Berita BorneoTribun: Uni Emirat Arab hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Uni Emirat Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uni Emirat Arab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2026

Prancis Siap Danai Rafale F5 Sendiri Usai Retaknya Kerja Sama Dengan UEA

Prancis siap danai Rafale F5 secara mandiri setelah hubungan dengan UEA merenggang, menunjukkan ambisi besar dalam industri pertahanan global.
Prancis siap danai Rafale F5 secara mandiri setelah hubungan dengan UEA merenggang, menunjukkan ambisi besar dalam industri pertahanan global.

Prancis dikabarkan siap mengambil langkah besar dengan mendanai sendiri pengembangan jet tempur generasi terbaru Rafale F5. Keputusan ini muncul di tengah dinamika hubungan yang kurang mulus dengan Uni Emirat Arab dalam kerja sama pertahanan yang sebelumnya direncanakan. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Paris ingin menjaga kemandirian militernya di tengah persaingan global yang semakin ketat, Jumat (3/4/2026).

Dalam beberapa waktu terakhir, proyek pengembangan Rafale F5 memang menjadi sorotan. Pesawat tempur ini digadang-gadang sebagai versi paling canggih dari keluarga Rafale, dengan teknologi terbaru yang mencakup sistem tempur berbasis kecerdasan buatan, peningkatan kemampuan stealth, serta integrasi drone tempur pendukung.

Awalnya, pengembangan ini diharapkan melibatkan kerja sama internasional, termasuk dengan Uni Emirat Arab yang dikenal sebagai salah satu mitra penting dalam pembelian alutsista Prancis. Namun, munculnya perbedaan kepentingan dan arah kebijakan membuat rencana kolaborasi tersebut mengalami hambatan.

Pemerintah Prancis disebut tidak ingin bergantung pada pihak luar dalam proyek strategis ini. Dengan mendanai sendiri Rafale F5, Prancis berupaya memastikan kontrol penuh terhadap teknologi, produksi, hingga distribusi jet tempur tersebut di masa depan.

Keputusan ini juga dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi industri pertahanan dalam negeri. Selain itu, hal ini dapat membuka peluang ekspor baru ke negara-negara yang mencari alternatif jet tempur modern di luar produk Amerika Serikat atau Rusia.

Di sisi lain, pengembangan Rafale F5 tidak hanya sekadar soal teknologi militer. Ini juga menjadi simbol ambisi Prancis untuk tetap menjadi pemain utama dalam industri dirgantara global. Dengan meningkatnya tensi geopolitik di berbagai kawasan, kebutuhan akan sistem pertahanan canggih diperkirakan akan terus meningkat.

Meski begitu, langkah mendanai proyek secara mandiri tentu bukan tanpa risiko. Biaya pengembangan yang besar bisa menjadi beban tersendiri, terutama jika tidak diimbangi dengan kontrak pembelian dari negara lain.

Para analis menilai, keputusan ini adalah perjudian yang terukur. Jika berhasil, Rafale F5 bisa menjadi salah satu jet tempur paling diminati di pasar global. Namun jika tidak, Prancis harus menanggung biaya besar tanpa jaminan keuntungan signifikan.

Untuk saat ini, dunia masih menunggu bagaimana realisasi proyek ambisius ini berjalan. Satu hal yang pasti, langkah Prancis ini menunjukkan bahwa persaingan teknologi militer global akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan.

Selasa, 03 Maret 2026

UEA Bantah Stok Pertahanan Udara Menipis Akibat Serangan Iran

UEA membantah laporan Bloomberg soal stok pertahanan udara yang menipis akibat serangan Iran. Pemerintah menegaskan sistem pertahanan tetap kuat dan cadangan amunisi strategis aman.
UEA membantah laporan Bloomberg soal stok pertahanan udara yang menipis akibat serangan Iran. Pemerintah menegaskan sistem pertahanan tetap kuat dan cadangan amunisi strategis aman.

Uni Emirat Arab -- Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab atau UEA pada Selasa secara resmi membantah laporan Bloomberg yang menyebut kemampuan pertahanan udara negara tersebut menipis setelah menghadapi serangan Iran di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tegas itu disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab, yang menilai laporan Bloomberg sebagai klaim palsu dan menyesatkan terkait kesiapan sistem pertahanan canggih UEA.

