Berita BorneoTribun: Spanyol hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2026

Peneliti Spanyol Temukan 134 Bangkai Kapal Kuno Di Selat Gibraltar

Peneliti Spanyol menemukan 134 bangkai kapal di Selat Gibraltar, dari abad ke-5 SM hingga era modern. Temuan ini membuka sejarah pelayaran dunia yang lama tersembunyi.
Peneliti Spanyol menemukan 134 bangkai kapal di Selat Gibraltar, dari abad ke-5 SM hingga era modern. Temuan ini membuka sejarah pelayaran dunia yang lama tersembunyi.

Penemuan mengejutkan datang dari perairan di sekitar Selat Gibraltar. Para arkeolog Spanyol berhasil menemukan ratusan bangkai kapal dari berbagai zaman, mulai dari era kuno hingga modern. Temuan ini bikin dunia arkeologi heboh karena dianggap sebagai salah satu penemuan maritim paling penting dalam beberapa dekade terakhir.

Penelitian ini dilakukan dalam proyek arkeologi bawah laut bernama Proyek Hercules yang fokus meneliti kawasan antara Pelabuhan Algeciras dan Batu Gibraltar.

134 Kapal Dari Berbagai Zaman Berhasil Diidentifikasi

Selama tiga tahun penelitian, tim arkeolog menemukan total 151 objek arkeologi, termasuk 134 bangkai kapal yang berasal dari berbagai era sejarah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 kapal sudah didokumentasikan secara detail, sementara sisanya masih dalam tahap identifikasi lebih lanjut.

Yang bikin kagum, kapal tertua yang ditemukan diperkirakan berasal dari abad ke-5 sebelum masehi, menandakan bahwa kawasan ini sudah menjadi jalur pelayaran penting sejak ribuan tahun lalu.

Beberapa jenis kapal yang ditemukan antara lain:

  • 23 kapal Romawi

  • 2 kapal Romawi akhir

  • 4 kapal dari era abad pertengahan

  • 24 kapal dari awal zaman modern

  • Serta mesin pesawat dari tahun 1930-an

Temuan mesin pesawat ini jadi salah satu yang paling unik karena menunjukkan bahwa kawasan tersebut tidak hanya menyimpan sejarah pelayaran, tapi juga sejarah penerbangan awal.

Selat Gibraltar, Jalur Laut Super Sibuk Sejak Zaman Kuno

Menurut pimpinan proyek, profesor arkeologi Felipe Cerezo Andreo, kawasan Selat Gibraltar sejak dulu dikenal sebagai jalur laut super sibuk.

Selat ini memisahkan Eropa dan Afrika, sekaligus menjadi pintu utama antara Samudra Atlantik dan Laut Mediterania. Karena posisinya yang strategis, kapal dagang, ekspedisi militer, hingga pelaut dari berbagai negara pasti melewati wilayah ini.

Beberapa kapal yang ditemukan berasal dari berbagai bangsa, seperti:

  • Belanda

  • Venesia

  • Spanyol

  • Inggris

  • Dan negara Eropa lainnya

Hal ini menunjukkan bahwa Selat Gibraltar memang menjadi persimpangan perdagangan global sejak masa kuno.

Penemuan Unik: Kapal Perang Tersembunyi Hingga Kotak Misterius

Salah satu temuan paling menarik adalah kapal meriam Puente Mayorga IV, sebuah kapal dari akhir abad ke-18.

Kapal jenis ini biasanya disamarkan menyerupai perahu nelayan. Tujuannya jelas: melakukan serangan cepat dan rahasia terhadap kapal musuh, terutama kapal Inggris pada masa konflik maritim.

Selain kapal, tim arkeolog juga menemukan benda misterius berupa kotak kayu berbentuk buku. Awalnya, benda ini diduga sebagai tempat penyimpanan dokumen rahasia.

Namun setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata isi kotak tersebut adalah sisir kuno, yang kemungkinan digunakan sebagai perlengkapan pribadi awak kapal.

Laut Gibraltar Disebut Sebagai “Kapsul Waktu” Sejarah

Menurut profesor Felipe Cerezo Andreo, perairan di kawasan ini bisa disebut sebagai “kapsul waktu” karena menyimpan rekam jejak perkembangan teknologi dan perdagangan laut selama ribuan tahun.

Kondisi laut yang relatif stabil membantu menjaga bangkai kapal tetap utuh, sehingga para peneliti bisa mempelajari detail sejarah dengan lebih akurat.

