Berita BorneoTribun: Toyota hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Toyota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toyota. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Toyota Masih Rajai Pasar Mobil RI, BYD Dan Jaecoo Mulai Curi Perhatian

Penjualan mobil kuartal I 2026 masih didominasi Toyota dan merek Jepang, namun BYD dan Jaecoo dari China mulai menunjukkan tren pertumbuhan signifikan.
Penjualan mobil kuartal I 2026 masih didominasi Toyota dan merek Jepang, namun BYD dan Jaecoo dari China mulai menunjukkan tren pertumbuhan signifikan.

JAKARTA - Penjualan mobil penumpang di Indonesia sepanjang kuartal I 2026 masih didominasi merek Jepang. Namun, kehadiran pabrikan asal China mulai menunjukkan pengaruh signifikan, terutama di segmen kendaraan listrik.

Berdasarkan data ritel dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, total penjualan mobil penumpang selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 211.905 unit.

Angka ini menunjukkan bahwa pasar otomotif nasional masih stabil, meskipun persaingan makin ketat dengan munculnya pemain baru dari luar Jepang.

Toyota Masih Jadi Raja Pasar Mobil Indonesia

Dominasi merek Jepang masih sangat terasa di awal 2026. Posisi teratas kembali ditempati oleh Toyota dengan total penjualan 64.416 unit atau pangsa pasar 30,4 persen.

Penjualan Toyota per bulan tercatat cukup stabil:

  • Januari: 22.066 unit

  • Februari: 22.812 unit

  • Maret: 19.538 unit

Di posisi kedua, masih dari grup yang sama, Daihatsu mencatatkan 34.653 unit dengan pangsa 16,4 persen.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Suzuki dengan total 19.026 unit atau sekitar 9 persen pangsa pasar.

Persaingan Lima Besar Semakin Ketat

Urutan berikutnya ditempati oleh beberapa merek Jepang lainnya yang masih konsisten di pasar nasional.

Mitsubishi Motors berada di posisi keempat dengan 18.469 unit terjual (8,7 persen).

Kemudian, Honda melengkapi lima besar dengan total 13.001 unit atau pangsa 6,1 persen.

Dominasi lima besar ini memperlihatkan bahwa loyalitas konsumen Indonesia terhadap merek Jepang masih sangat kuat, terutama di segmen kendaraan keluarga dan niaga ringan.

BYD Dan Jaecoo Jadi Pendatang Baru Yang Menarik Perhatian

Meski merek Jepang masih dominan, kejutan datang dari pabrikan kendaraan listrik asal China, yaitu BYD.

BYD berhasil menembus enam besar dengan total 10.265 unit dan pangsa pasar 4,8 persen. Capaian ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi.

Tak kalah menarik, merek baru Jaecoo yang baru hadir sekitar lima bulan di Indonesia sudah mencatatkan 7.927 unit (3,7 persen).

Capaian tersebut bahkan melampaui penjualan Hyundai yang mencatat 4.824 unit (2,3 persen).

Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa pabrikan China mulai serius bersaing di pasar domestik.

Daftar 10 Besar Mobil Terlaris Kuartal I 2026

Selain nama-nama besar di atas, beberapa merek lain juga masuk dalam daftar 10 besar.

Di antaranya:

  • Wuling dengan 3.643 unit

  • Chery dengan 3.433 unit

Sementara itu, segmen premium tetap memiliki pasar tersendiri.

Beberapa merek premium seperti:

  • BMW: 644 unit

  • Lexus: 258 unit

  • Mercedes-Benz: 242 unit

Walau volumenya kecil, segmen ini tetap stabil karena menyasar pasar kelas menengah atas.

Merek Baru Mulai Unjuk Gigi Di Pasar Indonesia

Selain merek utama, beberapa jenama baru mulai menunjukkan eksistensinya di pasar domestik.

