Berita BorneoTribun: Siswa Smp hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Siswa Smp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siswa Smp. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2026

86 SMP Di Bengkayang Ikuti TKA 2026, Libatkan 4.392 Siswa Secara Bertahap

Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)
Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)

BENGKAYANG - Sebanyak 86 sekolah menengah pertama (SMP/MTs) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026 yang digelar secara bertahap mulai 6 hingga 16 April 2026.

Pelaksanaan TKA tahun ini melibatkan 4.392 siswa kelas akhir dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mendorong digitalisasi pendidikan di daerah.

Mayoritas Sekolah Siap Gunakan Sistem Berbasis Teknologi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan bahwa sebagian besar sekolah sudah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi.

“Sebanyak 86 sekolah jenjang SMP berpartisipasi, dengan mayoritas telah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi. Ini menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan,” ujar Heru di Bengkayang, Selasa.

Ia menjelaskan, dari total sekolah peserta, 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sementara satu sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.

Dari sisi moda pelaksanaan, 75 sekolah telah menggunakan sistem daring (online) penuh, sedangkan 10 sekolah lainnya menggunakan semi-online, menyesuaikan kondisi jaringan dan infrastruktur di wilayah masing-masing.

TKA Digelar Dalam Empat Gelombang

Untuk memastikan kelancaran teknis pelaksanaan ujian, TKA tahun ini dibagi dalam empat gelombang pelaksanaan, yaitu:

  • Gelombang 1: 6–7 April 2026

  • Gelombang 2: 8–9 April 2026

  • Gelombang 3: 13–14 April 2026

  • Gelombang 4: 15–16 April 2026

Pembagian jadwal ini bertujuan menjaga stabilitas sistem serta mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul selama pelaksanaan ujian berlangsung.

112 Guru Dilibatkan Dalam Pengawasan Silang

Untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian, pengawasan dilakukan secara silang antar sekolah.

Sebanyak 112 guru pengawas disebar di berbagai lokasi ujian guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan secara objektif dan transparan.

“Pengawasan silang ini penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan objektif, transparan, dan akuntabel,” jelas Heru.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem evaluasi pendidikan yang diterapkan pemerintah daerah.

TKA SD Dijadwalkan Setelah SMP

Setelah pelaksanaan TKA jenjang SMP selesai, kegiatan serupa akan dilanjutkan pada jenjang sekolah dasar.

Pelaksanaan TKA SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, dengan melibatkan 264 sekolah dan 5.004 peserta.

Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA tahun 2026 di Kabupaten Bengkayang melibatkan:

  • 9.396 siswa dari jenjang SD dan SMP

  • 456 pengawas yang bertugas di berbagai lokasi ujian

TKA Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pendidikan

Menurut Heru, pelaksanaan TKA bukan sekadar evaluasi rutin, tetapi memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Hasil TKA akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkayang, sehingga program yang dirancang benar-benar berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama seluruh satuan pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan demi mencetak generasi Bengkayang yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan dukungan teknologi serta pengawasan yang ketat, pelaksanaan TKA diharapkan mampu memberikan gambaran akurat mengenai capaian akademik siswa di daerah tersebut.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa Itu Tes Kompetensi Akademik (TKA)?

Tes Kompetensi Akademik (TKA) adalah ujian yang bertujuan mengukur capaian akademik siswa secara komprehensif sebagai dasar evaluasi mutu pendidikan.

Berapa Jumlah Sekolah SMP Yang Mengikuti TKA 2026 Di Bengkayang?

Sebanyak 86 SMP/MTs di Kabupaten Bengkayang mengikuti pelaksanaan TKA Tahun 2026.

Berapa Jumlah Siswa Yang Mengikuti TKA SMP 2026?

Total 4.392 siswa kelas akhir SMP/MTs mengikuti pelaksanaan TKA tahun ini.

Apakah Semua Sekolah Menggunakan Sistem Online?

Tidak semuanya. Sebanyak 75 sekolah menggunakan sistem online penuh, sementara 10 sekolah menggunakan sistem semi-online.

Kapan TKA Untuk Jenjang SD Dilaksanakan?

