Berita BorneoTribun: Tapanuli Utara hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Tapanuli Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tapanuli Utara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Februari 2026

Dari Desa ke Panggung Nasional, Fadli Zon Terpikat Huta Art Space di Tanah Batak

Dari Desa ke Panggung Nasional, Fadli Zon Terpikat Huta Art Space di Tanah Batak
Dari Desa ke Panggung Nasional, Fadli Zon Terpikat Huta Art Space di Tanah Batak.

JAKARTA -- Bayangkan sebuah ruang seni di kampung halaman yang lahir dari cinta pada budaya, lalu mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Itulah yang terjadi di Siborong-Borong, Tapanuli Utara. Di balik ketenangan kawasan Danau Toba, sebuah gerakan budaya lokal diam-diam mencuri perhatian nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan langsung ke Huta Art Space, sebuah ruang seni dan budaya yang tumbuh dari inisiatif masyarakat lokal. Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk apresiasi nyata atas upaya pelestarian budaya yang berakar kuat dari kearifan lokal.

Dalam pernyataannya, Fadli Zon menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pendiri Huta Art Space merupakan contoh konkret bagaimana kecintaan terhadap budaya bisa berdampak besar bagi pemajuan kebudayaan nasional.

Menurutnya, apa yang dibangun di Siborong-Borong sejalan dengan amanat konstitusi, yakni memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Gerakan dari daerah seperti ini justru menjadi fondasi kuat bagi identitas budaya Indonesia.

Huta Art Space, Ruang Budaya yang Lahir dari Pulang Kampung

Huta Art Space berdiri sejak 5 Desember 2024 atas inisiatif fotografer Indonesia Edward Tigor Siahaan. Terletak di kawasan Danau Toba, ruang ini dirancang sebagai tempat bertemunya seni, sejarah, dan kehidupan masyarakat Batak.

Lebih dari sekadar galeri, Huta Art Space menjadi pusat kegiatan budaya yang hidup. Mulai dari pameran seni, pertunjukan budaya, hingga aktivitas edukatif berbasis warisan lokal, semuanya dirangkai untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat Batak.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon menyempatkan diri meninjau pameran foto bertajuk “Batak Retrospective: Inspiration from the Past”. Pameran ini menyuguhkan perjalanan panjang masyarakat Batak melalui arsip foto bersejarah yang disusun secara kronologis.

Menghidupkan Sejarah Lewat Arsip Visual

Pameran tersebut mengajak pengunjung menengok kehidupan masa lalu masyarakat Batak di Bonapasogit, tanah leluhur yang sarat nilai sejarah. Arsip foto karya fotografer, antropolog, dan peneliti Eropa menjadi jendela untuk memahami bagaimana masyarakat Batak membangun peradaban mereka.

Berbagai sisi kehidupan diangkat, mulai dari mata pencaharian, tradisi, sistem pendidikan, layanan kesehatan, hingga keterampilan pertukangan. Pendekatan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya membangun kesadaran akan perjuangan dan ketangguhan generasi terdahulu.

Melalui pameran ini, Huta Art Space ingin menanamkan rasa bangga dan apresiasi terhadap warisan budaya yang kerap terlupakan oleh zaman.

Apresiasi Menteri Kebudayaan untuk Gerakan Lokal

Fadli Zon menilai Huta Art Space sebagai contoh nyata bahwa pemajuan kebudayaan tidak harus selalu dimulai dari kota besar atau proyek berskala nasional. Justru, inisiatif individu yang lahir dari kepedulian dan kecintaan terhadap budaya mampu menciptakan dampak luas.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Tigor Siahaan yang memilih kembali ke kampung halaman dan membangun ruang budaya secara mandiri. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberanian sekaligus komitmen menjaga identitas budaya lokal.

Menurut Fadli, Huta Art Space bukan hanya ruang pamer, tetapi telah berkembang menjadi kantong budaya yang aktif, hidup, dan memberi ruang bagi ekspresi seni masyarakat sekitar.

Harapan Kolaborasi dan Masa Depan Budaya Lokal

Ke depan, Menteri Kebudayaan berharap Huta Art Space terus menghadirkan kegiatan budaya yang berkelanjutan. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, khususnya dalam promosi dan penguatan budaya lokal agar dikenal lebih luas.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ruang-ruang budaya berbasis komunitas. Huta Art Space dipandang sebagai wadah penting untuk edukasi budaya, refleksi sejarah, dan sumber inspirasi bagi generasi muda.

Dari Siborong-Borong, pesan kuat itu mengalir: budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan masa depan yang layak dirawat bersama.

Sabtu, 01 Oktober 2022

Satu Orang Meninggal akibat Gempa magnitudo 5,8 di Tapanuli Utara

Satu Orang Meninggal akibat Gempa dengan magnitudo 5,8 di Tapanuli Utara
Gempa bumi yang terjadi pada Sabtu dini hari (1/10/2022) menyebabkan kerusakan bangunan rumah dan tempat ibadah serta jalan umum di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. (BorneoTribune/ANTARA/Rinto Aritonang)
BorneoTribune, Tapanuli Utara - selain mengakibatkan satu orang meninggal dan beberapa orang terluka, gempa dengan magnitudo 5,8 yang terjadi pada Sabtu dini hari juga menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum. 

Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Bonggas Pasaribu, Sabtu (1/10/2022).

Kepada ANTARA, Bonggas mengatakan bahwa gempa bumi memicu terjadinya kebakaran kios, menyebabkan tanah longsor dan badan jalan rusak, serta mengakibatkan kerusakan rumah warga dan tempat ibadah.

Tempat ibadah yang rusak akibat gempa antara lain Gedung HKBP Tarutung Kota di Kota Tarutung. Selain itu, tidak sedikit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. 

​​​​​​"Sepanjang 50 hingga 60 meter badan jalan menuju kawasan wisata Salib Kasih juga tertutup material tanah longsor setinggi tiga meter," kata Bonggas.

Ia menambahkan, pemerintah kabupaten mengerahkan alat berat untuk membersihkan longsoran tanah di kawasan wisata Salib Kasih.

Menurut dia, gempa juga menyebabkan kerusakan seratusan meter bagian jalan di Desa Simorangkir, Kecamatan Siatasbarita, serta seratusan meter bagian jalan di Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung.

"Saat ini kita masih terus mendata kerusakan yang timbul akibat gempa bumi," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa yang terjadi di Tapanuli Utara pusatnya berada di darat pada kedalaman 10 km di koordinat 2,11 derajat Lintang Utara dan 98,83 derajat Bujur Timur.

Menurut Pelaksana Tugas ​​​​​​​Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa bumi tersebut termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar besar Sumatra segmen Renun.

Pewarta : Juraidi/Antara
Editor: Yakop