Berita BorneoTribun: Sidang Isbat hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Sidang Isbat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sidang Isbat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2026

Sambut Mudik Lebaran 1447 H, Kemenag Kalbar Dorong Program Masjid Ramah Pemudik

Kemenag Kalbar mengajak masjid di jalur mudik membuka layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik Idul Fitri 1447 H guna memberi tempat istirahat aman bagi masyarakat. (Gambar ilustrasi AI)
Kemenag Kalbar mengajak masjid di jalur mudik membuka layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik Idul Fitri 1447 H guna memberi tempat istirahat aman bagi masyarakat. (Gambar ilustrasi AI)

Kemenag Kalbar Ajak Masjid Di Jalur Mudik Hadirkan Layanan Ramah Pemudik

PONTIANAK — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat mengajak pengurus masjid di sepanjang jalur mudik untuk menghadirkan layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program ini diharapkan dapat membantu para pemudik yang menempuh perjalanan jauh agar memiliki tempat istirahat yang aman dan nyaman.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Kalbar, H. Mi’rad, mengatakan masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial bagi masyarakat.

Kemenag Kalbar mengajak masjid di jalur mudik membuka layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik Idul Fitri 1447 H guna memberi tempat istirahat aman bagi masyarakat. (Gambar ilustrasi AI)
Kemenag Kalbar mengajak masjid di jalur mudik membuka layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik Idul Fitri 1447 H guna memberi tempat istirahat aman bagi masyarakat. (Gambar ilustrasi AI)

“Masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial bagi masyarakat, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh,” kata Mi’rad di Pontianak, Selasa.

Melalui program Masjid Ramah Pemudik, pengurus masjid di jalur mudik diimbau membuka akses masjid selama 24 jam. Langkah ini dilakukan agar para pemudik dapat beristirahat sejenak, menunaikan ibadah, maupun memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Menurutnya, kehadiran layanan tersebut dapat menjadi bentuk kepedulian sosial masjid kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.

Selain itu, Kementerian Agama Kalimantan Barat juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi untuk memastikan pelaksanaan ibadah selama Ramadhan hingga Idul Fitri berjalan aman dan kondusif.

Dalam forum koordinasi tersebut, Mi’rad menyebut salah satu perhatian penting menjelang Idul Fitri adalah penetapan besaran zakat fitrah bagi umat Islam di daerah.

Ia menjelaskan, Kemenag bersama para ulama dan lembaga terkait telah berkoordinasi untuk menetapkan besaran zakat fitrah yang disesuaikan dengan harga beras di pasaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah melalui amil zakat yang resmi dan terpercaya, baik melalui masjid maupun lembaga pengelola zakat, sehingga distribusinya dapat tepat sasaran kepada para mustahik,” ujarnya.

Kemenag Kalbar mengajak masjid di jalur mudik membuka layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik Idul Fitri 1447 H guna memberi tempat istirahat aman bagi masyarakat. (Gambar ilustrasi AI)
Kemenag Kalbar mengajak masjid di jalur mudik membuka layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik Idul Fitri 1447 H guna memberi tempat istirahat aman bagi masyarakat. (Gambar ilustrasi AI)

Mi’rad juga menyinggung potensi adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menjelaskan bahwa organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan awal Syawal melalui sidang isbat yang dilakukan berdasarkan hasil rukyat dan perhitungan hisab.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan apabila terjadi perbedaan dalam penentuan hari raya.

“Masyarakat diharapkan tetap saling menghormati apabila terdapat perbedaan penetapan hari raya serta menjaga kerukunan antarumat,” kata Mi’rad.

Program Masjid Ramah Pemudik ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kalimantan Barat selama momentum mudik Lebaran tahun ini.

