Berita BorneoTribun: Toleransi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Toleransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toleransi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Fairid Naparin Puji Harmoni Warga Palangka Raya Selama Perayaan Paskah

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengapresiasi warga atas suasana kondusif selama Paskah, menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengapresiasi warga atas suasana kondusif selama Paskah, menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.

Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga suasana harmonis dan kondusif selama perayaan Paskah. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti nyata kuatnya toleransi antarumat beragama di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Menurut Fairid, perayaan Paskah bukan hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.

“Paskah bukan hanya momentum keagamaan bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Fairid di Palangka Raya, Senin.

Sebagai Wali Kota yang kini memasuki periode kedua kepemimpinannya, Fairid menilai sikap saling menghormati yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menegaskan, sikap tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta falsafah lokal Huma Betang yang telah lama dipegang masyarakat Kalimantan Tengah.

Sinergi Warga, Tokoh Agama, Dan Aparat Jadi Kunci

Fairid menyebut terciptanya suasana aman dan damai selama perayaan Paskah tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, tokoh agama, hingga aparat keamanan yang terus memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi faktor utama dalam menciptakan rasa aman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah Paskah.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan selama perayaan Paskah. Ini menunjukkan bahwa nilai toleransi dan gotong royong masih terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga berharap semangat kebersamaan yang terlihat selama Paskah dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, persatuan di tengah perbedaan merupakan bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

“Keberagaman adalah kekuatan kita. Dengan saling menghargai dan menjaga toleransi, kita bisa membangun Kota Palangka Raya semakin maju, aman, dan sejahtera,” tambah Fairid.

Forkopimda Pantau Langsung Malam Paskah

Dalam upaya memastikan perayaan berjalan kondusif, Wali Kota Palangka Raya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung pada malam akhir pekan lalu.

Pemantauan tersebut dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut Km 12 Palangka Raya, salah satu lokasi yang menjadi pusat kegiatan malam Paskah.

Dalam kegiatan itu, Fairid didampingi sejumlah unsur pimpinan daerah, termasuk Kapolda Kalimantan Tengah dan Kapolresta Palangka Raya, untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan tertib.

Fairid menegaskan, kehadiran pemerintah bersama aparat keamanan bukan hanya bentuk pengawasan, tetapi juga simbol kebersamaan dengan masyarakat.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya, saya mengucapkan selamat Paskah bagi seluruh masyarakat yang merayakan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemantauan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan warga sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga toleransi antarumat beragama.

“Pemantauan kemarin lebih dari sekadar pemantauan, tetapi juga silaturahmi sebagai bukti komitmen kita menjaga keberagaman bersama seluruh warga,” katanya.

Toleransi Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Pengamat sosial dan pemerhati kebijakan publik menilai, stabilitas sosial yang tercipta dari kerukunan masyarakat menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Ketika masyarakat hidup rukun dan saling menghormati, berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan lebih efektif.

Palangka Raya sendiri dikenal sebagai kota dengan tingkat keberagaman tinggi, di mana berbagai agama dan latar belakang budaya hidup berdampingan. Kondisi ini membuat nilai toleransi menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga persatuan masyarakat.

Dengan keberhasilan menjaga suasana kondusif selama perayaan Paskah, pemerintah daerah berharap semangat toleransi tidak hanya hadir pada momen keagamaan, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ

1. Siapa Wali Kota Palangka Raya saat ini?
Wali Kota Palangka Raya saat ini adalah Fairid Naparin yang sedang menjalani periode kedua kepemimpinannya.

2. Apa yang disampaikan Wali Kota terkait perayaan Paskah?
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat karena berhasil menjaga suasana harmonis dan kondusif selama perayaan Paskah.

3. Mengapa toleransi antarumat penting di Palangka Raya?
Karena masyarakatnya beragam, toleransi menjadi kunci menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah.

4. Di mana pemantauan malam Paskah dilakukan?
Pemantauan dilakukan di TPU Jalan Tjilik Riwut Km 12 Palangka Raya.

5. Apa harapan pemerintah setelah perayaan Paskah?
Pemerintah berharap semangat kebersamaan dan toleransi terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 31 Maret 2026

Bupati Sujiwo Siapkan Agenda Religi Jadi Daya Tarik Wisata Kubu Raya

Pemkab Kubu Raya dorong wisata religi melalui agenda keagamaan tahunan seperti Selawat Akbar, Imlek, dan Natal untuk tingkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat'.

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mengarahkan berbagai agenda keagamaan tahunan sebagai bagian dari pengembangan wisata religi. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus memperkuat nilai spiritual dan toleransi di tengah masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan keagamaan telah resmi dimasukkan dalam kalender tahunan daerah dan akan dikemas lebih menarik agar memiliki daya tarik wisata.

“Empat agenda untuk umat Muslim seperti pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, dan peringatan Tahun Baru Islam sudah kita tetapkan. Ke depan, ini juga kita dorong menjadi bagian dari wisata religi di Kubu Raya,” ujar Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.