Saat ini, tim peneliti juga sedang membuat:

  • Model virtual kapal

  • Video 360 derajat

  • Dokumentasi digital interaktif

Semua materi tersebut nantinya akan dipamerkan di museum dan lembaga pemerintah lokal agar masyarakat bisa melihat sejarah maritim secara lebih menarik.

Dampak Penemuan Ini Bagi Dunia Arkeologi

Penemuan ratusan kapal karam ini memberikan gambaran nyata tentang:

  • Jalur perdagangan internasional kuno

  • Perkembangan teknologi kapal

  • Strategi militer laut di masa lalu

  • Hubungan antar bangsa di kawasan Eropa dan Afrika

Para ahli menilai bahwa hasil penelitian ini berpotensi mengubah pemahaman tentang sejarah pelayaran dunia, khususnya di kawasan Semenanjung Iberia dan Afrika Utara.

Selain itu, dokumentasi digital yang sedang dikembangkan diharapkan bisa menjadi referensi penting bagi peneliti dan pelajar di masa depan.

FAQ

1. Di mana lokasi penemuan 134 bangkai kapal ini?

Penemuan dilakukan di perairan sekitar Selat Gibraltar, antara Pelabuhan Algeciras dan Batu Gibraltar yang memisahkan Eropa dan Afrika.

2. Berapa usia kapal tertua yang ditemukan?

Kapal tertua diperkirakan berasal dari abad ke-5 sebelum masehi, atau lebih dari 2.500 tahun lalu.

3. Apa saja jenis kapal yang ditemukan?

Tim menemukan kapal dari berbagai era, termasuk kapal Romawi, kapal abad pertengahan, kapal modern awal, hingga mesin pesawat dari tahun 1930-an.

4. Apa tujuan dari Proyek Hercules?

Tujuannya adalah meneliti sejarah maritim dan mendokumentasikan bangkai kapal di wilayah Selat Gibraltar secara ilmiah.

5. Kenapa Selat Gibraltar penting dalam sejarah pelayaran?

Karena selat ini menjadi jalur utama yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania, sehingga banyak kapal dari berbagai negara melintasinya sejak zaman kuno.

Kamis, 05 Maret 2026

Spanyol Tolak Pangkalan Militer Trump Balas Ancaman Putus Dagang dan Kritik Inggris

Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol Usai Penolakan Pangkalan Militer untuk Serangan ke Iran
Trump ancam putus hubungan dagang dengan Spanyol setelah penolakan penggunaan pangkalan militer untuk serangan ke Iran. Ketegangan AS, Inggris, dan isu Diego Garcia kian memanas.

Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol Usai Penolakan Pangkalan Militer untuk Serangan ke Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah pemerintah di Spanyol menolak penggunaan pangkalan militernya untuk mendukung serangan Amerika Serikat ke Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump di Ruang Oval Gedung Putih saat menerima Kanselir Jerman, Friedrich Merz, pada Selasa 3 Maret.

Langkah tegas tersebut memperlihatkan ketegangan diplomatik yang meningkat antara Washington dan Madrid di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Trump secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya dan menyebut Amerika Serikat tidak lagi ingin berurusan secara perdagangan dengan Spanyol.

Spanyol Tegaskan Kedaulatan Pangkalan Militer

Sehari sebelumnya, pemerintah Spanyol menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak dapat menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, dalam wawancara dengan media lokal El Diario, menekankan bahwa seluruh fasilitas militer di bawah kedaulatan Spanyol tidak boleh dipakai untuk kegiatan di luar perjanjian bilateral maupun yang bertentangan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Albares juga menegaskan bahwa meski sejumlah pangkalan digunakan bersama oleh kedua negara, otoritas tertinggi tetap berada di tangan pemerintah Spanyol. Ia membantah adanya pemberitahuan resmi dari Washington terkait rencana serangan terbaru ke Iran dan menyebut langkah tersebut sebagai tindakan sepihak di luar kerangka aksi kolektif internasional.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Madrid ingin menjaga posisi netral dan tetap berpegang pada hukum internasional, sekaligus menghindari keterlibatan langsung dalam konflik bersenjata.

Ketegangan AS dan Inggris Soal Diego Garcia

Selain Spanyol, Trump juga melontarkan kritik terhadap Inggris. Ia mengaku kecewa atas keputusan London mengalihkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius dengan skema sewa 99 tahun untuk pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia.

