Berita BorneoTribun: Stabilitas Harga hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Stabilitas Harga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stabilitas Harga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

Bantuan Beras dan Minyak Untuk 323 Ribu KPM Di Kaltim Kaltara

Bulog menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak untuk 323 ribu KPM di Kaltim Kaltara guna menjaga daya beli dan stabilitas harga pangan.
Bulog menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak untuk 323 ribu KPM di Kaltim Kaltara guna menjaga daya beli dan stabilitas harga pangan.

SAMARINDA -- Penyaluran bantuan pangan kembali digencarkan oleh Perum Bulog melalui Kantor Wilayah Kalimantan Timur–Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara). Program ini menyasar sebanyak 323.824 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah tersebut.

Kepala Kanwil Bulog Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok penting.

“Bantuan pangan berupa beras dan minyak menyasar 323.824 KPM,” ujarnya saat dikonfirmasi di Penajam Paser Utara, Jumat.

Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Program ini bukan sekadar distribusi bantuan biasa. Menurut Musazdin, langkah ini menjadi bagian penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan gejolak harga pangan di pasaran.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika ditemukan ketidaksesuaian data penerima. “Warga bisa menyampaikan jika ada ketidaksesuaian data agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tambahnya.

Data Berbasis DTKS Dan Peran Kelurahan

Penyaluran bantuan ini mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) nasional. Proses verifikasi turut melibatkan kelurahan melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai efektif untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dan transparan. Kelurahan juga menjadi titik penting dalam proses penyaluran karena lebih dekat dengan masyarakat.

Distribusi Dilakukan Setelah Lebaran

Untuk periode Februari hingga Maret 2026, setiap KPM akan menerima:

  • 20 kilogram beras

  • 4 liter minyak goreng

Penyaluran bantuan ini dijadwalkan berlangsung setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bagian Dari Program Nasional

Program bantuan pangan ini merupakan mandat dari Badan Pangan Nasional yang menargetkan sekitar 33 juta KPM di seluruh Indonesia.

Melalui penugasan ini, Bulog berperan dalam menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Dampak Yang Diharapkan

Selain membantu masyarakat berpenghasilan rendah, program ini juga diharapkan mampu:

  • Menjaga stabilitas harga beras dan minyak goreng

  • Mengurangi tekanan inflasi pangan

  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Dengan distribusi yang semakin tepat sasaran, bantuan ini diharapkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Siapa saja yang menerima bantuan ini?
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam DTKS nasional.

2. Apa saja bantuan yang diberikan?
Setiap KPM menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

3. Kapan bantuan disalurkan?
Setelah Idul Fitri 1447 Hijriah untuk periode Februari–Maret 2026.

4. Bagaimana jika data penerima tidak sesuai?
Warga bisa melapor melalui kelurahan atau Puskesos setempat.

5. Apa tujuan utama program ini?
Menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan nasional.

Rabu, 18 Maret 2026

Operasi Pasar Murah di Landak Jelang Idul Fitri Tekan Inflasi Daerah

Pemkab Landak menggelar operasi pasar murah dan penyaluran LPG subsidi untuk menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pemkab Landak menggelar operasi pasar murah dan penyaluran LPG subsidi untuk menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Landak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menggelar operasi pasar murah sekaligus penyaluran LPG bersubsidi 3 kilogram di halaman Masjid Agung Babul Ulum Ngabang, Selasa (17/3/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan inflasi daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang cenderung meningkat seiring naiknya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan bahwa tren peningkatan kebutuhan masyarakat setiap menjelang Idul Fitri berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar.

“Menjelang Idul Fitri, keperluan dan pengeluaran masyarakat meningkat. Secara hukum ekonomi, permintaan tinggi sering diikuti kenaikan harga. Kehadiran pasar murah ini diharapkan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Landak menyediakan sekitar 700 paket sembako. Selain itu, sejumlah komoditas lain turut dijual, seperti telur ayam, bawang putih, bawang merah, mentega, tepung terigu, hingga susu kental manis.