Potensi Besar Wisata Religi di Kubu Raya

Menurut Sujiwo, kegiatan seperti Selawat Akbar yang biasanya digelar saat Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isra Mikraj memiliki potensi besar untuk menarik partisipasi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Tidak hanya fokus pada umat Muslim, konsep wisata religi di Kubu Raya juga dirancang secara inklusif dengan melibatkan berbagai agama.

“Kita juga mengagendakan kegiatan seperti Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak, Nyepi, dan lainnya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis keberagaman dan toleransi,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata berbasis budaya dan spiritual.

Dorong Ekonomi Lokal Lewat Event Keagamaan

Selain memperkuat nilai sosial, pengembangan wisata religi juga diyakini dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Kunjungan wisatawan saat perayaan keagamaan berlangsung diprediksi akan berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, kuliner, hingga sektor jasa.

Dengan konsep event yang terjadwal dan terintegrasi, pemerintah berharap Kubu Raya bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kalimantan Barat.

Bundaran Gaforaya Jadi Pusat Aktivitas

Dalam mendukung pengembangan ini, pemerintah juga menyoroti keberadaan Bundaran Gaforaya yang kini menjadi ikon baru daerah.

Kawasan tersebut dinilai strategis untuk dijadikan pusat kegiatan keagamaan, seni, dan budaya.

“Bundaran Gaforaya ini kita harapkan menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua kalangan,” kata Sujiwo.

Imbauan Jaga Fasilitas Publik

Meski demikian, Sujiwo mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, tertib, dan nyaman.

Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

“Fasilitas ini kita hadirkan untuk masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu wisata religi di Kubu Raya?
Wisata religi adalah konsep pariwisata berbasis kegiatan keagamaan yang dikemas menarik untuk dikunjungi wisatawan.

2. Agenda apa saja yang masuk wisata religi?
Beberapa di antaranya pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, Imlek, Natal, Waisak, dan Nyepi.

3. Apa tujuan pengembangan wisata religi ini?
Untuk meningkatkan pariwisata, memperkuat toleransi, serta mendorong ekonomi masyarakat lokal.

4. Di mana pusat kegiatan wisata religi?
Salah satunya akan dipusatkan di Bundaran Gaforaya sebagai ikon baru daerah.

5. Apakah wisata religi hanya untuk umat tertentu?
Tidak. Konsep ini bersifat inklusif dan melibatkan seluruh agama di Kubu Raya.

Sabtu, 21 Maret 2026

Momen Idul Fitri 1447 H, Ribuan Warga Bengkayang Penuhi Lapangan

Ribuan umat Muslim Bengkayang melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H dengan khidmat, dihadiri pejabat daerah dan berlangsung lancar serta penuh kebersamaan. (gambar ilustrasi)
Ribuan umat Muslim Bengkayang melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H dengan khidmat, dihadiri pejabat daerah dan berlangsung lancar serta penuh kebersamaan. (gambar ilustrasi)

Bengkayang -- Ribuan umat Muslim di Kabupaten Bengkayang melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh khidmat di Lapangan Kompi Senapan C, Kelurahan Bumi Emas, Sabtu pagi.

Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah mulai memadati area yang berada di lingkungan Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yudha tersebut. Antusiasme warga terlihat tinggi, dengan saf-saf shalat terisi rapat hingga ke tepi lapangan.

Suasana Khusyuk Diiringi Gema Takbir

Gema takbir berkumandang di seluruh kawasan, menciptakan suasana religius yang begitu terasa. Momen ini menjadi simbol kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Pelaksanaan shalat Id juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Riza dan Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Pesan Khutbah: Jaga Silaturahmi Dan Hapus Ego Sektoral

Dalam khutbahnya, khatib Syamsul Bahri menekankan pentingnya menjaga hubungan baik, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat luas.

Ia juga mengajak jamaah untuk menghapus ego sektoral demi memperkuat kerukunan, khususnya di tengah keberagaman masyarakat Bengkayang.

“Idul Fitri adalah momentum untuk kembali ke fitrah, memperbaiki hubungan sosial, dan memperkuat persaudaraan,” pesannya.

Panitia Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

Pengurus PHBI Kabupaten Bengkayang, Aris, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal, termasuk fasilitas pendukung bagi jamaah.

“Alhamdulillah, pelaksanaan shalat Idul Fitri berjalan lancar. Kapasitas jemaah di lokasi ini mencapai sekitar 2.000 orang,” ujarnya.

Ia berharap momentum Idul Fitri bisa dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarwarga setelah menjalani Ramadhan.

Ajakan Perkuat Toleransi Sosial

Sementara itu, pengurus Masjid Agung Syuhada Bengkayang, Suandi, mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai ajang saling memaafkan dan memperkuat toleransi sosial.

Menurutnya, nilai kebersamaan dan saling menghormati perlu terus dijaga demi menciptakan masyarakat yang harmonis dan maju.

Pengamanan Ketat, Pelaksanaan Tertib

Pelaksanaan shalat Id berlangsung aman dan tertib dengan dukungan pengamanan dari personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP.

