Berita BorneoTribun: Tinju Indonesia hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Tinju Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tinju Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2026

Indonesia Dipercaya Asia! Jakarta Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Asia U19 & U23 2026

Indonesia Dipercaya Asia! Jakarta Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Asia U19 & U23 2026
Indonesia Dipercaya Asia! Jakarta Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Asia U19 & U23 2026.

Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga. Indonesia resmi mendapat kepercayaan besar dari Asian Boxing untuk menjadi tuan rumah Asian Boxing U19 & U23 Men’s and Women’s Championships 2026. Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Juli 2026, dan akan menjadi sorotan utama tinju amatir se-Asia.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati). Ketua Umum Perbati, Ray Zulham, menegaskan bahwa Indonesia siap menjalankan amanah tersebut secara maksimal.

“Perbati berkomitmen menyelenggarakan kejuaraan ini secara profesional, transparan, dan sesuai standar Asian Boxing serta World Boxing,” ujar Ray Zulham dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Terpilih Lewat Seleksi Ketat, Indonesia Buktikan Kelas Dunia

Bukan tanpa alasan Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Menurut Ray, penunjukan ini melalui proses seleksi dan evaluasi yang ketat oleh Asian Boxing. Jakarta akhirnya dipilih berkat rekam jejaknya yang solid dalam menggelar event olahraga internasional besar, seperti Asian Games dan Asian Para Games.

Kepercayaan ini dinilai sebagai momen penting bagi kebangkitan tinju amatir Tanah Air.

“Ini bukan sekadar menjadi tuan rumah. Lebih dari itu, ini tentang membangun ekosistem tinju Indonesia yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

36 Negara, Ratusan Atlet Muda Asia Siap Bertanding

Kejuaraan ini akan diikuti oleh 36 negara anggota Asian Boxing, dengan estimasi sekitar 400 petinju putra dan putri di kategori usia U19 dan U23. Tak hanya atlet, ratusan ofisial dan delegasi dari berbagai negara Asia juga dipastikan hadir.

Ajang ini menjadi panggung krusial bagi petinju muda untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional sekaligus menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang tinju amatir di Asia.

Persiapan Matang, Dukungan Pemerintah Penuh

Sebagai tuan rumah, Perbati telah menyiapkan berbagai aspek penting, mulai dari arena pertandingan dan latihan berstandar internasional, akomodasi, transportasi, layanan medis dan anti-doping, hingga produksi siaran serta promosi.

Tak hanya itu, penyelenggaraan kejuaraan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Republik Indonesia, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga, sebagai wujud komitmen negara dalam mendorong prestasi olahraga dan pembinaan atlet muda.

Lebih dari Sekadar Kejuaraan, Momentum Sport Tourism Indonesia

Perbati berharap Indonesia tak hanya sukses secara teknis sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu meninggalkan kesan positif bagi perkembangan tinju nasional dan Asia.

Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan Indonesia, khususnya Jakarta, sebagai destinasi sport tourism yang kompetitif di mata dunia.

Dengan kepercayaan besar ini, Indonesia kembali menunjukkan bahwa mampu berdiri sejajar dan dipercaya di panggung olahraga internasional. Kini, sorotan Asia tertuju ke Jakarta.

Minggu, 10 Agustus 2025

El Rumi Menang TKO Kilat, Masalah Headguard Bikin Jefri Nichol Tak Puas di Superstar Knockout Vol. 3

El Rumi merayakan kemenangan TKO atas Jefri Nichol di ajang Superstar Knockout Vol. 3 di JCC Jakarta
El Rumi merayakan kemenangan TKO atas Jefri Nichol di ajang Superstar Knockout Vol. 3 di JCC Jakarta.

Jakarta – Laga panas antara El Rumi dan Jefri Nichol di ajang Superstar Knockout Vol. 3 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada Sabtu malam (9/8/2025) berakhir mengejutkan. 

Wasit menghentikan pertarungan di ronde pertama hanya dalam hitungan detik, memberikan kemenangan technical knockout (TKO) untuk El Rumi. 

Pertandingan yang dimulai pukul 23.20 WIB itu diwarnai protes halus dari Jefri Nichol yang terlihat terganggu dengan masalah pada headguard-nya.

Dari pantauan langsung di arena, Nichol beberapa kali memegang bagian pelindung kepala, seolah mengisyaratkan ada gangguan teknis. 

