Berita BorneoTribun: Teknologi Antariksa hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Antariksa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Agustus 2025

NASA Ungkap Foto Bumi dan Bulan dari Jarak 290 Juta Kilometer di Angkasa

Foto Bumi dan Bulan dari jarak 290 juta kilometer yang diabadikan wahana antariksa NASA Psyche
Foto Bumi dan Bulan dari jarak 290 juta kilometer yang diabadikan wahana antariksa NASA Psyche.

JAKARTA - NASA kembali memamerkan pemandangan langka dari luar angkasa. Pesawat antariksa Psyche yang diluncurkan pada Oktober 2023 berhasil menangkap gambar Bumi dan Bulan dari jarak sekitar 290 juta kilometer. Foto tersebut diambil pada Juli 2025 saat tim misi melakukan uji coba kamera pesawat sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju asteroid kaya logam bernama (16) Psyche yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter.

Dalam gambar yang dibagikan NASA, Bumi tampak sebagai titik kecil berkilau di hamparan gelap kosmos, sementara Bulan terlihat samar sedikit di atasnya. Pemandangan ini mengingatkan publik pada foto legendaris “Pale Blue Dot” yang diabadikan oleh Voyager 1 pada 1990 dari jarak 6 miliar kilometer. Meski jaraknya jauh lebih dekat dibanding momen ikonik tiga dekade lalu, foto terbaru ini tetap menyuguhkan rasa takjub sekaligus kesadaran akan betapa rapuhnya Bumi di tengah luasnya semesta.

Menurut penjelasan tim misi, uji coba kamera ini dilakukan untuk memastikan instrumen mampu merekam objek yang memantulkan cahaya matahari dengan jelas. “Pengujian ini sangat penting sebelum Psyche sampai ke tujuan utamanya. Jika kamera berhasil menangkap Bumi dan Bulan yang relatif kecil dari jarak ratusan juta kilometer, artinya sistem sudah siap merekam asteroid dengan detail yang dibutuhkan,” kata salah satu insinyur misi NASA dalam keterangan resminya.

Asteroid Psyche sendiri punya diameter sekitar 280 kilometer dan diyakini sebagai inti logam telanjang dari sebuah protoplanet purba. Objek ini berputar di bagian luar sabuk asteroid utama, dan menjadi target menarik bagi ilmuwan karena bisa memberikan petunjuk bagaimana inti logam planet terbentuk. Untuk mencapainya, wahana antariksa harus menempuh perjalanan total sekitar 3,54 miliar kilometer. Jika semua berjalan sesuai rencana, Psyche diperkirakan tiba di orbit asteroid tersebut pada Juli 2029.

Foto Bumi dan Bulan yang dibagikan NASA ini bukan sekadar hasil uji coba teknis, melainkan juga pengingat visual tentang posisi manusia di alam semesta. Para peneliti menilai setiap misi jarak jauh seperti ini memberi peluang baru untuk menguji teknologi sekaligus membangkitkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga planet tempat kita tinggal. Sementara itu, para ilmuwan tengah bersiap menganalisis data lebih lanjut dari kamera Psyche yang mampu merekam cahaya tampak maupun inframerah teknologi yang nantinya akan membuka lebih banyak rahasia tentang komposisi logam asteroid tujuan mereka.

Minggu, 10 Agustus 2025

Teleskop James Webb Temukan Lalu Kehilangan Eksoplanet Raksasa Dekat Alpha Centauri yang Diduga Punya Air

Ilustrasi eksoplanet raksasa di dekat bintang Alpha Centauri A yang diamati teleskop James Webb.
Ilustrasi eksoplanet raksasa di dekat bintang Alpha Centauri A yang diamati teleskop James Webb.

JAKARTA - Sebuah temuan mengejutkan datang dari tim astronom internasional. Pada 2024, teleskop luar angkasa James Webb mendeteksi sebuah eksoplanet raksasa berukuran mirip Saturnus di dekat Alpha Centauri A, salah satu bintang terdekat dari Bumi. 

Namun, pada 2025 ini, upaya pencarian ulang planet tersebut gagal total. 

Para ilmuwan menduga, planet itu sementara “menghilang” karena tertelan silau cahaya bintangnya, sehingga tak terlihat oleh instrumen Webb.

Menurut perhitungan peneliti, objek ini kemungkinan akan muncul kembali pada 2026 atau 2027. 

