Berita BorneoTribun: TNI AD hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2026

Tiga Jembatan Perintis Dibangun TNI Di Samarinda, Ini Lokasinya

TNI bangun 3 jembatan perintis di Samarinda melalui Program Jembatan Garuda untuk membuka akses wilayah terisolasi dan meningkatkan mobilitas warga.
TNI bangun 3 jembatan perintis di Samarinda melalui Program Jembatan Garuda untuk membuka akses wilayah terisolasi dan meningkatkan mobilitas warga.

Samarinda – Upaya pemerataan infrastruktur di daerah terus digenjot pemerintah pusat bersama TNI. Kali ini, Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) membangun tiga unit jembatan perintis di wilayah pinggiran Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Pembangunan ini jadi solusi nyata buat warga yang selama ini masih terkendala akses, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial budaya.

Komandan Korem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, menegaskan bahwa proyek ini bertujuan membuka keterisolasian wilayah.

“Pembangunan tiga jembatan ini ditujukan untuk membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi, sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat,” ujarnya di Samarinda, Rabu.

Tiga Lokasi Strategis

Adapun tiga jembatan yang dibangun berada di lokasi berbeda, yaitu:

  • Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara

  • Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran

  • Kelurahan Sempaja Utara (Bayur), Kecamatan Sempaja

Pembangunan dimulai sejak 31 Maret 2026 dengan target pengerjaan hanya 21 hari. Namun, agar bisa digunakan maksimal, terutama untuk kendaraan roda empat hingga roda enam, masyarakat perlu menunggu sekitar 28 hari setelah pengecoran agar struktur beton benar-benar kuat.

Spesifikasi Jembatan

Setiap jembatan punya ukuran berbeda:

  • Jembatan Pampang: panjang 12 meter, lebar 6 meter

  • Jembatan Bayur & Handil Bakti: panjang 6 meter, lebar 4 meter

Meski sederhana, jembatan ini punya dampak besar bagi mobilitas warga sehari-hari.

Bagian Dari Program Nasional

Proyek ini merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda yang diinisiasi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Program ini fokus pada peningkatan konektivitas antarwilayah, khususnya daerah yang masih minim akses infrastruktur.

Secara nasional, program ini menargetkan pembangunan sekitar 7.000 jembatan di seluruh Indonesia.

Wujud Nyata Karya Bakti TNI

Pembangunan ini juga menjadi bagian dari program karya bakti TNI AD dengan tema:
“Negara Hadir Untuk Rakyat Melalui Karya Bakti TNI AD.”

Menurut Anggara, keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat.

“Ini bukti bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam pertahanan, tapi juga pembangunan,” tegasnya.

Dampak Langsung Bagi Warga

Keberadaan jembatan ini dipastikan akan:

  • Mempercepat distribusi barang

  • Mempermudah akses sekolah

  • Meningkatkan aktivitas ekonomi lokal

  • Mengurangi keterisolasian wilayah

Bagi warga pinggiran Samarinda, ini bukan sekadar jembatan—tapi jalan baru menuju kehidupan yang lebih baik.

FAQ

1. Kapan jembatan ini selesai dibangun?
Target pengerjaan 21 hari, namun baru bisa digunakan optimal setelah 28 hari pasca pengecoran.

2. Berapa jumlah jembatan yang dibangun di Samarinda?
Sebanyak 3 unit jembatan.

3. Apa tujuan Program Jembatan Perintis Garuda?
Untuk membuka akses wilayah terisolasi dan meningkatkan konektivitas antar daerah.

4. Apakah jembatan bisa dilalui kendaraan besar?
Ya, setelah 28 hari, jembatan bisa dilalui kendaraan roda empat hingga roda enam.

5. Berapa total jembatan dalam program nasional ini?
Sekitar 7.000 jembatan di seluruh Indonesia.

Program Cetak Sawah 553 Hektare Di Kutim, TNI Dorong Kemandirian Pangan

TNI AD mencetak 553 hektare sawah di Kutai Timur untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
TNI AD mencetak 553 hektare sawah di Kutai Timur untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Kutai Timur - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui program cetak sawah rakyat di Kabupaten Kutai Timur.

Program ini mencakup total lahan seluas 553,41 hektare yang saat ini tengah dalam proses pengolahan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah tantangan global.

Komandan Kodim 0909/Kutim, Ragil Setyo Yulianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Program cetak sawah rakyat seluas 553,41 hektare yang sedang berjalan saat ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujarnya di Sangatta, Rabu.

