Berita BorneoTribun: Sungai Raya hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Sungai Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sungai Raya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2026

Sujiwo Tegas Karhutla Ancam Ekonomi dan Kesehatan, Pelaku Harus Ditangkap

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang. (Gambar ilustrasi)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi berbagai sektor strategis. Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau panjang, risiko karhutla diprediksi meningkat signifikan.

Dalam keterangannya di Sungai Raya, Senin, Sujiwo secara tegas meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Dampak karhutla ini sangat luas. Bukan hanya soal lahan terbakar dan kabut asap, tetapi bisa melumpuhkan banyak sektor. Makanya saya sudah minta kepada pak Kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan,” ujar Sujiwo.

Karhutla Ancam Pendidikan dan Kesehatan

Sujiwo menjelaskan, kabut asap akibat karhutla berpotensi besar mengganggu aktivitas pendidikan. Dalam kondisi udara yang tidak sehat, kegiatan belajar mengajar bisa terpaksa dihentikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga terdampak langsung. Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman serius yang kerap terjadi saat musim asap.

Situasi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ganggu Transportasi Hingga Investasi

Dampak karhutla juga merembet ke sektor ekonomi. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya transportasi udara akibat kabut asap yang mengurangi jarak pandang.

“Jika penerbangan terganggu, maka pergerakan ekonomi ikut terhambat, termasuk aktivitas investasi di daerah,” jelasnya.

Gangguan distribusi barang dan mobilitas masyarakat dinilai bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan berpotensi menurunkan minat investor.

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Menghadapi potensi tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan dampak besar karhutla.

“Atas nama pemerintah bersama Forkopimda, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi kita semua,” tegasnya.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam mencegah bencana ini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan cara sederhana, yakni tidak melakukan pembakaran lahan.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak perlu ikut memadamkan, cukup dengan tidak membakar lahan, itu sudah sangat membantu,” pungkasnya.

FAQ

1. Apa dampak utama karhutla di Kubu Raya?
Karhutla berdampak pada kesehatan (ISPA), pendidikan (sekolah diliburkan), dan ekonomi (transportasi dan investasi terganggu).

2. Mengapa pembakaran lahan dilarang?
Karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap berbahaya.

3. Apa langkah pemerintah dalam mengatasi karhutla?
Pemerintah mendorong pencegahan, sosialisasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

4. Bagaimana peran masyarakat dalam mencegah karhutla?
Dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

5. Apa risiko kesehatan akibat kabut asap?
Risiko utama adalah penyakit pernapasan seperti ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.

Bupati Sujiwo Siapkan Agenda Religi Jadi Daya Tarik Wisata Kubu Raya

Pemkab Kubu Raya dorong wisata religi melalui agenda keagamaan tahunan seperti Selawat Akbar, Imlek, dan Natal untuk tingkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat'.

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mengarahkan berbagai agenda keagamaan tahunan sebagai bagian dari pengembangan wisata religi. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus memperkuat nilai spiritual dan toleransi di tengah masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan keagamaan telah resmi dimasukkan dalam kalender tahunan daerah dan akan dikemas lebih menarik agar memiliki daya tarik wisata.

“Empat agenda untuk umat Muslim seperti pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, dan peringatan Tahun Baru Islam sudah kita tetapkan. Ke depan, ini juga kita dorong menjadi bagian dari wisata religi di Kubu Raya,” ujar Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.

Potensi Besar Wisata Religi di Kubu Raya

Menurut Sujiwo, kegiatan seperti Selawat Akbar yang biasanya digelar saat Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isra Mikraj memiliki potensi besar untuk menarik partisipasi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Tidak hanya fokus pada umat Muslim, konsep wisata religi di Kubu Raya juga dirancang secara inklusif dengan melibatkan berbagai agama.

“Kita juga mengagendakan kegiatan seperti Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak, Nyepi, dan lainnya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis keberagaman dan toleransi,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata berbasis budaya dan spiritual.

Dorong Ekonomi Lokal Lewat Event Keagamaan

Selain memperkuat nilai sosial, pengembangan wisata religi juga diyakini dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Kunjungan wisatawan saat perayaan keagamaan berlangsung diprediksi akan berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, kuliner, hingga sektor jasa.

Dengan konsep event yang terjadwal dan terintegrasi, pemerintah berharap Kubu Raya bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kalimantan Barat.

