kawasan Zibashahr yang berada di pinggiran Shiraz. Area yang terkena dampak mencakup taman bermain anak-anak yang berada di dekat permukiman warga.

Selain itu, sebuah gedung ambulans juga dilaporkan terkena serangan. Fasilitas tersebut sebelumnya digunakan untuk pelayanan medis darurat bagi masyarakat sekitar.

Serangan terhadap fasilitas sipil tersebut menyebabkan korban jiwa di kalangan warga setempat.

Petugas Medis Termasuk Korban Tewas

Di antara korban tewas dilaporkan terdapat dua petugas ambulans yang sedang bertugas. Mereka berada di sekitar fasilitas medis ketika serangan terjadi.

Sementara itu, puluhan korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi beberapa korban dilaporkan cukup serius.

Tim penyelamat dan tenaga medis dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta menangani warga yang terdampak.

Laporan Media Iran Soal Serangan Gabungan

Kantor berita Fars menyebut serangan tersebut sebagai operasi gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari kedua negara terkait laporan tersebut.

Informasi yang beredar masih bersumber dari laporan media Iran dan otoritas lokal setempat.

Situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan masih dipantau oleh aparat setempat.

Dampak Serangan Terhadap Situasi Kawasan

Insiden ini diperkirakan dapat memperburuk ketegangan yang sudah tinggi di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan beberapa negara dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas.

Pemerintah setempat dan tim darurat saat ini masih melakukan pendataan korban serta menilai kerusakan yang terjadi akibat serangan tersebut.

Perkembangan situasi di wilayah Shiraz dan sekitarnya masih terus dipantau seiring munculnya laporan lanjutan dari otoritas lokal.

Sabtu, 28 Februari 2026

Tujuh Roket Hantam Teheran Dekat Kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Presiden Iran

Tujuh roket menghantam Teheran dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Presiden Iran. Presiden Masoud Pezeshkian dilaporkan selamat. Israel tetapkan status darurat nasional.
Tujuh roket menghantam Teheran dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Presiden Iran. Presiden Masoud Pezeshkian dilaporkan selamat. Israel tetapkan status darurat nasional.

JAKARTA -- Teheran diguncang serangan pada Sabtu, 28 Februari, setelah sekitar tujuh roket menghantam kawasan pusat ibu kota Iran, termasuk area yang berdekatan dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Kepresidenan. Laporan sejumlah kantor berita Iran menyebutkan Presiden Masoud Pezeshkian tidak mengalami luka dalam insiden tersebut.

Serangan terjadi di beberapa titik strategis di Teheran. Media lokal melaporkan ledakan terdengar keras di pusat kota, sementara sejumlah apartemen warga dilaporkan mengalami kerusakan parah. Situasi ini meningkatkan ketegangan keamanan di ibu kota dan memicu kepanikan di kalangan masyarakat.

Serangan Roket Guncang Pusat Teheran

Berdasarkan laporan kantor berita Fars dan Mehr, sedikitnya tujuh roket menghantam area yang tidak jauh dari kediaman Pemimpin Tertinggi Iran. Walau belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban, sejumlah bangunan tempat tinggal warga di distrik pusat dilaporkan hancur akibat dampak ledakan.

Saluran televisi SNN menyebut beberapa apartemen rusak berat. Dua ledakan tambahan juga dilaporkan mengguncang Teheran pada hari yang sama. Aparat keamanan langsung meningkatkan pengamanan di sejumlah titik vital pemerintahan.

Ledakan Juga Terjadi di Chabahar

Tidak hanya di ibu kota, ledakan juga dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Chabahar, Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran bagian tenggara. Kota ini memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dan pertahanan Iran, sehingga insiden tersebut menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik.

Israel Tetapkan Status Darurat

Pada Sabtu pagi waktu setempat, pemerintah Israel mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat nasional. Langkah tersebut diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Israel sebagai respons atas eskalasi keamanan yang berkembang cepat.

Ketegangan antara Iran dan Israel memang telah berlangsung lama. Serangan terbaru ini menandai babak baru yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.

Dampak dan Kekhawatiran Global

Serangan roket di dekat pusat pemerintahan Iran bukan hanya isu domestik, tetapi juga menjadi perhatian internasional. Pengamat menilai, eskalasi konflik Iran dan Israel dapat berdampak pada stabilitas politik, keamanan regional, hingga harga minyak dunia.

Masyarakat internasional kini menunggu langkah diplomasi maupun respons lanjutan dari kedua negara. Situasi ini terus berkembang dan memerlukan pemantauan ketat.

FAQ Seputar Serangan Roket di Teheran

1. Kapan serangan roket terjadi?
Serangan terjadi pada Sabtu, 28 Februari, di beberapa titik di Teheran.

2. Apakah Ayatollah Ali Khamenei atau Presiden Iran terluka?
Laporan media Iran menyebutkan Presiden Masoud Pezeshkian tidak mengalami luka. Tidak ada laporan resmi terkait kondisi Ayatollah Ali Khamenei.

3. Di mana saja lokasi ledakan?
Ledakan terjadi di pusat Teheran, dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran dan Istana Presiden, serta di kota pelabuhan Chabahar.

4. Siapa yang mengumumkan serangan terhadap Iran?
Pemerintah Israel mengumumkan telah melancarkan serangan dan menetapkan status darurat nasional.

5. Apa dampak yang mungkin terjadi?
Eskalasi konflik Iran dan Israel berpotensi memicu ketegangan regional dan berdampak pada stabilitas ekonomi global.