Fokus Ketahanan Pangan Di Tengah Tantangan Global

Ketahanan pangan menjadi isu krusial, terutama di tengah gejolak energi global yang berdampak pada kenaikan harga pupuk hingga bahan bakar alat pertanian.

Menurut Ragil, ketersediaan pangan yang stabil menjadi fondasi penting dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah. Jika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, maka dampak dari krisis global bisa diminimalisir.

Selain itu, pengembangan sektor pertanian juga diyakini mampu:

  • Menyerap tenaga kerja lokal

  • Menggerakkan ekonomi desa

  • Menekan biaya distribusi pangan dari luar daerah

Lokasi Dan Kolaborasi Program

Program cetak sawah ini tersebar di dua kecamatan, yakni:

  • Kecamatan Long Mesangat

  • Kecamatan Bengalon

Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, serta petani setempat. Dukungan juga datang dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memastikan lahan yang dicetak dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Tidak Hanya Cetak Sawah, Tapi Juga Edukasi Petani

Menariknya, program ini tidak berhenti pada pembukaan lahan baru saja. TNI bersama pihak terkait juga memberikan pendampingan kepada petani, meliputi:

  • Efisiensi penggunaan energi dalam bertani

  • Teknik pertanian modern

  • Penerapan sistem pertanian berkelanjutan

Pendekatan ini dinilai penting agar hasil pertanian tidak hanya meningkat, tetapi juga tetap ramah lingkungan.

Solusi Jangka Panjang Kemandirian Ekonomi

Ragil menegaskan bahwa program cetak sawah rakyat bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan solusi jangka panjang untuk menghadapi tantangan global.

Dengan pendekatan humanis dan kolaboratif, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan ekonomi. Jika daerah sudah swasembada, maka dampak gejolak global bisa ditekan,” tegasnya.

FAQ

1. Berapa luas sawah yang dicetak oleh TNI di Kutai Timur?
Total luasnya mencapai 553,41 hektare.

2. Di mana lokasi program cetak sawah ini?
Berada di Kecamatan Long Mesangat dan Bengalon, Kutai Timur.

3. Apa tujuan utama program ini?
Untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi daerah.

4. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
TNI AD, pemerintah daerah, petani, serta Kementerian Pertanian.

5. Apakah petani mendapat pendampingan?
Ya, petani mendapatkan edukasi tentang efisiensi energi dan pertanian berkelanjutan.

Minggu, 29 Maret 2026

314 Prajurit Siswa TNI AD Resmi Ikuti Pendidikan Tamtama Di Rindam XXII Tambun Bungai

Sebanyak 314 prajurit siswa TNI AD resmi mengikuti pendidikan tamtama 2026 di Rindam XXII Tambun Bungai Banjarbaru untuk membentuk prajurit tangguh dan profesional.
Sebanyak 314 prajurit siswa TNI AD resmi mengikuti pendidikan tamtama 2026 di Rindam XXII Tambun Bungai Banjarbaru untuk membentuk prajurit tangguh dan profesional.

Banjarbaru – Sebanyak 314 prajurit siswa resmi memulai pendidikan pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat (AD) Gelombang I Tahun 2026 di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Pendidikan ini menjadi tahap awal bagi para calon prajurit untuk ditempa dalam “kawah candradimuka”, sebuah proses pembentukan karakter, mental, dan fisik sebelum resmi menjadi bagian dari TNI AD.

Komandan Rindam XXII/Tambun Bungai, Ali Akhwan, menegaskan bahwa seluruh prajurit siswa yang mengikuti pendidikan ini telah melewati proses seleksi ketat.

“Sebanyak 314 prajurit siswa ini sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi ketat dan kini mulai menjalani pendidikan sebagai langkah awal menjadi prajurit TNI AD,” ujarnya saat membuka pendidikan, Sabtu.

Menurutnya, pendidikan tamtama ini tidak hanya berfokus pada kemampuan militer semata, tetapi juga bertujuan membentuk karakter prajurit yang tangguh, profesional, serta memiliki kedekatan dengan rakyat.

Ia juga menekankan bahwa masa pendidikan merupakan proses penting dalam membangun identitas sebagai prajurit sejati.

Dalam amanat yang disampaikan dari Pangdam XXII/Tambun Bungai, Zainul Arifin, para siswa diminta untuk memanfaatkan waktu pendidikan dengan maksimal.