Pangkalan Diego Garcia selama puluhan tahun menjadi titik strategis operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Meski tidak menyebut nama pangkalan tersebut secara eksplisit, Trump menilai sikap Inggris tidak kooperatif ketika AS melakukan serangan ke Iran.

Ia bahkan membandingkan kepemimpinan Perdana Menteri Inggris saat ini, Keir Starmer, dengan tokoh legendaris Perang Dunia II, Winston Churchill. Menurut Trump, proses pendaratan di Diego Garcia menjadi lebih rumit dan memakan waktu tambahan tiga hingga empat hari akibat situasi tersebut.

Dampak pada Perdagangan dan Geopolitik

Ancaman pemutusan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Spanyol berpotensi memicu dampak ekonomi signifikan. Spanyol merupakan mitra dagang penting di kawasan Eropa, sementara Amerika Serikat memiliki kepentingan strategis dan militer di wilayah tersebut.

Ketegangan ini juga dapat memperlemah solidaritas transatlantik di tengah dinamika geopolitik global. Di sisi lain, langkah Spanyol menegaskan kedaulatan pangkalan militernya memperlihatkan sikap tegas dalam menjaga prinsip hukum internasional.

Bagi pembaca, perkembangan ini penting untuk dicermati karena menyangkut stabilitas ekonomi global, keamanan energi, serta hubungan dagang internasional yang dapat berdampak pada pasar dan kebijakan luar negeri berbagai negara.

FAQ

1. Mengapa Trump ingin memutus hubungan dagang dengan Spanyol?
Karena Spanyol menolak penggunaan pangkalan militernya oleh AS untuk menyerang Iran.

2. Apa alasan Spanyol menolak permintaan AS?
Spanyol menegaskan bahwa pangkalan di wilayahnya hanya dapat digunakan sesuai perjanjian bilateral dan Piagam PBB.

3. Apa peran Diego Garcia dalam konflik ini?
Diego Garcia adalah pangkalan militer strategis yang mendukung operasi AS di Timur Tengah.

4. Apakah ini berdampak pada ekonomi global?
Potensi gangguan perdagangan AS-Spanyol bisa memengaruhi stabilitas pasar dan hubungan dagang internasional.

Minggu, 21 Februari 2021

Demo Menentang Vonis Penjara Rapper Spanyol Masuk Malam Kelima

Seorang demonstran membakar sepeda motor dalam unjuk rasa memprotes penahanan penyanyi rap Pablo Hasél di Barcelona, Spanyol, Sabtu, 20 Februari 2021.

BorneoTribun Spanyol -- Para demonstran melemparkan botol-botol ke arah polisi, membakar benda-benda, dan menghancurkan toko-toko di Barcelona pada Sabtu (20/2), hari kelima bentrokan yang dipicu vonis hukuman penjara seorang penyanyi rap. Dia dihukum karena memuja-muja terorisme dan menghina kerajaan dalam lagu-lagunya.

Pablo Hasel, yang dikenal lewat lagu-lagu rap yang menentang pemerintah, dijatuhi vonis hukuman penjara sembilan bulan. Hukuman itu memicu perdebatan mengenai kebebasan berpendapat di Spanyol serta protes-protes yang seringkali diwarnai kekerasan.

Para demonstran melempari polisi dengan batu dan benda lain. Polisi regional Catalan lewat Twitter mengatakan bahwa polisi membalas dengan semprotan busa untuk membubarkan massa.

Polisi mengatakan sekitar 6.000 pengunjuk rasa berkumpul di Kota Catalan. Para demonstran menyerang toko-toko di jalan paling bergengsi di Barcelona, Passeig de Gracia. Sementara harian El Pais melaporkan bahwa yang lainnya menghancurkan jendela-jendela di gedung konser Palau de la Musica.

Menurut polisi, dua orang ditangkap di Barcelona.

Sebuah unjuk rasa di Madrid berlangsung damai, tapi di Kota Pamplona dan Lleida di sebelah utara, polisi mendakwa sejumlah demonstran. [vm/ft]

Oleh: VOA Indonesisa

Senin, 01 Februari 2021

Gejala Baru, Ratusan Pasien Covid-19 di Spanyol Keluhkan Lidah Bengkak

Ilustrasi lidah bengkak tidak rata seperti sariawan (Nuno-Gonzalez et al/British Journal of Dermatology)

BorneoTribun | Spanyol - Sebanyak 666 pasien Covid-19 di Spanyol mengeluhkan gejala baru. Lidah mereka bengkak tidak rata sehingga mirip sariawan. Menurut penelitian terbaru, para peneliti menemukan bahwa 1 dari 4 pasien Covid-19 memperhatikan perubahan pada lidah mereka.

