Berita BorneoTribun: Terapis Spa Bekasi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Terapis Spa Bekasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terapis Spa Bekasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2026

Terungkap! Terapis SPA Ditemukan Tewas di Kos Bekasi, Polisi Tangkap Terduga Pelaku di Lebak

Terungkap! Terapis SPA Ditemukan Tewas di Kos Bekasi, Polisi Tangkap Terduga Pelaku di Lebak. (Gambar ilustrasi)
Terungkap! Terapis SPA Ditemukan Tewas di Kos Bekasi, Polisi Tangkap Terduga Pelaku di Lebak. (Gambar ilustrasi)

Kasus kematian tragis seorang terapis SPA di Kota Bekasi akhirnya mulai menemui titik terang. Polisi berhasil menangkap seorang pria bernama Ahmad Riansa yang diduga kuat terlibat dalam kematian korban berinisial SM (23).

Korban diketahui ditemukan meninggal dunia di dalam kamar Kos Al-Ash yang berlokasi di Jalan Letnan Arsyad Raya Nomor 3, RT 004 RW 012, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar karena korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar kosnya sendiri.

Penangkapan Ahmad Riansa dilakukan oleh aparat kepolisian pada Minggu malam, 11 Januari 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Lokasi penangkapan berada di Kampung Sanding, Kelurahan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

Kepala Subdirektorat Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa F. Marasabessy, membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, telah dilakukan penangkapan terhadap Ahmad Riansa,” ujar AKBP Ressa dalam keterangan tertulisnya, Senin, 12 Januari 2026.

Sebelumnya, jasad SM pertama kali ditemukan pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 20.26 WIB. Kecurigaan bermula ketika korban tidak dapat dihubungi sejak siang hari. Karena khawatir, ibu korban meminta seorang pria berinisial AS, yang mengaku sebagai pihak keluarga, untuk mengecek kondisi SM di kosannya.

“Korban sudah tidak bisa dihubungi sejak siang,” jelas AKBP Ressa.

Sesampainya di lokasi, AS sempat mengetuk pintu kamar kos korban, namun tidak ada respons sama sekali. Merasa ada yang tidak beres, AS kemudian meminta bantuan pengelola kos berinisial DRH untuk membuka pintu kamar.

Karena pintu terkunci dari dalam, keduanya akhirnya membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Saat pintu berhasil dibuka, pemandangan memilukan langsung terlihat.

“Korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ungkap AKBP Ressa.

Di sekitar tubuh korban, polisi menemukan botol berisi cairan pembersih toilet serta muntahan, yang kini menjadi bagian penting dari barang bukti. Temuan ini masih terus didalami oleh penyidik untuk memastikan penyebab pasti kematian serta motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berjalan. Polisi memastikan akan mengusut kasus ini secara tuntas agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap dan keadilan bagi korban bisa ditegakkan.