Jika keberadaannya terkonfirmasi, eksoplanet ini akan menjadi dunia terdekat yang berada di zona laik huni—wilayah di sekitar bintang yang suhunya memungkinkan air tetap cair. 

Meski begitu, ukurannya yang sangat besar membuat peluang adanya kehidupan mirip Bumi terbilang kecil. 

“Sinyalnya sangat tipis, nyaris di batas kemampuan teleskop. Jadi semua kesimpulan masih butuh verifikasi,” ujar salah satu ilmuwan yang terlibat dalam riset ini.

Ilustrasi eksoplanet raksasa di dekat bintang Alpha Centauri A yang diamati teleskop James Webb.
Ilustrasi eksoplanet raksasa di dekat bintang Alpha Centauri A yang diamati teleskop James Webb.

Alpha Centauri sendiri merupakan sistem tiga bintang yang terdiri dari Alpha Centauri A, Alpha Centauri B, dan Proxima Centauri yang berjenis katai merah. 

Letaknya hanya sekitar empat tahun cahaya dari Bumi, menjadikannya target emas bagi pencarian planet-planet luar tata surya. 

Untuk mengamati objek misterius ini, tim memanfaatkan instrumen inframerah James Webb yang dilengkapi koronograf perangkat yang memblokir cahaya bintang demi menangkap objek yang lebih redup di sekitarnya.

Rencananya, pada 2027 pencarian ini akan mendapat dukungan dari teleskop luar angkasa baru bernama Nancy Grace Roman. 

Teleskop ini diklaim mampu memindai area langit 100 kali lebih luas dibanding Hubble dengan resolusi setara, plus memiliki koronograf eksperimental untuk mengamati eksoplanet secara langsung. 

Jika dua teleskop raksasa ini bekerja sama, peluang membuktikan keberadaan planet raksasa tersebut akan jauh lebih besar, sekaligus membuka babak baru dalam pencarian dunia asing yang berpotensi dihuni.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Perseverance Tunjukkan Panorama Mars Paling Jernih Sepanjang Misi

Panorama resolusi tinggi Mars dari rover Perseverance, menampilkan bekas pengeboran, bukit sejauh 65 km, dan batu besar di atas pasir berbentuk sabit.
Panorama resolusi tinggi Mars dari rover Perseverance, menampilkan bekas pengeboran, bukit sejauh 65 km, dan batu besar di atas pasir berbentuk sabit.

JAKARTA - NASA kembali mencuri perhatian pecinta sains antariksa. Rover Perseverance berhasil mengabadikan panorama paling jernih dari permukaan Mars sejak awal misinya pada 2021. 

Foto ini diambil saat momen langka turunnya debu di atmosfer planet merah pada awal Agustus 2025, tepat di wilayah kawah Jezero, lokasi utama eksplorasi rover tersebut.

Panorama ini tersusun dari 96 foto resolusi tinggi yang diambil secara bertahap ketika debu Mars sedang mereda peristiwa yang hanya terjadi sekitar sekali setiap dua tahun. 

Momen tersebut dimanfaatkan tim pengolah citra NASA untuk menghasilkan pemandangan yang sangat detail. 

Dalam foto itu, terlihat jelas bekas pengeboran batu untuk pengambilan sampel di bagian depan, jajaran bukit sejauh 65 kilometer di kejauhan, hingga jejak roda yang menjadi saksi perjalanan Perseverance menuju titik pemotretan.

NASA menyebut salah satu objek paling menarik dalam panorama ini adalah sebuah batu besar yang terletak di atas pola pasir berbentuk sabit. 

Para ilmuwan menjulukinya floating rock atau “batu mengapung” karena posisinya terlihat tidak biasa. 

Batu ini diperkirakan berpindah ke lokasi tersebut akibat tiupan angin kuat, aliran air di masa lalu, atau bahkan peristiwa longsor. 

"Asal-usul pastinya masih menjadi misteri yang ingin kami ungkap," tulis tim NASA dalam rilis resminya.

Hasil jepretan ini bukan hanya sekadar pamer kecanggihan kamera Perseverance, tetapi juga menjadi data penting bagi studi geologi Mars. 

Dengan kualitas visual yang lebih bersih dari biasanya, peneliti dapat mengidentifikasi tekstur tanah, pola angin, hingga potensi lokasi pengambilan sampel berikutnya. 

Ke depan, NASA berencana merilis versi interaktif panorama ini agar publik bisa “menjelajahi” Mars secara virtual dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.