UEA Bantah Stok Pertahanan Udara Menipis

Dalam pernyataan resminya, pemerintah UEA menegaskan bahwa negara tersebut memiliki sistem pertahanan udara yang terintegrasi dan berlapis, mulai dari jarak pendek, menengah, hingga jarak jauh. Sistem tersebut dirancang untuk menghadapi berbagai ancaman udara secara efektif.

Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa UEA disebut meminta sekutu-sekutunya menyediakan rudal jarak menengah untuk memperkuat sistem pertahanan udara. Laporan itu juga menyinggung bahwa Qatar meminta dukungan tambahan untuk menghadapi potensi serangan drone.

Bahkan, dalam laporan tersebut disebutkan bahwa persediaan rudal Patriot milik Qatar diperkirakan hanya mampu bertahan selama empat hari dalam tingkat penggunaan saat ini.

UEA Klaim Miliki Cadangan Amunisi Strategis

Menanggapi kabar tersebut, pihak UEA memastikan bahwa mereka memiliki cadangan amunisi strategis dalam jumlah signifikan. Cadangan ini diklaim mampu menjamin keberlanjutan kemampuan intersepsi dan respons dalam jangka panjang.

Pemerintah juga menekankan bahwa kesiapan operasional penuh tetap terjaga untuk melindungi keamanan wilayah udara serta kedaulatan nasional.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, terutama setelah serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, pada Sabtu 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa titik di Timur Tengah. Situasi ini memicu kekhawatiran global mengenai eskalasi konflik yang lebih luas.

Dampak Geopolitik dan Stabilitas Kawasan

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan regional, termasuk negara-negara Teluk seperti UEA dan Qatar. Isu mengenai pertahanan udara menjadi perhatian serius karena kawasan ini memiliki kepentingan strategis dan infrastruktur vital energi dunia.

Dengan bantahan resmi ini, UEA berupaya menegaskan posisi dan kredibilitas pertahanannya di tengah sorotan internasional.

Bagi Anda yang mengikuti dinamika geopolitik Timur Tengah, penting untuk mencermati setiap pernyataan resmi dari pemerintah terkait, agar tidak terjebak pada informasi yang belum terverifikasi.

FAQ

1. Apa isi laporan Bloomberg tentang UEA?
Bloomberg melaporkan bahwa kemampuan pertahanan udara UEA disebut menipis akibat menangkal serangan Iran dan meminta bantuan sekutu untuk suplai rudal.

2. Bagaimana respons resmi UEA?
Kementerian Luar Negeri UEA membantah tegas laporan tersebut dan menyebutnya sebagai klaim palsu serta menyesatkan.

3. Apakah konflik Iran memengaruhi kawasan Teluk?
Ya, ketegangan Iran dengan AS dan Israel berdampak pada stabilitas keamanan regional, termasuk negara-negara Teluk.

4. Apakah UEA memiliki cadangan amunisi cukup?
Menurut pernyataan resmi, UEA memiliki cadangan amunisi strategis yang signifikan untuk menjaga kesiapan pertahanan dalam jangka panjang.

Rabu, 30 Juni 2021

Israel Resmi Buka Kedutaan Besar di Uni Emirat Arab

Israel Resmi Buka Kedutaan Besar di Uni Emirat Arab
Israel Resmi Buka Kedutaan Besar di Uni Emirat Arab.

BORNEOTRIBUN.COM - Israel hari Selasa (29/6) meresmikan kantor kedutaan besar di Uni Emirat Arab, sembilan bulan setelah kedua negara menandatangani perjanjian normalisasi. 

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid hari Selasa (29/6) meresmikan Kedutaan Besar Israel di Uni Emirat Arab, menandai kunjungan tingkat tertinggi seorang pejabat Israel ke negara di Teluk Arab itu sejak normalisasi hubungan kedua negara sembilan bulan lalu. 

Yair Lapid, bersama Menteri Kebudayaan Uni Emirat Arab Noura Al Kaabi, bergabung dengan Rabi Levi Duchman untuk meletakkan mezuzah di pintu kedutaan yang baru diresmikan. 

Mezuzah adalah perkamen atau kertas yang terbuat dari kulit, yang bertuliskan teks-teks agama dan dipasang di tiang pintu rumah Yahudi sebagai tanda keimanan atau doa. 

Biasanya mezuzah diletakkan terakhir kali di rumah atau kantor baru sebagai bagian dari peresmian tempat itu. 

Lapid mencuit “Israel tertarik pada perdamaian dengan semua tetangganya. Kami tidak akan kemana-mana. 

Timur Tengah adalah rumah kami. Kami tingal di sini dan kami menyerukan semua negara di kawasan untuk menyadari hal ini.” 