Mereka diharapkan serius dalam belajar dan berlatih guna menguasai ilmu dasar kemiliteran, khususnya di bidang infanteri.

“Apa yang diperoleh selama pendidikan akan menjadi bekal utama saat menjalankan tugas di satuan nanti,” tegasnya.

Selain itu, semangat pantang menyerah juga menjadi pesan penting yang ditekankan kepada seluruh prajurit siswa. Mengingat kesempatan menjadi anggota TNI merupakan kehormatan besar, baik bagi diri sendiri maupun keluarga.

Dengan dimulainya pendidikan ini, diharapkan para prajurit siswa mampu berkembang menjadi garda terdepan pertahanan negara yang disiplin, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.

FAQ

1. Apa itu pendidikan tamtama TNI AD?
Pendidikan tamtama TNI AD adalah pelatihan dasar militer untuk membentuk prajurit dari segi fisik, mental, dan disiplin sebelum ditempatkan di satuan.

2. Di mana pendidikan ini dilaksanakan?
Di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

3. Berapa jumlah peserta pendidikan tahun 2026?
Sebanyak 314 prajurit siswa Gelombang I.

4. Apa tujuan utama pendidikan ini?
Membentuk prajurit infanteri yang tangguh, profesional, dan dicintai rakyat.

5. Siapa yang membuka pendidikan ini?
Komandan Rindam XXII/TB Brigjen TNI Ali Akhwan.

Minggu, 15 Maret 2026

545 Pemuda Kalimantan Barat Ikuti Seleksi Tamtama TNI AD 2026 Meski Ramadhan

Sebanyak 545 pemuda Kalimantan Barat mengikuti seleksi Cata PK TNI AD 2026 di Singkawang. Proses rekrutmen tetap berjalan meski berlangsung di bulan Ramadhan.
Sebanyak 545 pemuda Kalimantan Barat mengikuti seleksi Cata PK TNI AD 2026 di Singkawang. Proses rekrutmen tetap berjalan meski berlangsung di bulan Ramadhan.

545 Pemuda Kalimantan Barat Ikuti Seleksi Tamtama TNI AD 2026 Meski Ramadhan

PONTIANAK -- Sebanyak 545 pemuda dari berbagai daerah di Kalimantan Barat mengikuti Sidang Pemilihan Tingkat Pusat dalam proses penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut digelar oleh Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Kodam XII/Tanjungpura di Kota Singkawang, Minggu. Meski berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadhan, proses seleksi tetap berjalan lancar dan penuh semangat dari para peserta.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan bahwa sidang ini merupakan tahap penting dalam menentukan calon prajurit TNI Angkatan Darat yang akan melanjutkan ke tahap pendidikan militer.

Menurutnya, proses seleksi harus dilakukan secara cermat agar dapat menghasilkan prajurit yang berkualitas dan siap menjalankan tugas negara.

“Melalui Sidang Tingkat Sub Panpus ini diharapkan dapat dihasilkan keputusan yang tepat dalam memilih calon prajurit Tamtama guna memenuhi kebutuhan organisasi, khususnya pada satuan teritorial pembangunan tahap IV,” ujar Pangdam.

Seleksi Ketat Untuk Menyaring Putra Terbaik Daerah

Mayjen TNI Novi Rubadi menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat berjalan optimal berkat koordinasi yang baik antara panitia dan berbagai pihak terkait.

Ia menegaskan bahwa sidang pemilihan ini merupakan tahap penentu dalam menyaring putra-putra terbaik dari Kalimantan Barat yang nantinya akan dipersiapkan menjadi prajurit garda terdepan TNI Angkatan Darat.

Sebelum mencapai tahap sidang tingkat pusat, para peserta telah melewati berbagai tahapan seleksi di tingkat daerah yang cukup ketat.

Proses tersebut meliputi:

  • Pemeriksaan administrasi

  • Tes kesehatan

  • Uji kesamaptaan jasmani

Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa setiap peserta memenuhi standar yang ditetapkan oleh TNI Angkatan Darat.

Peserta Lulus Akan Ikuti Pendidikan Pertama Tamtama

Bagi peserta yang dinyatakan lulus dalam sidang pemilihan ini, mereka akan melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata).

Program pendidikan ini bertujuan membentuk calon prajurit yang memiliki kemampuan militer dasar, disiplin tinggi, serta mental tangguh dalam menjalankan tugas pertahanan negara.