Beberapa di antaranya adalah:

  • VinFast: 601 unit

  • Jetour: 591 unit

  • Xpeng: 434 unit

Kehadiran merek-merek ini memperlihatkan bahwa pasar otomotif nasional semakin kompetitif dan terbuka bagi inovasi baru.

Dominasi Jepang Masih Kuat, Tapi Persaingan Akan Berubah

Secara keseluruhan, pasar mobil penumpang di Indonesia pada kuartal I 2026 masih dikuasai oleh merek dari Japan.

Namun, meningkatnya penetrasi pabrikan dari China—khususnya di segmen kendaraan listrik—menjadi indikasi awal perubahan peta persaingan industri otomotif di masa depan.

Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta dukungan pemerintah terhadap elektrifikasi kendaraan.

FAQ

1. Berapa total penjualan mobil di Indonesia kuartal I 2026?
Total penjualan mobil penumpang pada Januari–Maret 2026 mencapai 211.905 unit berdasarkan data Gaikindo.

2. Merek mobil apa yang paling laris di Indonesia awal 2026?
Toyota masih menjadi merek mobil paling laris dengan penjualan 64.416 unit.

3. Apakah mobil China mulai diminati di Indonesia?
Ya, beberapa merek seperti BYD dan Jaecoo menunjukkan peningkatan penjualan signifikan, terutama di segmen kendaraan listrik.

4. Mengapa merek Jepang masih mendominasi pasar mobil?
Faktor utama meliputi jaringan layanan luas, reputasi kualitas, serta loyalitas konsumen yang sudah terbentuk selama puluhan tahun.

5. Apakah kendaraan listrik akan mendominasi pasar mobil ke depan?
Trennya menunjukkan peningkatan minat terhadap kendaraan listrik, namun dominasi penuh masih membutuhkan waktu dan dukungan infrastruktur.

Kamis, 18 Juli 2024

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Dorong Pemanfaatan Bioetanol untuk Energi Terbarukan di Sektor Transportasi

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Dorong Pemanfaatan Bioetanol untuk Energi Terbarukan di Sektor Transportasi
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Dorong Pemanfaatan Bioetanol untuk Energi Terbarukan di Sektor Transportasi.
JAKARTA – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mendorong pemanfaatan bahan bakar bioetanol di sektor transportasi guna meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan. Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia telah sukses dengan program biosolar hingga B35 dan segera ke B40, upaya tersebut masih belum cukup untuk menyelesaikan transisi energi.

"Transisi energi atau transformasi energi belum selesai, kita masih bergantung pada bahan bakar fosil. Oleh karena itu harus dilengkapi oleh bioetanol ini," kata Bob dalam sebuah acara di Jakarta pada Selasa (9/7).

Bioetanol di Negara Lain

Bob menjelaskan bahwa di beberapa negara, penggunaan bahan bakar etanol sudah umum, seperti E10 dan E20 di Amerika Serikat.

Mesin-mesin Toyota juga sudah dirancang agar bisa menggunakan campuran bahan bakar tersebut tanpa memerlukan perubahan spesifikasi signifikan.

Harapan untuk Bioetanol di Indonesia

Toyota berharap bioetanol bisa menjadi salah satu pilar utama dalam transisi menuju penggunaan energi terbarukan di Indonesia. 

Meskipun saat ini Indonesia belum memproduksi etanol secara massal, Bob menyebutkan bahwa kebutuhan jenis bahan bakar ini bisa dipenuhi dengan impor.

"Kita bisa melakukan impor tapi di-trade off dengan ekspor. Jadi, sebenarnya membuka peluang bagi ekonomi kita untuk tumbuh dengan adanya etanol ini dengan melakukan trade off," kata Bob.

Dia menambahkan, "Makanya kita segera komunikasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, bahwa ini bisa trade off dengan negara lain."

