Berita BorneoTribun: Smartphone Terbaru hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Smartphone Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Smartphone Terbaru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2025

Huawei Siapkan Smartphone Super Tipis Ungguli iPhone Air dengan Memori 2TB

Tampilan render smartphone Huawei ultra-tipis dengan desain elegan dan bodi lebih tipis dari iPhone Air
Tampilan render smartphone Huawei ultra-tipis dengan desain elegan dan bodi lebih tipis dari iPhone Air.

JAKARTA - Huawei dikabarkan tengah menyiapkan gebrakan besar di pasar smartphone. Perusahaan asal Tiongkok ini sedang menguji perangkat ultra-tipis yang disebut akan menjadi bagian dari seri Mate 80 dan rencananya diluncurkan pada kuartal keempat 2025. Menariknya, ponsel tersebut diklaim lebih tipis dari iPhone Air dan Galaxy S25 Edge, serta memiliki varian memori internal hingga 2 TB yang belum pernah ada sebelumnya di pasar ponsel konsumen.

Menurut laporan dari sejumlah sumber industri di Weibo dan media teknologi Tiongkok, ketebalan bodi smartphone Huawei terbaru ini diperkirakan kurang dari 5,5 milimeter. Dengan ukuran tersebut, perangkat ini akan mengalahkan iPhone Air yang memiliki ketebalan 5,5 mm dan Galaxy S25 Edge dengan bodi 5,8 mm. Meski sangat tipis, Huawei tetap membekalinya dengan chipset Kirin 9030 5G terbaru, dukungan eSIM, serta sistem pendingin efisien agar performa tidak terganggu.

Salah satu keunggulan yang paling menarik perhatian adalah opsi penyimpanan internal hingga 2 TB. Kapasitas ini dianggap sebagai rekor baru dalam industri smartphone konsumen, yang selama ini rata-rata berhenti di angka 1 TB. Jika kabar ini benar, Huawei akan menjadi merek pertama yang menghadirkan penyimpanan sebesar itu langsung dari pabrik tanpa perlu kartu tambahan. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat daya saing di segmen flagship, terutama di tengah penurunan penjualan model ultra-premium dari Apple dan Samsung.

Sementara itu, peluncuran iPhone Air dikabarkan tertunda di pasar Tiongkok karena kendala implementasi teknologi eSIM yang belum sepenuhnya didukung oleh semua operator lokal. Situasi ini bisa dimanfaatkan Huawei untuk menarik perhatian konsumen di dalam negeri dengan menghadirkan alternatif serupa lebih cepat. Para analis memperkirakan, momentum ini dapat membuat Huawei kembali menjadi pemimpin pasar di segmen ponsel tipis dan elegan, apalagi sejak peluncuran seri Pura 70, perusahaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa penjualan.

Di sisi lain, baik Apple maupun Samsung kini menghadapi penurunan penjualan model terbaru mereka. Laporan terbaru menyebutkan bahwa iPhone Air dan Galaxy S25 Edge menunjukkan angka penjualan yang jauh di bawah ekspektasi. Bahkan, Samsung dikabarkan menunda rencana penghentian lini “Plus” karena performa seri Edge yang mengecewakan. Jika tren ini berlanjut, kemunculan Huawei Mate 80 Ultra Thin bisa menjadi titik balik dalam persaingan smartphone premium global.

Selasa, 30 September 2025

Xiaomi 17 Terancam Gagal Bersaing dengan iPhone 17 di Pasar China

Tampilan Xiaomi 17 series yang dirilis di China pada September 2025
Tampilan Xiaomi 17 series yang dirilis di China pada September 2025.

JAKARTA - Xiaomi resmi merilis seri smartphone flagship terbarunya, Xiaomi 17, di Tiongkok pada 25 September 2025. 

Namun, kabar kurang menyenangkan datang dari analis ternama Ming-Chi Kuo yang memprediksi penjualan seri ini bisa lebih rendah dibanding pendahulunya, Xiaomi 15. 

Menurut catatannya, pengapalan Xiaomi 17 kemungkinan hanya akan mencapai sekitar 8 juta unit, atau 20% lebih sedikit dari target awal yang dipatok 10 juta unit. 

Penyebab utama diperkirakan adalah rendahnya minat konsumen terhadap model standar dan meningkatnya dominasi iPhone 17 di pasar.

Kuo menjelaskan, awalnya Xiaomi berharap model standar bisa menyumbang 50–55% penjualan. Namun kenyataannya, kontribusinya hanya 15–20%. 

Kondisi ini sulit ditutupi meski varian Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max mendapat tambahan permintaan. 

“Masalah terbesar adalah penjualan model standar yang jauh di bawah ekspektasi. Hal ini membuat keseluruhan kinerja seri 17 berpotensi lebih buruk dari seri sebelumnya,” ujar Kuo dalam analisanya.

Situasi Xiaomi makin rumit dengan kehadiran iPhone 17, yang di tahun ini hadir dengan layar 120Hz pada model dasarnya.

Fitur itu membuat iPhone lebih menarik di mata konsumen, terutama kalangan muda yang mengutamakan pengalaman visual. Tak heran jika banyak calon pembeli akhirnya beralih ke produk Apple. 

“iPhone 17 berhasil memukul posisi Xiaomi di segmen premium. Dengan pangsa pasar Xiaomi yang hanya sekitar 15% di kategori ini, persaingan semakin ketat,” tambah Kuo.

Jika tren penjualan tak membaik, terutama di masa Golden Week (1–7 Oktober) yang biasanya menjadi puncak belanja masyarakat Tiongkok, Xiaomi kemungkinan besar harus memangkas harga untuk menarik minat pasar. Strategi diskon dianggap sebagai langkah cepat agar stok tak menumpuk. 

Namun, pemangkasan harga berpotensi memangkas margin keuntungan, yang bisa memengaruhi laporan keuangan perusahaan pada kuartal berikutnya.

Meski prediksi ini masih terbatas pada pasar domestik Tiongkok, dampaknya bisa meluas. Jika Xiaomi gagal menjaga momentum di pasar terbesar mereka, posisi global perusahaan di segmen premium juga bisa ikut goyah. 

Bagi konsumen, potensi diskon besar-besaran pada seri Xiaomi 17 mungkin jadi kabar baik, tapi bagi Xiaomi, ini sinyal alarm keras yang harus segera direspons dengan strategi lebih agresif.