Bundaran Gaforaya Jadi Pusat Aktivitas

Dalam mendukung pengembangan ini, pemerintah juga menyoroti keberadaan Bundaran Gaforaya yang kini menjadi ikon baru daerah.

Kawasan tersebut dinilai strategis untuk dijadikan pusat kegiatan keagamaan, seni, dan budaya.

“Bundaran Gaforaya ini kita harapkan menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua kalangan,” kata Sujiwo.

Imbauan Jaga Fasilitas Publik

Meski demikian, Sujiwo mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, tertib, dan nyaman.

Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

“Fasilitas ini kita hadirkan untuk masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu wisata religi di Kubu Raya?
Wisata religi adalah konsep pariwisata berbasis kegiatan keagamaan yang dikemas menarik untuk dikunjungi wisatawan.

2. Agenda apa saja yang masuk wisata religi?
Beberapa di antaranya pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, Imlek, Natal, Waisak, dan Nyepi.

3. Apa tujuan pengembangan wisata religi ini?
Untuk meningkatkan pariwisata, memperkuat toleransi, serta mendorong ekonomi masyarakat lokal.

4. Di mana pusat kegiatan wisata religi?
Salah satunya akan dipusatkan di Bundaran Gaforaya sebagai ikon baru daerah.

5. Apakah wisata religi hanya untuk umat tertentu?
Tidak. Konsep ini bersifat inklusif dan melibatkan seluruh agama di Kubu Raya.

Sabtu, 07 Maret 2026

Sembako Untuk 50 Ojol Saat Ramadhan di Kubu Raya

Bupati Kubu Raya Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojol di Sungai Raya sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah.
Bupati Kubu Raya Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojol di Sungai Raya sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah.

KUBU RAYA -- Bupati Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojek daring (ojol) di wilayah Sungai Raya, Jumat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah kepada para pekerja sektor informal pada momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pembagian bantuan tersebut menjadi bagian dari agenda tahunan yang rutin digelar setiap Ramadhan menjelang Hari Raya Idulfitri. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang bekerja di lapangan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Sujiwo mengatakan kegiatan berbagi dengan para pengemudi ojol sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Menurutnya, profesi pengemudi ojek daring memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Kegiatan ini sudah tahun ketiga kita lakukan bersama teman-teman ojek online. Kita memang menjadikannya agenda tahunan saat Ramadhan dan menjelang Idulfitri,” ujar Sujiwo.

Bantuan Juga Untuk Profesi Lain

Selain pengemudi ojol, pemerintah daerah juga berencana menyalurkan bantuan serupa kepada sejumlah kelompok profesi lainnya. Beberapa di antaranya adalah porter bandara, petugas kebersihan, serta relawan pemadam kebakaran.

Menurut Sujiwo, kelompok-kelompok tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam pelayanan publik namun kerap luput dari perhatian. Karena itu, bantuan sosial ini diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus bentuk apresiasi.

“Nanti juga akan menyusul untuk teman-teman porter bandara, petugas kebersihan, relawan pemadam kebakaran, dan beberapa kelompok masyarakat lainnya yang memang layak mendapatkan perhatian,” katanya.

Ramadhan Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial

Sujiwo menilai Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Bulan suci tersebut dianggap sebagai momentum untuk meningkatkan solidaritas dan semangat berbagi kepada sesama.

Ia menyebut Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan, di mana setiap amal kebaikan mendapatkan balasan berlipat ganda. Karena itu, kegiatan berbagi seperti pembagian sembako dinilai sangat relevan dilakukan pada periode tersebut.

“Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan, di mana pahala dilipatgandakan. Karena itu, kita jadikan momentum Ramadhan ini untuk saling berbagi,” tuturnya.

Pesan Untuk Pengemudi Ojol

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan pesan kepada para pengemudi ojol agar tetap bersyukur dan sabar dalam menjalani profesinya. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan pekerjaan masing-masing.

Menurutnya, sikap sabar dan rasa syukur menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan di lapangan.

“Setiap manusia memiliki takdir dan profesinya masing-masing. Pesan saya kepada teman-teman pengemudi ojek online, tetaplah bersyukur dan sabar dalam menjalani pekerjaan,” ujarnya.