Kendaraan Berbahan Bakar Fleksibel (FFV)

Dalam upaya mendukung penggunaan bioetanol di sektor transportasi, Toyota menyiapkan kendaraan berbahan bakar fleksibel (flex fuel vehicle/FFV). FFV adalah mobil yang dirancang dapat menggunakan campuran bensin dan bahan bakar alternatif, seperti etanol. 

Kendaraan ini memiliki mesin yang dapat beroperasi dengan berbagai kombinasi bensin dan etanol atau etanol 100 persen, yang menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca selama pembakaran.

Salah satu contoh teknologi FFV adalah mobil konsep Kijang Innova Zenix Hybrid FFV. Kendaraan ini menggunakan motor listrik yang dipadukan dengan mesin pembakaran dalam berbahan bakar etanol, sehingga lebih ramah lingkungan. 

Mobil konsep ini dapat menggunakan etanol yang berasal dari berbagai sumber seperti tebu, sorgum, jagung, singkong, dan lain-lain tergantung pada ketersediaan sumber daya di wilayah setempat. Selain itu, teknologi ini juga diterapkan pada Toyota Fortuner FFV.

Apresiasi dan Dukungan Pemerintah

Toyota mengapresiasi upaya pemerintah dalam menerbitkan regulasi-regulasi untuk mempromosikan penggunaan bioetanol. 

Dukungan terus-menerus dari pemerintah memperkuat komitmen Toyota untuk memperkenalkan teknologi yang lebih baik dan lebih bersih yang sesuai untuk Indonesia.

"Kita ingin industri otomotif Indonesia itu maju dan untuk maju itu kita harus bergerak duluan sebelum ada perubahan," kata General Manager Engineering Management Division PT TMMIN, Irwin Tristanto. 

"Mudah-mudahan dengan adanya teknologi di otomotif ini juga bisa mempercepat diversifikasi energi di Indonesia demi pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia," tambahnya.

Inisiatif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dalam mendorong penggunaan bioetanol di sektor transportasi merupakan langkah penting dalam transisi energi menuju penggunaan energi baru terbarukan. 

Dengan dukungan dari pemerintah dan teknologi kendaraan berbahan bakar fleksibel, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mempercepat diversifikasi energi demi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

PT TMMIN Perkenalkan Kijang Innova Zenix Hybrid FFV di GIIAS 2024

PT TMMIN Perkenalkan Kijang Innova Zenix Hybrid FFV di GIIAS 2024
PT TMMIN Perkenalkan Kijang Innova Zenix Hybrid FFV di GIIAS 2024.
JAKARTA - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperkenalkan mobil konsep Kijang Innova Zenix Hybrid flex fuel vehicle (FFV) sebagai bentuk kesiapan mereka dalam mengadopsi energi baru terbarukan. Pengumuman ini disampaikan oleh General Manager Engineering Management Division PT TMMIN, Irwin Tristanto, di Jakarta, pada Selasa (9/7).

"Pemerintah memang ada rencana mengembangkan energi terbarukan. Ini tentunya kita ingin menunjukkan bahwa produk kita itu sudah siap untuk mengonsumsi dengan bahan bakar tersebut," ujar Irwin.

Kendaraan dengan bahan bakar fleksibel atau FFV adalah kendaraan yang dirancang untuk menggunakan campuran bensin dengan bahan bakar alternatif seperti etanol. Mesin kendaraan ini dapat beroperasi dengan berbagai kombinasi bensin dan etanol atau etanol 100 persen, yang menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca dalam proses pembakaran.

Secara global, FFV diklasifikasikan untuk E85-E100 yang kompatibel dengan kendaraan. FFV dapat diterapkan pada kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran internal (ICE), mesin hibrida (HEV), dan plugin hybrid (PHEV).

Kijang Innova Zenix Hybrid FFV, yang dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, menggunakan motor listrik yang dipadukan dengan mesin pembakaran internal berbahan bakar etanol, sehingga lebih ramah lingkungan. Mobil konsep ini dapat menggunakan etanol yang berasal dari tebu, sorgum, jagung, singkong, dan sebagainya, tergantung pada ketersediaan sumber daya di wilayah setempat.

