Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Smartphone Tipis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Smartphone Tipis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

“Orang Sempat Nggak Percaya” Tecno Camon Slim Bawa Konsep Tipis yang Aneh Tapi Kuat

Tecno Camon Slim resmi diumumkan dengan bodi 6,39 mm, baterai 5.600 mAh, layar 144 Hz, serta fitur premium dan Android 16.
Tecno Camon Slim resmi diumumkan dengan bodi 6,39 mm, baterai 5.600 mAh, layar 144 Hz, serta fitur premium dan Android 16.

JAKARTA - Tecno mengumumkan Tecno Camon Slim sebagai smartphone terbaru mereka pada pengumuman resmi terbaru. Perangkat ini menjadi sorotan karena membawa desain ultra tipis 6,39 mm namun tetap dibekali baterai besar 5.600 mAh.

Meski sangat tipis, Camon Slim tetap membawa baterai 5.600 mAh dengan dukungan pengisian cepat 60 watt. Perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 54 jam waktu bicara atau 576 jam dalam mode siaga.

Dari sisi ketahanan, ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69 serta standar militer MIL-STD-810 untuk perlindungan terhadap air, debu, dan kondisi ekstrem.

Layar yang digunakan berjenis AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K (1224 × 2720 piksel) dan refresh rate 144 Hz. Sistem operasi yang dijalankan adalah Android 16 dengan antarmuka HiOS 16.2. Tecno juga menjanjikan tiga generasi pembaruan Android untuk perangkat ini.

Untuk performa, perangkat ini ditenagai MediaTek Helio G200 Ultimate, dipadukan dengan RAM 8 GB serta penyimpanan hingga 256 GB. Sistem pendingin 12 lapis dengan vapor chamber berbahan stainless steel seluas 3.205 mm² turut disematkan, dengan total area pendinginan mencapai 13.828 mm².

Pada sektor kamera, tersedia sensor utama 50 MP Sony LYT-600 (1/1,56 inci) yang didampingi sensor flicker. Di sekeliling modul kamera terdapat 354 LED mini yang bisa dikustomisasi untuk efek cahaya, notifikasi, hingga indikator pengisian daya. Kamera depan beresolusi 32 MP.

Fitur lain meliputi stereo speaker dengan Dolby Atmos, NFC, Wi-Fi, Bluetooth, GPS, FM radio, USB Type-C, serta IR blaster. Pilihan warna yang disediakan antara lain merah marun, hijau, hitam, biru, dan putih dengan aksen grafis warna-warni.

Pihak Tecno belum mengungkapkan harga maupun jadwal resmi peluncuran ke pasar untuk Camon Slim.

Dengan kombinasi desain sangat tipis, baterai besar, dan fitur kelas atas, Camon Slim diposisikan sebagai salah satu kandidat kuat di segmen smartphone mid-range premium. Namun, minat pasar masih akan bergantung pada harga resmi yang hingga kini belum diumumkan.

Rabu, 08 Oktober 2025

Huawei Siapkan Smartphone Super Tipis Ungguli iPhone Air dengan Memori 2TB

Tampilan render smartphone Huawei ultra-tipis dengan desain elegan dan bodi lebih tipis dari iPhone Air
Tampilan render smartphone Huawei ultra-tipis dengan desain elegan dan bodi lebih tipis dari iPhone Air.

JAKARTA - Huawei dikabarkan tengah menyiapkan gebrakan besar di pasar smartphone. Perusahaan asal Tiongkok ini sedang menguji perangkat ultra-tipis yang disebut akan menjadi bagian dari seri Mate 80 dan rencananya diluncurkan pada kuartal keempat 2025. Menariknya, ponsel tersebut diklaim lebih tipis dari iPhone Air dan Galaxy S25 Edge, serta memiliki varian memori internal hingga 2 TB yang belum pernah ada sebelumnya di pasar ponsel konsumen.

Menurut laporan dari sejumlah sumber industri di Weibo dan media teknologi Tiongkok, ketebalan bodi smartphone Huawei terbaru ini diperkirakan kurang dari 5,5 milimeter. Dengan ukuran tersebut, perangkat ini akan mengalahkan iPhone Air yang memiliki ketebalan 5,5 mm dan Galaxy S25 Edge dengan bodi 5,8 mm. Meski sangat tipis, Huawei tetap membekalinya dengan chipset Kirin 9030 5G terbaru, dukungan eSIM, serta sistem pendingin efisien agar performa tidak terganggu.

Salah satu keunggulan yang paling menarik perhatian adalah opsi penyimpanan internal hingga 2 TB. Kapasitas ini dianggap sebagai rekor baru dalam industri smartphone konsumen, yang selama ini rata-rata berhenti di angka 1 TB. Jika kabar ini benar, Huawei akan menjadi merek pertama yang menghadirkan penyimpanan sebesar itu langsung dari pabrik tanpa perlu kartu tambahan. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat daya saing di segmen flagship, terutama di tengah penurunan penjualan model ultra-premium dari Apple dan Samsung.

Sementara itu, peluncuran iPhone Air dikabarkan tertunda di pasar Tiongkok karena kendala implementasi teknologi eSIM yang belum sepenuhnya didukung oleh semua operator lokal. Situasi ini bisa dimanfaatkan Huawei untuk menarik perhatian konsumen di dalam negeri dengan menghadirkan alternatif serupa lebih cepat. Para analis memperkirakan, momentum ini dapat membuat Huawei kembali menjadi pemimpin pasar di segmen ponsel tipis dan elegan, apalagi sejak peluncuran seri Pura 70, perusahaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa penjualan.

Di sisi lain, baik Apple maupun Samsung kini menghadapi penurunan penjualan model terbaru mereka. Laporan terbaru menyebutkan bahwa iPhone Air dan Galaxy S25 Edge menunjukkan angka penjualan yang jauh di bawah ekspektasi. Bahkan, Samsung dikabarkan menunda rencana penghentian lini “Plus” karena performa seri Edge yang mengecewakan. Jika tren ini berlanjut, kemunculan Huawei Mate 80 Ultra Thin bisa menjadi titik balik dalam persaingan smartphone premium global.