Dalam pendidikan tersebut, para calon prajurit akan mendapatkan berbagai pelatihan penting seperti:

  • pelatihan fisik dan ketahanan tubuh

  • pembentukan karakter dan kedisiplinan

  • dasar-dasar kemiliteran

  • penanaman nilai loyalitas kepada bangsa dan negara

Melalui proses pendidikan tersebut diharapkan lahir prajurit yang profesional, tangguh, dan siap ditempatkan di berbagai satuan TNI AD di seluruh Indonesia.

Pengawasan Ketat Demi Seleksi Transparan

Untuk menjaga objektivitas dan transparansi, kegiatan sidang pemilihan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Kodam XII/Tanjungpura serta tim pengawas dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).

Kehadiran tim pengawas bertujuan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik yang tidak sesuai ketentuan.

Dengan sistem seleksi yang transparan dan profesional, diharapkan rekrutmen ini benar-benar mampu menghasilkan prajurit yang memiliki integritas, kemampuan, dan dedikasi tinggi untuk menjaga kedaulatan negara.

Bagi para peserta, mengikuti seleksi ini bukan sekadar mengejar pekerjaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat.

Semangat para pemuda yang tetap mengikuti seleksi di tengah bulan Ramadhan menjadi bukti bahwa minat generasi muda untuk menjadi prajurit TNI masih sangat tinggi.

Rabu, 04 Maret 2026

Babinsa Landak Didorong Aktif Dampingi Koperasi Desa Demi Ketahanan Ekonomi Warga

Dandim 1210 Landak Perkuat Peran Babinsa dalam Program Koperasi Merah Putih
Dandim 1210 Landak beri pengarahan kepada Babinsa dalam program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih guna memperkuat pendampingan, transparansi, dan ketahanan ekonomi masyarakat desa. [Borneotribun/Tino)

Dandim 1210 Landak Perkuat Peran Babinsa dalam Program Koperasi Merah Putih

Landak, 2 Maret 2026 – Komandan Kodim 1210/Landak, Letkol Kav Andy Setio Untoro, memberikan pengarahan langsung kepada seluruh Babinsa jajaran dalam kegiatan KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) yang digelar di Aula Makodim 1210/Landak, Kabupaten Landak, Senin (2/3/2026).

Kegiatan ini diikuti para Danramil dan Bintara Pembina Desa sebagai bagian dari pembinaan satuan sekaligus penguatan peran aparat teritorial dalam mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah binaan.

Babinsa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Dandim 1210 Landak Perkuat Peran Babinsa dalam Program Koperasi Merah Putih
Dandim 1210 Landak beri pengarahan kepada Babinsa dalam program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih guna memperkuat pendampingan, transparansi, dan ketahanan ekonomi masyarakat desa. [Borneotribun/Tino)

Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa Babinsa merupakan ujung tombak TNI AD di desa. Peran mereka bukan sekadar pengawasan, tetapi juga pendampingan aktif sejak tahap pembentukan hingga pengelolaan koperasi.

Ia meminta Babinsa menjalin koordinasi intensif dengan kepala desa dan perangkatnya agar program Koperasi Merah Putih berjalan transparan, akuntabel, serta benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan KDKMP sangat bergantung pada keterlibatan aparat teritorial di lapangan. Kehadiran Babinsa diharapkan mampu membangun kepercayaan warga sekaligus memastikan koperasi menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Tekankan Administrasi dan Deteksi Dini

Selain aspek pendampingan, Dandim juga menyoroti pentingnya tertib administrasi dan pelaporan berjenjang. Setiap perkembangan di wilayah binaan harus terdokumentasi dengan baik sebagai bentuk akuntabilitas.

Babinsa juga diminta meningkatkan deteksi dini terhadap potensi permasalahan sosial maupun ekonomi yang dapat menghambat jalannya program koperasi. Dengan langkah preventif, diharapkan kendala dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Tak kalah penting, Dandim mengingatkan seluruh personel untuk menjaga soliditas, disiplin, dan nama baik satuan dalam setiap pelaksanaan tugas di tengah masyarakat.

Diskusi dan Evaluasi Lapangan

Pengarahan berlangsung tertib dan penuh semangat. Dalam sesi diskusi, para Babinsa menyampaikan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari pemahaman masyarakat tentang koperasi hingga persoalan teknis administrasi.