Menurut studi internal Toyota, tingkat emisi CO2 "Well to Wheel" Kijang Innova Zenix Hybrid FFV lebih dari 60 persen lebih rendah dibandingkan dengan Kijang Innova Zenix berbahan bakar konvensional, dan lebih dari 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan Kijang Innova Zenix Hybrid.

PT TMMIN sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi FFV dengan mengoptimalkan penggunaan etanol. Hal ini akan meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan Indonesia sesuai dengan peta jalan energi nasional. Namun, produksi massal Kijang Innova Zenix Hybrid FFV akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, regulasi, kebijakan harga, insentif, dan aspek lainnya.

"Jadi, kapanpun dibutuhkan kita siap, baik domestik maupun ekspor. Jadi, nanti kita tunggu saja perkembangan energi terbarukan pemerintah ini seperti apa, ketersediaannya seperti apa, yang jelas kita sudah menyediakan kendaraannya," kata Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Bob Azam.

Oleh: ANTARA
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Yakop

Minggu, 18 Februari 2024

Toyota Hadirkan Permainan Balapan Menarik untuk Pengunjung Pameran Otomotif

Toyota Hadirkan Permainan Balapan Menarik untuk Pengunjung Pameran Otomotif
Tenan Toyota suguhkan simulator balapan dengan Agya GR di IIMS 2024 (ANTARA/Fitra Ashari)
JAKARTA - Tenan Toyota menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung Indonesia Internasional Motor Show 2024 dengan mempersembahkan permainan simulator balapan menggunakan mobil balap Agya GR. 

Operator simulator Toyota GR Adrian menjelaskan bahwa tujuan dari simulator ini adalah untuk mengajak pengunjung merasakan sensasi mengendarai mobil balap seolah-olah di lintasan sungguhan.

"Pertama adanya display Toyota Agya GR buat orang-orang bisa merasakan mobilnya dan di simulatornya mobil ini dalam bentuk game jadi orang bisa merasakan mengendarainya," kata Adrian kepada ANTARA di lokasi pameran di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Simulator dan replika Toyota Agya GR ini berhasil memikat perhatian pengunjung, dengan lebih dari 40 orang mencoba menjadi "pembalap" di permainan ini. 

Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para calon pemain. 

Mereka harus mendaftar melalui kode QR yang tersedia di booth Toyota, memiliki tinggi minimal 150 sentimeter, dan usia minimal dewasa.

"Karena ini simulator bukan seperti di pusat permainan biasa, ini harus dewasa atau cukup panjang badannya, terus steeringnya agak berat jadi nggak bisa anak-anak," jelas Adrian.

Selain tinggi badan, Adrian juga menyarankan para pemain untuk memiliki pengetahuan dasar tentang mengemudi mobil, terutama mobil balap. 

Sirkuit untuk simulasi balapan ini menggunakan Sirkuit Internasional Sentul dengan skema time trial dua putaran.

Meskipun terlihat seperti permainan yang sederhana dengan mengandalkan pedal gas dan rem, banyak pengunjung yang mengalami kesulitan, terutama saat menghadapi belokan tajam.

"Susah ternyata, banyak nabrak rumput pas belok karena setirnya ternyata berat ya, tapi seru," ujar Setyo (35), salah seorang pengunjung.

"Jauh dari bayangan ya, kirain liatnya gampang kayak game biasa tapi ga diduga susah juga," tambah Audi (29).

Selain menyajikan simulator, Toyota juga menyediakan berbagai aksesori seperti topi, kaos, dan jaket dengan harga mulai dari Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah.