Kegiatan pembagian sembako ini ditutup dengan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat. Sujiwo berharap seluruh amal ibadah di bulan suci Ramadhan dapat diterima oleh Allah SWT serta membawa keberkahan bagi masyarakat.

Kamis, 05 Maret 2026

Jalan Poros Ekonomi Kuala Dua Mekar Sari Kubu Raya Dikebut Tuntas Sebelum Lebaran Warga Sungai Raya Sambut Harapan Baru

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar
Pemkab Kubu Raya memastikan proyek peningkatan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari selesai sebelum Lebaran. Pengaspalan dimulai dan penataan kawasan Pasar Senggol ikut dilakukan.

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar

KUBU RAYA -- Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memastikan peningkatan kualitas jalan poros ekonomi yang menghubungkan Desa Kuala Dua dan Desa Mekar Sari di Kecamatan Sungai Raya akan rampung sebelum Lebaran tahun ini. Proyek strategis tersebut saat ini telah memasuki tahap akhir pengaspalan setelah proses pengerjaan lapisan fondasi agregat (LPA) selesai dilakukan.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan dirinya telah turun langsung meninjau kondisi jalan guna memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Dari hasil pemantauan tersebut, ia memastikan bahwa struktur dasar jalan sudah padat dan siap memasuki tahap pengaspalan.

Menurutnya, pekerjaan pengaspalan dijadwalkan dimulai pada malam hari agar proses pengerjaan dapat berlangsung lebih cepat dan tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

“Lapisan fondasi agregat sudah selesai dan kondisinya sudah cukup padat. Pengaspalan dijadwalkan mulai malam ini dan kami menargetkan seluruh pekerjaan bisa selesai dalam waktu sekitar satu minggu,” ujarnya saat berada di Sungai Raya.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pemerintah daerah menargetkan ruas jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari sudah dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat pada hari ke-20 bulan Ramadhan. Dengan kondisi jalan yang lebih mulus dan lebar, mobilitas warga diharapkan menjadi jauh lebih lancar menjelang arus mudik Lebaran.

Dorong Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Perbaikan jalan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan Sungai Raya. Jalan Kuala Dua–Mekar Sari dikenal sebagai jalur penting yang mendukung distribusi barang dan aktivitas perdagangan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga menargetkan percepatan penyelesaian proyek agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu terlalu lama. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi logistik, hasil pertanian, hingga kegiatan perdagangan lokal diperkirakan akan meningkat.

Selain memperbaiki badan jalan, pemerintah daerah juga melakukan penataan kawasan di sepanjang jalur tersebut. Fokus utama penataan berada di area Pasar Senggol dan simpang WBA yang selama ini dikenal padat dan sering menjadi titik kemacetan.

Penataan Kawasan Pasar Senggol

Dalam upaya menciptakan kawasan yang lebih tertata dan nyaman, pemerintah daerah akan membagikan banner khusus untuk resplang kios para pedagang di sepanjang Pasar Senggol hingga simpang WBA. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki tampilan kawasan sehingga terlihat lebih rapi dan terorganisir.

Menurut Sujiwo, perubahan signifikan juga terlihat pada kondisi tikungan di kawasan Pasar Senggol yang sebelumnya sempit dan sering menghambat arus kendaraan.

“Dulu tikungan ini lebarnya sekitar tiga meter saja. Sekarang setelah dilakukan penataan, lebarnya sudah mencapai delapan hingga sembilan meter. Ini perubahan yang sangat besar bagi kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

Ajak Pedagang Ikut Menjaga Ketertiban

Meski pembangunan dan penataan kawasan terus dilakukan, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga ketertiban lingkungan. Para pedagang diminta merapikan kios yang masih menjorok ke badan jalan agar tidak mengganggu arus kendaraan.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, Sujiwo berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga keteraturan kawasan juga semakin meningkat.

Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk membantu mempercantik kawasan pasar dengan menanggung biaya pengecatan kios para pedagang agar tampil lebih seragam dan menarik.

“Nanti biaya catnya saya tanggung. Semua kios akan dicat supaya kawasan ini terlihat lebih rapi dan indah,” katanya.

Dampak bagi Perekonomian Daerah

Pembangunan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari diharapkan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sungai Raya dan wilayah sekitarnya.