Usai shalat, suasana haru dan bahagia terlihat saat para jamaah saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan sebelum meninggalkan lokasi dengan tertib.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Di mana lokasi shalat Idul Fitri di Bengkayang?
Dilaksanakan di Lapangan Kompi Senapan C, Kelurahan Bumi Emas.

2. Berapa jumlah jamaah yang hadir?
Diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.

3. Siapa saja yang hadir dalam kegiatan tersebut?
Wakil Bupati Bengkayang, Kapolres, tokoh agama, dan masyarakat.

4. Apa pesan utama dalam khutbah Idul Fitri?
Menjaga silaturahmi, menghapus ego sektoral, dan memperkuat kerukunan.

5. Bagaimana pelaksanaan kegiatan?
Berjalan lancar, aman, dan tertib dengan pengamanan gabungan.

Selasa, 07 Maret 2023

Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Kapuas Hulu: Ribuan Warga Padati GOR Meski Hujan Turun

Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad di Kapuas Hulu: Ribuan Warga Padati GOR Meski Hujan Turun
Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad di Kapuas Hulu: Ribuan Warga Padati GOR Meski Hujan Turun.
KAPUAS HULU, KALBAR – Ribuan warga Kapuas Hulu memadati GOR Uncak Kapuas pada Minggu malam (5/3/2023) untuk menyaksikan Tabligh Akbar dari Ustaz Abdul Somad (UAS), seorang penceramah fenomenal.

Meskipun hujan turun di kota yang dijuluki Bumi Uncak Kapuas, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk mendengarkan tausiyah langsung dari UAS.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan M.M., M.H., serta Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat S.T., dan Forkopimda turut hadir untuk mendampingi UAS.

Dalam tausiyahnya, UAS mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebhinekaan dan terciptanya keharmonisan antar-umat beragama.

Tabligh Akbar, Ustaz Abdul Somad, Kapuas Hulu, GOR Uncak Kapuas, hujan, kebhinekaan, keharmonisan, toleransi, persatuan, Kesatuan Bangsa, Safari Dakwah, Kalimantan Barat, Masjid Agung Darunnajah, Putussibau

UAS menyampaikan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku dan agama, serta terbentang luas kurang lebih 17 ribu pulau, sehingga menjaga kebhinekaan merupakan suatu kewajiban yang harus terus dirawat. 

Ia juga menyatakan bahwa banyak orang dari luar negeri kagum dengan kebhinekaan Indonesia dan ingin melihatnya.

Tabligh Akbar, Ustaz Abdul Somad, Kapuas Hulu, GOR Uncak Kapuas, hujan, kebhinekaan, keharmonisan, toleransi, persatuan, Kesatuan Bangsa, Safari Dakwah, Kalimantan Barat, Masjid Agung Darunnajah, Putussibau

Wagub Ria Norsan terpukau dengan semangat dan antusiasme masyarakat Kapuas Hulu yang memadati tempat acara meskipun hujan turun.

Ia juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga keharmonisan dan toleransi, sehingga akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu.

Tabligh Akbar, Ustaz Abdul Somad, Kapuas Hulu, GOR Uncak Kapuas, hujan, kebhinekaan, keharmonisan, toleransi, persatuan, Kesatuan Bangsa, Safari Dakwah, Kalimantan Barat, Masjid Agung Darunnajah, Putussibau

Sebelumnya, kedatangan Wagub Ria Norsan bersama UAS disambut dengan semarak oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat S.T. di Bandara Pangsuma Putussibau, dengan menggunakan adat tepung tawar melayu. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari Safari Dakwah UAS di beberapa daerah di Provinsi Kalbar.

Tabligh Akbar, Ustaz Abdul Somad, Kapuas Hulu, GOR Uncak Kapuas, hujan, kebhinekaan, keharmonisan, toleransi, persatuan, Kesatuan Bangsa, Safari Dakwah, Kalimantan Barat, Masjid Agung Darunnajah, Putussibau

Rencananya, Ustaz Abdul Somad akan memberikan Tausiyah Subuh Bersama di Masjid Agung Darunnajah Kota Putussibau pada hari Senin, 6 Maret 2023. (*)

Minggu, 24 Mei 2020

Peduli Sesama, OMK, Pemuda Kristen Dan Bhabinkamtibmas Amankan Sholat ID


Fhoto : Tim Pengamanan Di Bawah Komando Bhabinkamtibmas.

BORNEOTRIBUN I SEKADAU - Sebagai wujud toleransi antar umat beragama, Bhabinkamtibmas Brigadir Alexander Aldo gandeng OMK dan Pemuda kristen melakukan pengamanan pelaksanaan Sholat Id di Masjid Nurul Huda dusun segori desa gonis tekam. Minggu, 24/5/20.   

Pengamanana dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga muslim yang sedang beribadah di hari kemenangan. 

Aldo juga menghimbau warga untuk tetap mematuhi himbauan pemerintah agar terhindar dari penularan virus corona.


Penulis : Tim Liputan 
Editor    : Herman