Oleh: Antara/Fitra Ashari
Editor: Yakop

Sabtu, 27 Januari 2024

Nathasya Natalia Ungkap Cara Kerja Toyota Mirai

Tampak samping Toyota Mirai berbahan hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) di xEV Center milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat, Senin (22/1/2024). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
Tampak samping Toyota Mirai berbahan hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) di xEV Center milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat, Senin (22/1/2024). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
JAKARTA - Di tengah berkembangnya teknologi otomotif, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperkenalkan fasilitas pembelajaran elektrifikasi yang menawarkan inovasi terbaru, termasuk kendaraan berbahan hidrogen, seperti Toyota Mirai yang merupakan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Menurut Nathasya Natalia, seorang presenter di xEV Center, Karawang, Jawa Barat, Toyota Mirai akan tersedia di fasilitas tersebut sekitar setahun setelah pembukaan xEV Center pada Mei 2022. 

Dia menjelaskan bahwa Toyota Mirai menggunakan fuel cell untuk menghasilkan listrik, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan mobil. 

"Dia itu punya salah satu platform di sini untuk me-generate listrik melalui stack. Jadi hidrogen itu akan di-generate sehingga bisa menghasilkan listrik dan ujungnya dia akan keluar air," ujarnya.

Nathasya menjelaskan bahwa saat mobil berjalan pada kecepatan rendah, seperti 30 km/jam, energi diperoleh dari baterai. 

Namun, saat kecepatan meningkat menjadi normal sekitar 50-60 km/jam, energi yang dihasilkan dari hidrogen digunakan untuk menjaga mobil tetap berjalan, sementara sebagian energi dialirkan ke baterai untuk mengisi ulang. 

"Fungsi? Sama seperti hybrid, keduanya akan menyuplai, karena dia butuh akselerasi penuh jadi baik dari stack-nya dan dari baterai akan menyuplai sehingga dia bisa akselerasi penuh atau ngebut," tambah Nathasya.

Selain menjelaskan cara kerja kendaraan, Nathasya juga membahas perilaku berkendara, terutama dalam konteks mobil listrik. 

Irwin Tristanto, General Manager Engineering Management Division PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), juga menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang bagi pengendara mobil listrik. 

"Mau ke mana, berapa km dan reduce berapa persen (baterainya). Jadi saat ini harus benar-benar terencana di mana bisa nge-charge, jangan sampai sudah 20 persen baru cari charger-an. Memang dianjurkan, mendekati 20 persen itu sudah mulai mencari (stasiun pengisian)," jelas Tristanto.

Tampak samping Toyota Mirai berbahan hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) di xEV Center milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat, Senin (22/1/2024). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
Tampak samping Toyota Mirai berbahan hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) di xEV Center milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat, Senin (22/1/2024). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
Dalam konteks penggunaan baterai, Nathasya menjelaskan pentingnya pemahaman tentang teknologi baterai untuk menghindari risiko, seperti percikan api. 
"Baterai itu teknologi terus dikembangkan. Battery management system itu yang menjaga supaya yang dikhawatirkan semisal ada percikan api, tidak terjadi. Bagaimana konsumen mengetahui dan percaya, dibuktikan dengan pemakaian," kata Nathasya.

Selain Toyota Mirai sebagai FCEV, pengunjung xEV Center juga dapat mempelajari tentang Hybrid Electric Vehicle (HCEV) dan simulasi cara kerja baterainya. 
Mereka juga mendapatkan informasi tentang pentingnya menuju era elektrifikasi dan carbon neutrality, serta contoh implementasi ekosistem hijau dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kelestarian lingkungan.

General Manager Toyota: Hindari Genangan saat Berkendara Mobil Listrik

Toyota FT-Se, mobil listrik konsep Toyota.
Toyota FT-Se, mobil listrik konsep Toyota.
JAKARTA - General Manager Divisi Manajemen Teknik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Irwin Tristanto, menyatakan bahwa meskipun seseorang dapat menggunakan mobil listrik saat hujan, lebih baik untuk menghindari genangan air dengan ketinggian tertentu.