Dengan infrastruktur jalan yang lebih baik, konektivitas antarwilayah akan meningkat sehingga mempercepat arus distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha baru serta meningkatkan aktivitas perdagangan lokal.

Perbaikan jalan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.

FAQ

1. Kapan jalan Kuala Dua–Mekar Sari selesai diperbaiki?
Pemerintah menargetkan pengerjaan pengaspalan selesai dalam sekitar satu minggu dan jalan sudah bisa digunakan dengan baik pada hari ke-20 Ramadhan.

2. Apa saja yang diperbaiki dalam proyek ini?
Perbaikan meliputi penguatan lapisan fondasi agregat, pengaspalan jalan, pelebaran tikungan, serta penataan kawasan Pasar Senggol dan simpang WBA.

3. Mengapa jalan ini penting bagi masyarakat?
Jalan ini merupakan jalur poros ekonomi yang mendukung mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas perdagangan di Kecamatan Sungai Raya.

4. Apakah ada penataan untuk pedagang di sekitar jalan?
Ya, pemerintah akan menata kios pedagang, memberikan banner resplang, serta membantu pengecatan agar kawasan pasar terlihat lebih rapi.

Sabtu, 28 Februari 2026

Pemkab Kubu Raya Benahi Kantor Kecamatan Demi Pelayanan Publik Lebih Nyaman

Sujiwo Fokus Tata Kantor Kecamatan untuk Wujudkan Pelayanan Profesional
Pemkab Kubu Raya membenahi kantor kecamatan secara menyeluruh untuk meningkatkan pelayanan publik yang nyaman, tertib, dan profesional. Program ditargetkan rampung tahun depan.

Sujiwo Fokus Tata Kantor Kecamatan untuk Wujudkan Pelayanan Profesional

KUBU RAYA -- Pemerintah Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai membenahi kantor kecamatan secara menyeluruh di wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sujiwo di Sungai Raya, Sabtu, dengan fokus menciptakan lingkungan kantor yang bersih, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.

Menurut Sujiwo, kantor camat adalah wajah pelayanan pemerintah daerah. Karena itu, kondisi fisik kantor harus mencerminkan wibawa, marwah, serta profesionalisme aparatur. Lingkungan kerja yang tertata rapi diyakini mampu mendorong kinerja pegawai sekaligus memberikan rasa nyaman bagi warga yang datang mengurus administrasi.

Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, baik di bagian dalam maupun luar kantor. Penataan interior diarahkan untuk mendukung efektivitas pelayanan, sementara area luar dipercantik agar terlihat lebih tertib dan enak dipandang. Pemerintah daerah bahkan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk pembangunan pagar serta Rp100 juta untuk penataan taman di Kantor Camat Sungai Raya.

Tidak hanya itu, program ini juga mencakup normalisasi parit guna mencegah genangan air, penebaran benih ikan di saluran air, hingga pemasangan lampu hias untuk memperindah kawasan kantor. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih asri dan ramah bagi masyarakat.

Pembenahan kantor kecamatan tidak hanya terpusat di Sungai Raya. Sejumlah kecamatan seperti Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Batu Ampar, Teluk Pakedai, Terentang, hingga Kuala Mandor B juga telah memulai proses penataan. Targetnya, seluruh kantor kecamatan di sembilan wilayah rampung pada tahun depan.

Bupati Sujiwo turut mendorong para camat agar berinovasi dan berkreasi dalam menata lingkungan kantor melalui semangat gotong royong bersama unsur forkopimcam dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, sehingga peningkatan kualitas pelayanan publik tidak semata bergantung pada anggaran pemerintah.

Sementara itu, Camat Sungai Raya M Ikhsan Sukendra menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Ia optimistis pembenahan ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan profesional.

Melalui program ini, Pemkab Kubu Raya berharap kantor kecamatan benar-benar menjadi pusat pelayanan publik yang modern, nyaman, dan mampu memenuhi harapan masyarakat. Dengan lingkungan yang tertata baik, pelayanan pun diharapkan semakin optimal dan humanis.

FAQ

1. Apa tujuan pembenahan kantor kecamatan di Kubu Raya?
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih nyaman, tertib, dan profesional bagi masyarakat.

2. Berapa anggaran yang dialokasikan?
Untuk Kantor Camat Sungai Raya, Rp200 juta untuk pembangunan pagar dan Rp100 juta untuk penataan taman.