Rabu, 12 Mei 2021

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442H Jatuh Pada Kamis, 13 Mei 2021

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442H Jatuh Pada Kamis, 13 Mei 2021
Menag Yaqut Cholil Qoumas, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Wakil Ketua Komisi VIII TB Ace H Syadzili umumkan hasil isbat awal Syawal, di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (11/5/2021). (Foto: Humas Kemenag)

BorneoTribun Jakarta -- Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1442 H/2021 M jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Selasa (11/5/2021).

“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1442 H.

Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. “Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, yaitu berkisar dari minus 5,6 sampai dengan minus 4,4 derajat,” ujarnya.

Dengan posisi demikian, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag. Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 88 titik di Indonesia.

“Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, mulai dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 88 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,” ujar Menag.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021.

“Jadi, Rabu besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Kamis akan takbiran menyambut Idulfitri,” jelas Menag.

Menutup keterangan persnya, Yaqut pun kembali mengingatkan seluruh umat Islam untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam merayakan Lebaran yang masih berlangsung di masa pandemi ini. “Karena masih pandemi, saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H ini digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain Menag, hadir secara fisik dalam sidang ini Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Ketua Komisi VIII TB Ace Hadan Syadzili, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Abdullah Jaidi, serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin. Tampak hadir pula beberapa perwakilan Duta Besar negara sahabat.

Sementara para pimpinan ormas, pakar astronomi, Badan Peradilan Agama, serta para pejabat Eselon I dan II Kemenag lainnya mengikuti jalannya sidang isbat melalui media konferensi video.

Sebelumnya, pakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag Cecep Nurwendaya menegaskan bahwa tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1442 H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari Selasa, 11 Mei 2021.

Hal ini disampaikannya saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1442 H/2021 M pada Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H, di Jakarta.

“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,6 sampai dengan minus 4,4 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep. 

(HUMAS KEMENAG/UN)

Kamis, 06 Mei 2021

Kementerian Agama: Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H Digelar 11 Mei 2021

sumber: kemenag.go.id

BorneoTribun Jakarta -- Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1442 Hijriah pada Selasa (11/05/2021) atau bertepatan dengan tanggal 29 Ramadan 1442 H yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Di masa pandemi ini, sidang isbat akan dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan sehingga tidak semua perwakilan hadir secara fisik di kantor Kemenag.

“Isbat awal Syawal digelar 11 Mei 2021 atau 29 Ramadan 1442 H secara daring dan luring. Sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi, hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, serta sejumlah Dubes negara sahabat dan perwakilan ormas,” terang Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, di Jakarta, Rabu (05/05/2021).

Kamaruddin mengungkapkan, panitia akan menyiapkan aplikasi pertemuan dalam jaringan (zoom meeting) untuk peserta sidang. Disediakan juga untuk media karena peliputan akan dilakukan secara terbatas.

“Kemenag bekerjasama dengan TVRI untuk menjadi TV Pool. Media yang ingin menyiarkan sidang isbat awal Syawal bisa berkoordinasi dengan TVRI. Kami juga memanfaatkan medsos Kemenag untuk melakukan live streaming,” ujarnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Agus Salim menambahkan, tahapan sidang isbat ini dilakukan seperti awal Ramadan lalu. Sesi pertama akan dimulai sekitar pukul 16.45 WIB, berupa pemaparan posisi hilal Awal Syawal 1442 H oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag Cecep Nurwendaya. Setelah Magrib diselenggarakan sidang dipimpin oleh Menteri Agama yang diawali dengan mendengarkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal.

Kemenag menjadwalkan akan melakukan rukyatul hilal pada 88 titik di seluruh Indonesia. Untuk di DKI Jakarta misalnya, rukyatul hilal akan dilaksanakan di Gedung Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta lantai 7, Masjid Al-Musyariin Basmol Jakarta Barat, Pulau Karya Kepulauan Seribu, dan Masjid KH Hasyim Asy’ari Jakarta Barat.

“Hasil sidang isbat akan diumumkan Menteri Agama secara telekonferensi serta disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan live streaming medsos Kemenag,” tutup Agus Salim. 

(HUMAS KEMENAG/UN)