Ia kemudian bertemu dengan mitranya, Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan di ibu kota Abu Dhabi, dan kembali mencuit foto ketika ia bersalaman tak lama setelah pembukaan kantor kedutaan itu. 

AS Sambut Baik Pembukaan Kedubes Israel di UEA Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken menyambut baik pembukaan kantor itu dan menyebutnya sebagai hal yang “bersejarah.” 

“Kunjungan Lapid dan pembukaan kedutaan besar pertama Israel di sebuah negara Teluk merupakan hal yang signifikan bagi Israel, bagi Uni Emirat Arab dan kawasan yang lebih luas,” ujar Blinken dalam sebuah pernyataan. 

Sejumlah menteri Israel telah melawat ke Uni Emirat Arab sebelumnya, tetapi Lapid – yang baru ditunjuk sebagai menteri luar negeri – merupakan pejabat Israel yang paling senior yang melawat ke negara itu dalam kapasitas sebagai misi resmi. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat mengatakan Lapid akan melangsungkan pertemuan dengan “lima menteri Uni Emirat Arab dalam kurang dari 30 jam.” 

Ia juga akan meresmikan kantor konsulat di Dubai. Sejak perjanjian normalisasi hubungan Israel dan Uni Emirat Arab yang dimediasi Amerika ditandatangani September lalu, kedua negara telah menandatangani sejumlah perjanjian mulai dari pariwisata, penerbangan dan layanan jasa keuangan. 

Beberapa Rencana Lawatan Dibatalkan Lawatan Lapid ini dilakukan hampir satu tahun setelah beberapa negara setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, dan merupakan lawatan susulan setelah serangkaian rencana kunjungan pejabat-pejabat Israel yang dibatalkan karena perebakan pandemi virus corona dan pertikaian diplomatik. 

Sebuah kunjungan resmi yang sudah direncanakan Maret lalu oleh ketika itu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dibatalkan karena “perselisihan” dengan Yordania terkait penggunaan wilayah udaranya. 

Sebelumnya Netanyahu, yang telah digantikan oleh Naftali Bennett – seorang perdana menteri Yahudi yang nasionalis dan berasal dari pemerintahan koalisi – juga telah menunda lawatan ke Uni Emirat Arab dan Bahrain bulan Februari lalu karena pembatasan sosial terkait COVID-19. 

Kantor berita AFP mengutip suratkabar The Jerusalem Post melaporkan bahwa Netanyahu mencegah Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi ketika itu untuk melawat ke Uni Emirat Arab agar tidak mengurangi perhatian publik menjelang pemilu pada bulan Maret. 

Pada Agustus 2020 mantan penasehat senior Gedung Putih Jared Kushner dan Penasehat Keamanan Dalam Negeri Meir Ben-Shabbat mencatat sejarah ketika terbang dari Tel Aviv ke Abu Dhabi dengan pesawat el Al. 

Kedua pihak melihat penerbangan itu sebagai suatu terobosan bagi tercapainya perdamaian di Timur Tengah. 

Normalisasi Hubungan Israel dengan 4 Negara Arab, Picu Kemarahan Palestina Selain dengan Uni Emirat Arab, Israel tahun lalu juga menormalisasi hubungan dengan Bahrain, Maroko dan Sudan. 

Langkah ini dikecam luas oleh Palestina. Perjanjian pemulihan hubungan itu melanggar kebijakan Liga Arab untuk tidak menjalin hubungan dengan Israel hingga negara itu berdamai dengan Palestina. 

Hazem Qassem, juru bicara Hamas, gerakan Islam di Pakistan yang memerintah di Gaza, mengatakan pembukaan Kedutaan Besar Israel itu menunjukkan bahwa Uni Emirat Arab “tetap” berbuat “dosa” dengan mewujudkan perjanjian normalisasi itu. 

Dalam perkembangan lainnya Bahrain pada hari Selasa juga menunjuk duta besar pertama untuk Israel. 

Lapid adalah mantan pembawa acara televisi berhaluan tengah yang dengan gigih menyatukan koalisi baru Israel, mengakhiri masa jabatan Netanyahu selama lebih dari satu dekade sebagai perdana menteri. 

Ia telah berupaya keras melepaskan diri dari kebijakan saingannya, dengan mengatakan pemerintahan Netanyahu telah melakukan “pertaruhan yang mengerikan” dengan hanya memusatkan perhatian pada Partai Republik saja. [em/jm]

Oleh: VOA