3. Kecamatan mana saja yang ikut dibenahi?
Selain Sungai Raya, penataan dilakukan di Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Batu Ampar, Teluk Pakedai, Terentang, dan Kuala Mandor B.

4. Kapan target penyelesaian program ini?
Seluruh pembenahan ditargetkan rampung pada tahun depan.

Sumber: ANTARA/Rendra Oxtora

Selasa, 28 Maret 2023

Ditagih Gaji Sebulan Ancam Korban, BOS Diringkus Polisi

 
Pelaku 'BOS' Diringkus Polisi.
Kubu Raya, Kalbar - Korban menagih gaji yang telah terlambat dibayar selama sebulan kepada Pelaku alias Bos. Atas laporan Korban, Tim Joker (Personil Gabungan Polsek Sungai Raya) mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pengancaman, serta meringkus pelaku pengancaman yang terjadi pada Minggu (27/3/23) jam 00.00 Wib.

Insiden ini terjadi di Desa Kuala Dua, Gang Mawar 3, ketika Korban mencoba menagih gaji yang telah terlambat dibayar selama sebulan kepada Pelaku.

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hasiholan Saragih, S.H menjelaskan, Pelaku yang merasa tidak senang dengan tuntutan tersebut, merespon dengan marah dan mengeluarkan senjata mainan yang ia miliki untuk mengancam Korban.

“Situasi ketegangan berlangsung selama beberapa saat, sebelum akhirnya Marsel berhasil melarikan diri dari ancaman tersebut dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Sungai Raya,” terangnya, Selasa (28/3/23).

“ Tim Joker Polsek Sungai Raya segera merespon untuk menangani kasus tersebut dan berhasil mengamankan Pelaku di rumah kontrakannya yang berada Alas Kusuma,” Ujar Kapolsek.

“Saat diamankan, Samuel sedang tertidur, saat diinterogasi secara singkat. Pelaku mengakuinya perbuatannya dan dibawa ke Polsek Sungai Raya untuk penyelidikan lebih lanjut,” tegas Hasiholand.

Kapolsek juga mengungkapkan bahwa pelaku telah mengakui perbuatannya dalam pengancaman tersebut dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif dari tindakan pelaku. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan, serta menghindari tindakan yang merugikan atau membahayakan orang lain.

(Tim/R. Hermanto)

Kamis, 23 Maret 2023

DPO Pencurian Mesin Bensol Ditangkap Tim Joker Polsek Sungai Raya

Pelaku pencurian berhasil diamankan Tim Joker Polsek Sungai Raya, Kuburaya.
Kuburaya, Kalbar - Tim Joker (Gabungan personil Polsek Sungai Raya) berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di gudang di Jalan Sungai Raya, Gang Ceria II, Desa Sungai Raya, Kubu Raya pada Minggu, 26 Februari 2023 sekitar pukul 09.15 WIB. 

Pelaku berinisial PM (27) asal Pontianak berhasil ditangkap pada Selasa (22/3/23) jam 16.30 WIB. Penyelidikan terhadap tersangka dilakukan selama satu bulan lebih oleh Tim Joker Polsek Sungai Raya.

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hasiholand Saragih, S.H., menjelaskan bahwa PM bersama ANC melakukan aksi pencurian mesin Benso di gudang tersebut yang mengakibatkan korban mengalami kerugian sebesar Rp. 10.000.000,-. ANC sebelumnya sudah ditangkap pada saat sedang melakukan aksi pencurian di gudang yang sama pada minggu 26 Februari 2023 jam 09.15 Wib pagi.

“PM telah diamankan ke Polsek Sungai Raya untuk dilakukan pemeriksaan mendalam, dan tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain dalam aksi pencurian tersebut,” ungkap Saragih dalam keterangan resminya, Kamis (23/3/2023).

Atas perbuatannya, Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kapolsek Sungai Raya pun mengimbau kepada masyarakat Kecamatan Sungai Raya untuk selalu waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. 

Pihak kepolisian juga akan terus berusaha memperkuat pengamanan di wilayah Kecamatan Sungai Raya untuk mencegah segala bentuk tindak kejahatan, namun diperlukan peran dari masyarakat karena polisi tidak bisa bekerja tanpa bantuan dari masyarakat.

(Tim/Redaksi)