Berita BorneoTribun: Siswa Sekolah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Siswa Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siswa Sekolah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2026

Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dilaksanakan Di Perbatasan Bengkayang

Program Makan Bergizi Gratis mulai dilaksanakan di perbatasan Bengkayang, Kalimantan Barat untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Program Makan Bergizi Gratis mulai dilaksanakan di perbatasan Bengkayang, Kalimantan Barat untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

BENGKAYANG -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pemerintah daerah menargetkan program ini untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia (Sarawak), salah satunya di Kecamatan Ledo.

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, mengatakan program MBG menjadi langkah nyata pemerintah untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses gizi yang baik. Upaya ini juga dinilai penting untuk mendukung kesehatan serta kualitas pendidikan generasi muda di daerah perbatasan.

Menurutnya, anak-anak yang tinggal di wilayah perbatasan memiliki potensi besar untuk berkembang, namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah, terutama dalam hal pemenuhan gizi.

Program MBG Dukung Kesehatan Dan Pendidikan Anak

Syamsul Rizal menjelaskan program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi muda. Ia menegaskan bahwa anak-anak harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang baik di masa depan.

Pemenuhan gizi yang baik, kata dia, sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa di sekolah. Selain itu, asupan nutrisi yang cukup juga mendukung perkembangan fisik serta mental anak.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mendorong berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

Dilaksanakan Melalui SPPG Kecamatan Ledo

Program MBG di wilayah perbatasan Bengkayang mulai dijalankan sejak akhir Februari lalu. Pelaksanaannya dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Ledo.

Melalui program ini, para siswa mendapatkan makanan bergizi secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Selain itu, keterlibatan pihak sekolah serta masyarakat juga dinilai penting agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh para siswa.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menilai program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik di wilayah perbatasan. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Rabu, 04 Februari 2026

🔥 Geger di SMPN 3 Sungai Raya! Aksi Bom Molotov Menggemparkan Sekolah, Polisi Amankan Terduga Pelaku

🔥 Geger di SMPN 3 Sungai Raya! Aksi Bom Molotov Menggemparkan Sekolah, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Geger di SMPN 3 Sungai Raya! Aksi Bom Molotov Menggemparkan Sekolah, Polisi Amankan Terduga Pelaku.

KUBU RAYA -- Suasana tenang di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mendadak berubah mencekam. Pada Selasa menjelang siang sekitar pukul 10.40 WIB, sebuah aksi pelemparan bom molotov terjadi dan langsung mengundang perhatian aparat kepolisian.

Kepolisian Resor Kubu Raya kini masih mendalami motif di balik kejadian tersebut. Sejumlah tim khusus pun langsung diterjunkan ke lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman.

Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Laboratorium Forensik Polda Kalbar dan Tim Inafis Polres Kubu Raya.

“Benar, kejadian terjadi sekitar pukul 10.40 WIB di SMPN 3 Sungai Raya. Saat ini proses olah TKP masih berjalan,” ujar Kompol Andri kepada wartawan.

Tak butuh waktu lama, aparat langsung mengamankan lokasi dan mengamankan terduga pelaku guna mencegah potensi gangguan lanjutan yang bisa membahayakan siswa maupun tenaga pendidik.

Menurut keterangan polisi, terduga pelaku saat ini telah diamankan di Pos Sungai Raya dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Namun, pihak kepolisian masih berhati-hati dalam menyimpulkan motif aksi tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami fokus pada penyelidikan lebih dalam untuk mengetahui latar belakang kejadian ini,” lanjutnya.

Informasi awal yang beredar menyebutkan bahwa terduga pelaku diduga merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Meski begitu, polisi menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat dipastikan secara resmi.

“Untuk sementara memang mengarah ke salah satu siswa. Namun soal motif, termasuk apakah berkaitan dengan terorisme, saat ini belum mengarah ke sana,” tegas Kompol Andri.

Sebelumnya, Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengungkapkan bahwa pelaku datang ke area sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang sempat menimbulkan percikan api serta kepulan asap.

Beruntung, kesigapan pihak sekolah dan warga sekitar berhasil mencegah api membesar. Api dapat segera dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan utama atau ruang kelas.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Situasi berhasil dikendalikan dengan cepat,” jelas Aiptu Ade.

Personel Polsek Sungai Raya langsung melakukan pengamanan, sementara Tim Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya mengumpulkan barang bukti sebagai bagian dari proses penyelidikan lanjutan.

Pihak kepolisian memastikan bahwa kondisi keamanan di sekolah sudah kembali kondusif, dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan pengawasan aparat demi memberikan rasa aman kepada siswa dan orang tua.

Di akhir keterangannya, Wakapolres Kubu Raya mengimbau masyarakat, khususnya orang tua siswa dan tenaga pendidik, agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak panik dan selalu memverifikasi informasi yang beredar. Percayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Perkembangan resmi akan kami sampaikan setelah hasil penyelidikan dan forensik selesai,” pungkasnya.