Khusus untuk LPG 3 kilogram, pemerintah daerah bekerja sama dengan Pertamina guna memastikan ketersediaan stok, terutama bagi masyarakat di wilayah Ngabang.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran dan pengurangan transfer dari pemerintah pusat, Karolin menegaskan bahwa pengendalian harga tetap menjadi prioritas utama.

“Dengan segala keterbatasan, kami tetap berupaya maksimal menjaga stabilitas harga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan,” katanya.

Ia menambahkan, momentum Idul Fitri tidak hanya dimaknai dari sisi konsumsi, tetapi juga sebagai waktu untuk memperkuat nilai ibadah dan kebersamaan keluarga.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Ratusan warga tampak mengantre untuk mendapatkan LPG 3 kilogram dengan menunjukkan KTP sebagai syarat pembelian agar penyaluran tepat sasaran.

Sementara itu, paket sembako dijual secara bebas selama persediaan masih tersedia. Untuk komoditas tertentu seperti telur ayam, pembelian dibatasi maksimal satu pak berisi 10 butir per orang guna menyesuaikan stok dari produsen.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag), Kepala Dinas Pertanian, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Landak.

Oleh: Tino

Kamis, 12 Maret 2026

Gerakan Pangan Murah Tekan Harga Jelang Lebaran di Kaltim

Gerakan Pangan Murah digencarkan Pemprov Kaltim untuk menstabilkan harga pangan dan menjaga ketersediaan bahan pokok masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. (Gambar ilustrasi AI)
Gerakan Pangan Murah digencarkan Pemprov Kaltim untuk menstabilkan harga pangan dan menjaga ketersediaan bahan pokok masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. (Gambar ilustrasi AI)

Samarinda – Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur menggencarkan program Gerakan Pangan Murah guna menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini bertujuan memastikan masyarakat tetap dapat membeli bahan pangan dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan nasional. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pokok strategis dengan harga yang stabil.

Menurut Fahmi, Gerakan Pangan Murah juga menjadi ruang pertemuan langsung antara produsen pangan lokal dan konsumen. Dengan demikian, transaksi jual beli diharapkan tetap berada di bawah ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Program ini merupakan implementasi dari Satuan Tugas Sapu Bersih Pengendalian Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan yang dibentuk pada Januari 2026 atas amanah Badan Pangan Nasional. Satgas tersebut bertugas memastikan stabilitas harga serta kualitas pangan di pasaran.

Tim satgas beroperasi secara terstruktur di bawah arahan langsung Gubernur Kalimantan Timur sebagai ketua pengarah. Sementara itu, Kepala Dinas Pangan bertindak sebagai sekretaris pelaksana harian dalam menjalankan berbagai kegiatan pengawasan pangan.

Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang Lebaran, tim Satgas Sapu Bersih juga aktif melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar, distributor, hingga jaringan ritel. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penjualan bahan pokok di atas harga acuan.

Fahmi menegaskan pihaknya tidak akan segan menjatuhkan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang melanggar aturan harga. Sanksi dapat berupa teguran keras hingga pencabutan izin usaha bagi agen, pengecer, maupun distributor yang terbukti menjual barang melampaui ketentuan.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru di lapangan, komoditas cabai segar tercatat mengalami kenaikan harga dibandingkan beberapa bahan dapur lainnya. Kenaikan ini dinilai sebagai fenomena yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Ia menjelaskan, kenaikan harga pada sejumlah komoditas di luar kelolaan pemerintah biasanya terjadi secara alami. Hal tersebut disebabkan para kelompok tani berharap memperoleh tambahan keuntungan ekonomi saat permintaan pasar meningkat.

Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap aman. Begitu pula dengan pasokan minyak goreng yang dinilai masih terkendali berkat distribusi yang lancar dan pengawasan dari Perum Bulog.

Pada hari yang sama, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya berlangsung di tingkat provinsi. Kegiatan ini juga digelar secara serentak di enam daerah di Kalimantan Timur, yakni Kota Samarinda, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Timur, Bontang, dan Kutai Barat.

Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.