Meski begitu, wasit tetap menghentikan duel demi alasan keselamatan petarung. Keputusan itu langsung memicu reaksi beragam dari penonton. 

Banyak yang kecewa karena laga yang sudah lama dinantikan justru berakhir terlalu singkat.

“Kami sudah beli tiket mahal dan datang jauh-jauh, tapi pertandingannya cuma sebentar,” keluh seorang penonton yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara belum memberi pernyataan resmi terkait kemungkinan rematch. 

Beberapa penggemar di media sosial menyerukan agar diadakan pertarungan ulang dengan durasi penuh agar publik benar-benar bisa menilai kemampuan keduanya. 

Sementara itu, El Rumi hanya memberi komentar singkat, “Ini hasil kerja keras. Saya menghargai semua lawan saya, termasuk Nichol.”

Meski kemenangan ini menambah catatan positif El Rumi di dunia tinju selebriti, sorotan kini tertuju pada respons resmi dari kubu Nichol dan panitia. 

Publik menunggu klarifikasi terkait masalah headguard yang dialami Nichol, sekaligus kepastian apakah akan ada laga ulang untuk memuaskan rasa penasaran penonton.

El Rumi Tumbangkan Jefri Nichol dalam 38 Detik, Ungkap Ketakutan Terbesarnya di Dunia Tinju

El Rumi merayakan kemenangan TKO atas Jefri Nichol di ajang Superstar Knockout Vol. 3 di JCC Jakarta.
El Rumi merayakan kemenangan TKO atas Jefri Nichol di ajang Superstar Knockout Vol. 3 di JCC Jakarta.

Jakarta – El Rumi kembali menunjukkan dominasinya di ring tinju setelah mengalahkan Jefri Nichol hanya dalam waktu 38 detik pada ajang Superstar Knockout Vol. 3 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu malam (9/8/2025). 

Pertarungan yang dimulai pukul 23.20 WIB itu berakhir cepat setelah wasit menghentikan duel di ronde pertama dan memberikan kemenangan technical knockout (TKO) untuk putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty tersebut. 

Keputusan itu diambil karena Jefri terlihat kesulitan bertahan dan mengalami dislokasi bahu.

Sejak bel pertama dibunyikan, El langsung tampil agresif melancarkan pukulan bertubi-tubi. Jefri yang sempat berusaha menghindar akhirnya kewalahan. 

Dalam pernyataan resmi di Instagram @icbchampionship, penyelenggara menjelaskan bahwa sesuai aturan tinju, petinju harus mampu membela diri setiap saat. 

“Aturan nomor satu tinju adalah bela diri sendiri setiap saat. Wasit bertugas melindungi kedua petinju. Saat itu, Jefri Nichol tidak dapat membela diri, sehingga wasit menghentikan pertarungan,” tulis pihak penyelenggara.

Meski meraih kemenangan impresif, El Rumi mengungkapkan bahwa ia memiliki kekhawatiran yang jauh lebih besar dari sekadar cedera fisik. 

Saat ditemui di Jakarta Pusat sehari sebelum laga, El Rumi mengaku takut dengan risiko penyakit degeneratif seperti Parkinson yang bisa muncul bertahun-tahun setelah karier tinju. 

“Kalau cedera biasa mungkin sebulan dua bulan hilang, tapi kalau 10 tahun kemudian kena Parkinson, itu enggak lucu,” ucap El dengan nada serius. 

El Rumi juga menyebut keluarganya, terutama sang ibu, selalu meminta dirinya mengenakan pelindung kepala demi mengurangi risiko.

Dukungan dari orang terdekat seperti sang kekasih, Syifa Hadju, diakuinya selalu dibarengi rasa cemas. 

“Perempuan pasti punya kekhawatiran, entah ibu, entah pacar. Apalagi ibu, namanya tinju pasti ada kekhawatiran,” ujarnya. 

Meski begitu, El Rumi bertekad untuk terus berlatih dan menjaga keselamatan di setiap laga. 

El Rumi menegaskan akan menggunakan perlengkapan pelindung lengkap serta fokus meminimalkan risiko jangka panjang. 

Publik kini menantikan apakah El akan kembali naik ring dalam waktu dekat, sekaligus melihat bagaimana ia menjaga kesehatannya di tengah olahraga yang penuh risiko ini.