TKA untuk jenjang SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.

Sabtu, 31 Januari 2026

Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Siswa SMP Diduga Aniaya Guru hingga Berdarah, Polisi Ungkap Klarifikasi Penting

Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Siswa SMP Diduga Aniaya Guru hingga Berdarah, Polisi Ungkap Klarifikasi Penting
Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Siswa SMP Diduga Aniaya Guru hingga Berdarah, Polisi Ungkap Klarifikasi Penting.

JAKARTA -- Media sosial kembali digemparkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria dengan wajah berlumuran darah. Dalam narasi yang beredar luas, pria tersebut disebut sebagai guru SMP di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh siswanya sendiri.

Video singkat itu sontak menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam aksi kekerasan di lingkungan sekolah dan mempertanyakan keamanan tenaga pendidik. Namun, benarkah informasi yang beredar tersebut sepenuhnya sesuai fakta?

Kronologi Awal Kejadian yang Memicu Keributan

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, peristiwa ini melibatkan seorang pria bernama Arpan Lisman. Dalam rekaman video, Arpan tampak mengalami luka di bagian pelipis mata hingga darah mengalir membasahi wajahnya.

Insiden tersebut bermula saat Arpan mendapati seorang siswa berinisial MY berada di luar area sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Arpan kemudian menegur siswa tersebut dan memintanya kembali ke dalam kelas agar mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti seharusnya.

Namun, situasi mulai memanas ketika di depan kelas terjadi tindakan yang diduga memicu emosi siswa. Tak lama setelah itu, MY mendatangi Arpan yang sedang berada di depan sekolah. Adu mulut pun tidak terhindarkan hingga berujung pada dugaan penganiayaan.

Akibat kejadian tersebut, Arpan mengalami luka serius di bagian wajah. Merasa dirugikan, ia pun melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.

Video Viral, Fakta Lapangan Ternyata Berbeda

Seiring ramainya pemberitaan di media sosial, pihak kepolisian akhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Nugraha Pamungkas, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang diterima oleh jajarannya.

“Benar, kami menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut,” ujar Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).

Namun, Nugraha menegaskan satu hal penting yang perlu diketahui publik. Korban dalam video tersebut bukanlah seorang guru, melainkan petugas keamanan (satpam) di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan.

“Korban bukan guru, melainkan satpam sekolah. Sedangkan terlapor adalah siswa SMP yang masih di bawah umur,” jelasnya.

Kasus Ditangani Sesuai Prosedur, Publik Diminta Bijak

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Senin (26/1) dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh penyidik Polres Luwu Utara. Karena melibatkan anak di bawah umur, proses hukum dilakukan dengan pendekatan dan prosedur khusus sesuai aturan yang berlaku.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu benar.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan informasi dari media sosial dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat,” tegas Nugraha.

Pelajaran Penting dari Kasus Ini

Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi viral belum tentu sepenuhnya benar. Di era digital seperti sekarang, satu video bisa menyebar luas dalam hitungan menit, namun klarifikasi sering kali datang belakangan.

Sebagai pembaca yang cerdas, penting bagi kita untuk:

  • Tidak langsung terpancing emosi

  • Menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang

  • Menyaring informasi sebelum membagikannya

Dengan begitu, kita ikut berperan menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

👉 Tetap ikuti perkembangan berita ini dari sumber terpercaya agar tidak tertinggal fakta terbaru.

@borneotribun.com Fakta Sebenarnya Video Viral Siswa SMP Diduga Aniaya Guru Hingga Berdarah Media sosial kembali digemparkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria dengan wajah berlumuran darah. Dalam narasi yang beredar luas, pria tersebut disebut sebagai guru SMP di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh siswanya sendiri. Video singkat itu sontak menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam aksi kekerasan di lingkungan sekolah dan mempertanyakan keamanan tenaga pendidik. Namun, benarkah informasi yang beredar tersebut sepenuhnya sesuai fakta? Editor: Heri Yakop Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@BorneoTribuncom https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #videoviral #beritaviral #faktasebenarnya #klarifikasipolisi #viralindonesia ♬ suara asli - Borneotribun