Menurutnya, "Baterai berada di bawah, sehingga sebaiknya hindari genangan air karena dapat masuk air. Jika ada genangan yang tinggi, sebaiknya tidak dilalui. Desain kendaraan telah melalui pengujian dalam kondisi genangan air, misalnya setinggi 30 cm."

Irwin juga membahas perawatan khusus selama musim hujan, yang secara umum mirip dengan perawatan mobil konvensional, termasuk pemeriksaan rutin sistem pengereman, oli, dan air cleaner.

"Sistem diperiksa untuk melihat adanya ketidaknormalan, tetapi biasanya jika ada masalah dengan sistem listrik, akan ada peringatan pada meter. Meskipun tidak dijelaskan secara spesifik, segera laporkan ke bengkel. Kami di Toyota memiliki alat uji kecerdasan yang dapat mengidentifikasi masalahnya," tambahnya.

Terkait pengisian daya mobil listrik saat hujan, Irwin menyatakan bahwa mengisi daya saat hujan aman karena standar keselamatan telah diimplementasikan untuk memastikan pengguna mobil listrik dapat mengisi daya kendaraannya kapan pun.

Baik kendaraan listrik maupun stasiun pengisian daya EV didesain untuk menangani berbagai jenis cuaca, termasuk hujan, untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna.

Strategi Toyota Mendukung Kemajuan Industri Nikel untuk Mobil Listrik

General Manager Engineering Management Divison PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Irwin Tristanto saat memberikan paparan di xEV Center, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/1/2024).   (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
General Manager Engineering Management Divison PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Irwin Tristanto saat memberikan paparan di xEV Center, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/1/2024).   (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
JAKARTA - General Manager Engineering Management Divison PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Irwin Tristanto, menyoroti beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh pengguna mobil listrik, terutama terkait waktu dan perencanaan perjalanan. 

Menurutnya, pengguna mobil listrik harus memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk pengisian daya, yang merupakan hal yang berbeda dengan mengisi bahan bakar konvensional di stasiun pengisian bahan bakar.

"Andaikata traveling, ke SPBU ngisi cuma dua menit tiga menit, selesai. Kalau BEV kan harus charging artinya ada yang harus di-sarcrifice waktunya customer. Nah memang behavior itu yang memang perlu disesuaikan," ujar Irwin di xEV Center, Karawang, Jawa Barat.

Irwin menekankan pentingnya merencanakan perjalanan dengan cermat, termasuk menghitung jarak yang akan ditempuh dan ketersediaan daya baterai mobil.

"Pengguna mobil listrik perlu merencanakan perjalanannya dengan baik, termasuk menghitung estimasi kebutuhan daya untuk menempuh jarak yang diinginkan. Misalnya akan menempuh 100-200 km, baterai cukup enggak, artinya perlu di-charge. Amannya sampai rumah di-charge, itu pun kalau cukup. di rumah ada charging," jelasnya.

Irwin juga menyebutkan bahwa untuk pengisian daya mobil listrik di rumah, diperlukan kapasitas daya minimal sekitar 3000 VA.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menambahkan pembahasan mengenai pentingnya perilaku berkendara yang aman dalam konteks mobil listrik.

"Khusus untuk mobil listrik ini behavior harus berubah. Safety behavior juga harus lebih baik. Bicara mobil listrik bukan hanya mengenai nikelnya, mobilnya, tetapi harus berbicara mengenai orangnya," ujar Bob Azam.

Bob Azam juga menyampaikan pandangannya terkait kemungkinan mobil listrik menjadi alternatif transportasi di perkotaan, yang dapat diisi daya di rumah.

"Mungkin akan jadi kendaraan alternatif di perkotaan, bisa di-charging di rumah. Mungkin starting dengan yang sifatnya practical seperti itu. Kita juga masih menerka-nerka," katanya.

Dalam konteks teknologi baterai, Bob Azam menyebut bahwa Toyota mempertimbangkan keefisienan teknologi dan mencari solusi untuk mendukung industri nikel di Indonesia.