Berita BorneoTribun: Teknologi Apple hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Apple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Apple. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2026

Performa MacBook Neo Muncul Di Benchmark, Hampir Setara iPhone 16 Pro

Benchmark awal MacBook Neo menunjukkan performa hampir setara iPhone 16 Pro dengan chip A18 Pro. Simak hasil tes performa MacBook Neo dan perbandingannya dengan perangkat Apple lain.
Benchmark awal MacBook Neo menunjukkan performa hampir setara iPhone 16 Pro dengan chip A18 Pro. Simak hasil tes performa MacBook Neo dan perbandingannya dengan perangkat Apple lain.

JAKARTA -- Hasil uji awal performa MacBook Neo mulai bermunculan dan menunjukkan kinerja yang hampir setara dengan iPhone 16 Pro. Hal ini tidak mengejutkan karena laptop terbaru Apple tersebut menggunakan chipset yang sama, yaitu A18 Pro.

Berdasarkan hasil benchmark awal, MacBook Neo mencatat skor 3.461 pada uji single-core, 8.668 pada multi-core, dan 31.286 pada Metal test yang mengukur performa grafis serta kemampuan pemrosesan komputasi dan 3D.

Sebagai perbandingan, iPhone 16 Pro mencatat skor 3.445 pada single-core, 8.624 pada multi-core, serta 32.575 pada Metal. Data tersebut menunjukkan bahwa performa dasar MacBook Neo sangat mendekati smartphone flagship Apple tersebut.

Media teknologi MacRumors juga membandingkan hasil ini dengan beberapa perangkat Apple lainnya. MacBook Air M1 mencatat skor 2.346 / 8.342 / 33.148, sementara MacBook Air M4 jauh lebih tinggi dengan 3.696 / 14.730 / 54.630.

Perangkat lain seperti iPad Air M3 memperoleh skor 3.048 / 11.678 / 44.395, sedangkan iPad 11 berada di angka 2.587 / 6.036 / 19.395 dalam pengujian yang sama.

Dalam uji grafis Metal, MacBook Neo sedikit tertinggal dari iPhone 16 Pro. Hal ini dinilai wajar karena laptop tersebut memiliki satu inti GPU lebih sedikit dibandingkan smartphone tersebut.

Jika dibandingkan dengan lini Mac yang sudah ada, performa multi-core A18 Pro pada MacBook Neo relatif setara dengan chip M1 di MacBook Air. Namun untuk kinerja single-core, performanya justru lebih tinggi dan mendekati level chip M3 atau M4.

Kinerja single-core yang kuat dianggap cocok untuk target pengguna MacBook Neo. Aktivitas seperti browsing web, pengolahan dokumen, dan streaming umumnya lebih bergantung pada performa single-core dibandingkan multi-core.

Di sisi lain, hasil benchmark juga menegaskan bahwa MacBook Neo tidak dirancang untuk pekerjaan berat seperti editing video, produksi musik, pemodelan 3D, atau komputasi profesional yang membutuhkan performa multi-core tinggi.

Apple sendiri tidak membandingkan MacBook Neo secara langsung dengan Mac, iPad, atau iPhone lainnya dalam materi pemasaran. Perusahaan lebih menempatkan perangkat ini sebagai pesaing laptop Windows di kelas harga yang sama.

Dalam materi promosinya, Apple menyebut chip A18 Pro hingga 50 persen lebih cepat dalam tugas sehari-hari dibandingkan PC terlaris dengan Intel Core Ultra 5. Selain itu, chip tersebut diklaim mampu menjalankan tugas kecerdasan buatan tiga kali lebih cepat dan memproses foto dua kali lebih cepat.

Saat ini baru tersedia satu hasil benchmark publik, sehingga rata-rata performa masih bisa berubah setelah lebih banyak pengujian dilakukan. Meski demikian, angka yang muncul sejauh ini dinilai sesuai dengan ekspektasi awal terhadap perangkat tersebut.

Apple memasarkan MacBook Neo dengan harga mulai 599 dolar AS atau sekitar Rp9–10 jutaan tergantung kurs. Harga tersebut setara dengan iPhone 17e.

Laptop ini sudah tersedia untuk pre-order, sementara penjualan resminya dijadwalkan mulai 11 Maret.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Apple Watch Ultra 3 Bakal Punya Layar Lebih Besar, Rilis September 2025

Apple Watch Ultra 3 dengan layar lebih besar dan bezel tipis
Apple Watch Ultra 3 dengan layar lebih besar dan bezel tipis.

Jakarta – Apple dikabarkan akan merilis generasi terbaru Apple Watch Ultra 3 pada September 2025. Informasi ini mencuat setelah situs MacRumors menemukan petunjuk di versi beta iOS 26 yang mengindikasikan peningkatan ukuran layar. 

Resolusi panel terbaru mencapai 422 x 514 piksel, lebih tinggi dari model sebelumnya yang hanya 410 x 502 piksel. 

Menariknya, layar yang lebih besar ini disebut hadir tanpa membesarkan bodi jam, melainkan dengan mengecilkan bezel.

Peningkatan resolusi ini memungkinkan Apple menampilkan lebih banyak informasi pada layar, mulai dari data kebugaran, notifikasi, hingga tampilan aplikasi yang lebih lega. 

Selain itu, rumor menyebut Ultra 3 akan hadir dengan layar lebih terang dan refresh rate lebih tinggi untuk interaksi yang lebih mulus. 

Bocoran juga menyebut penggunaan chip Apple S11 yang diklaim meningkatkan performa, efisiensi daya, dan memperpanjang masa pakai baterai.

Fitur lain yang ramai dibicarakan adalah dukungan konektivitas satelit. Dengan teknologi ini, pengguna bisa tetap terhubung meski berada di area tanpa jaringan seluler atau Wi-Fi. 

Namun, sumber industri menilai layanan tersebut kemungkinan hanya tersedia di beberapa negara. 

Apple juga dilaporkan menguji fitur kesehatan baru seperti pengukuran tekanan darah, meski belum ada konfirmasi apakah akan langsung hadir di seri ini. 

“Apple tampaknya fokus pada peningkatan fungsi tanpa mengubah desain fisik yang sudah kokoh,” tulis MacRumors.

Jika semua rumor ini benar, Apple Watch Ultra 3 bisa menjadi smartwatch premium dengan layar lega, performa tinggi, dan fitur komunikasi darurat yang lebih lengkap. 

Kehadirannya berpotensi memperkuat dominasi Apple di pasar wearable high-end. 

Semua detail akan terungkap saat peluncuran resmi yang diperkirakan berlangsung pada September mendatang.