Gejala itu termasuk pembengkakan, luka, benjolan di permukaan lidah, lekukan, dan atau bercak yang berubah warna. Sebagian kecil pasien juga melaporkan sensasi terbakar di mulut mereka. Dilansir dari Science Alert, Minggu (31/1), penemuan ini berdasarkan pengamatan dari 666 pasien Covid-19. Mereka juga mengalami pneumonia ringan atau sedang di sebuah rumah sakit lapangan di Spanyol.

Gejala-gejala tersebut sering dikombinasikan dengan pasien yang kehilangan indera perasa atau kehilangan bau. Belum jelas apakah gejala ini bisa meluas. Karena pasien yang termasuk dalam penelitian ini memiliki kasus infeksi sedang. Para peneliti tidak yakin apakah gejala ini yang dijuluki “lidah Covid” mungkin juga memengaruhi parah atau hanya pasien ringan.

Meski infeksi virus Korona diketahui menyebabkan gejala di mulut dan lidah, belum banyak data tentang fenomena ini pada pasien Covid-19. Penemuan baru ini dipresentasikan pada 26 Januari kemarin. Dan pertama kali dipublikasikan pada September tahun lalu di British Journal of Dermatology.

Studi ini juga menemukan bahwa sekitar 40 persen pasien mengalami masalah kulit di telapak tangan atau telapak kaki mereka. Ini termasuk sensasi terbakar, kemerahan, kulit mengelupas, dan benjolan kecil. Sekitar 1 dari 10 pasien mengalami ruam.

Penelitian sebelumnya juga menemukan infeksi virus Korona dapat memengaruhi tangan, kaki, dan kulit. Pada Mei tahun lalu, ahli kulit melaporkan pasien dengan jari kaki merah, bengkak, dan ruam yang terkait dengan Covid-19.

Para ilmuwan juga tidak sepenuhnya memahami kapan jenis gejala ini cenderung muncul. Jadi pada saat ini, sulit untuk mengetahui apakah mereka dapat membantu memprediksi kasus yang lebih parah atau Covid-19 berkepanjangan. (YK/Jawapos/EP/MH)

Sabtu, 19 Desember 2020

Parlemen Spanyol Loloskan RUU untuk Izinkan Eutanasia

Para pengunjuk rasa memprotes legislasi yang mengesahkan eutanasia di Spanyol, di luar Parlemen Spanyol, di Madrid, 17 Desember 2020.

Borneo Tribun | Spanyol - Para anggota parlemen di Spanyol, Kamis (17/12), menyetujui sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang akan mengizinkan orang untuk mengakhiri hidup kalau mereka menderita sakit yang serius atau tidak bisa disembuhkan.

Parlemen spanyol menyetujui RUU itu di tengah protes kelompok konservatif.

RUU ini masih harus disetujui Senat, lolos dengan selisih 198 lawan 138, di tengah-tengah oposisi kuat dari Partai Rakyat yang konservatif, pendukung mereka dan juga kelompok-kelompok keagamaan.

Banyak para pedemo yang berkumpul di luar gedung parlemen, Kamis (17/12), memegang poster-poster yang bertuliskan “Pemerintah Kematian.”

Pemimpin Vox, sebuah kelompok ekstrem kanan, Santiago Abascal mengatakan, “UU eutanasia ini merupakan kekalahan dari peradaban dan kemenangan untuk budaya mati.”

Namun, Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa mengatakan, masyarakat tidak bisa tetap pasif ketika dihadapkan pada sakit yang tidak bisa ditoleransi yang diderita oleh banyak orang.

Eutanasia adalah proses mengakhiri kehidupan pasien secara sengaja tanpa menimbulkan rasa sakit kalau pasien menderita sebuah sakit yang tidak bisa disembuhkan dan menderita rasa sakit atau berada dalam kondisi koma tanpa kemungkinan pemulihan kesadaran.

Praktik ini ilegal di kebanyakan negara, tetapi telah dipertimbangkan dan diterima di beberapa negara Uni Eropa. Seandainya Senat meloloskannya, Spanyol akan menjadi negara Eropa keempat yang mengizinkan orang mengakhiri hidup mereka karena pertimbangan kondisi medis mereka. Luksemburg, Belanda, dan Belga sudah mengizinkan praktik eutanasia. [jm/pp]

Oleh: VOA Indonesia