Melalui forum ini, diharapkan terjadi penyamaan persepsi serta penguatan komitmen bersama untuk mengawal KDKMP secara optimal di Kabupaten Landak. Program ini diyakini mampu menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa jika dikelola dengan profesional dan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi program administratif, tetapi benar-benar tumbuh sebagai kekuatan ekonomi berbasis gotong royong.

FAQ Seputar Kegiatan KDKMP di Landak

1. Apa itu KDKMP?
KDKMP adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengelolaan koperasi secara transparan dan profesional.

2. Apa peran Babinsa dalam KDKMP?
Babinsa berperan sebagai pendamping dan pengawas di lapangan, memastikan pembentukan dan pengelolaan koperasi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

3. Mengapa TNI terlibat dalam program koperasi desa?
Sebagai aparat teritorial, TNI memiliki tanggung jawab mendukung ketahanan wilayah, termasuk ketahanan ekonomi masyarakat desa.

4. Di mana kegiatan pengarahan ini dilaksanakan?
Kegiatan berlangsung di Aula Makodim 1210/Landak, Kabupaten Landak.

5. Apa harapan dari kegiatan ini?
Agar Koperasi Merah Putih berjalan optimal dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Landak.

Penulis: Tino

Sabtu, 28 Februari 2026

100 Siswa Landak Ikuti Psikotes KKRI Kodim 1210 Penuh Semangat dan Antusias

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

NGABANG -- Semangat generasi muda kembali terlihat di Kabupaten Landak. Sebanyak 100 siswa mengikuti psikotes Personel Korps Kadet Republik Indonesia yang digelar oleh Kodim 1210 Landak pada Kamis 26 Februari 2026 di sebuah sekolah Kristen swasta berasrama di Jalan MIKA Plasma 2 Km 14 Amboyo Inti Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

Kegiatan seleksi ini menjadi bagian dari program pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia yang berada di bawah naungan Kodim 1210/Landak. 

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Psikotes dilakukan untuk mengukur kesiapan mental, karakter, kemampuan kognitif, serta aspek kepribadian para peserta sebelum mengikuti tahapan pembinaan lanjutan.

Seleksi Ketat untuk Menjaring Generasi Berkarakter

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Sebanyak 100 siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi tes. Mereka berasal dari lingkungan sekolah berasrama di wilayah Ngabang yang dikenal aktif dalam kegiatan pembinaan karakter. 

Proses psikotes dirancang secara sistematis dan terukur agar hasilnya objektif serta mampu memetakan potensi terbaik siswa.

Komandan Kodim 1210 Landak, Andy Setio Untoro, menegaskan bahwa pembinaan melalui Korps Kadet Republik Indonesia bukan hanya fokus pada kekuatan fisik. 

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Menurutnya, program ini mengedepankan pembentukan mental tangguh, jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme.

Ia menjelaskan bahwa tahapan psikotes menjadi filter awal untuk memastikan peserta memiliki kesiapan mental dan integritas. 

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Dengan demikian, siswa yang terpilih nantinya benar-benar siap dibina menjadi generasi muda unggul yang berkontribusi positif bagi daerah.

Komitmen Membangun Masa Depan Kabupaten Landak

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini mencerminkan keseriusan TNI AD dalam membangun sumber daya manusia sejak usia sekolah. 

Melalui program Korps Kadet Republik Indonesia, pembinaan tidak hanya menargetkan prestasi akademik, tetapi juga ketahanan mental serta nilai kebangsaan.

Langkah ini diharapkan mampu melahirkan kader muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. 

Kabupaten Landak membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki kepemimpinan yang matang.

Bagi para siswa, mengikuti psikotes ini bukan sekadar tes biasa. Ini adalah peluang untuk mengembangkan diri, melatih disiplin, serta memperluas wawasan kebangsaan sejak dini.

FAQ

Apa itu Korps Kadet Republik Indonesia KKRI?
Korps Kadet Republik Indonesia adalah wadah pembinaan generasi muda yang berfokus pada penguatan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.

Mengapa psikotes penting dalam seleksi KKRI?
Psikotes digunakan untuk mengukur kesiapan mental, karakter, serta potensi kognitif peserta agar proses pembinaan lebih tepat sasaran.

Siapa yang menyelenggarakan kegiatan ini?
Kegiatan diselenggarakan oleh Kodim 1210 Landak sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di wilayah Kabupaten Landak.

Berapa jumlah peserta yang mengikuti psikotes?
Sebanyak 100 siswa mengikuti tahapan psikotes pada kegiatan tersebut.

Penulis: Tino | Editor: Heri Yakop