Berita BorneoTribun: Update Google hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Update Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Update Google. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2026

Google Rilis Update Inti Discover 2026, Tingkatkan Relevansi Konten Lokal

Google merilis Update Inti Google Discover Februari 2026 untuk meningkatkan relevansi konten lokal, mengurangi clickbait, dan menampilkan artikel lebih mendalam serta berkualitas di Discover.
Google merilis Update Inti Google Discover Februari 2026 untuk meningkatkan relevansi konten lokal, mengurangi clickbait, dan menampilkan artikel lebih mendalam serta berkualitas di Discover. (Gambar ilustrasi AI)

Update Inti Google Discover Edisi Februari 2026 Tingkatkan Kualitas Konten

JAKARTA -- Google resmi merilis Update Inti Google Discover Edisi Februari 2026 pada Kamis, 5 Februari 2026. Pembaruan ini merupakan peningkatan besar pada sistem yang menampilkan artikel di fitur Discover, dengan tujuan memberikan konten yang lebih relevan dan berkualitas bagi pengguna.

Melalui Update Inti Google Discover, Google menyesuaikan algoritma agar pengguna dapat melihat artikel yang lebih bermanfaat dan sesuai dengan minat mereka. Berdasarkan hasil pengujian internal, perusahaan menilai pengalaman pengguna meningkat setelah sistem baru ini diterapkan.

Salah satu fokus utama Google Discover Februari 2026 adalah meningkatkan relevansi konten lokal. Sistem Discover kini akan lebih sering menampilkan artikel dari situs yang berbasis di negara pengguna, sehingga informasi yang muncul dianggap lebih dekat dengan kebutuhan pembaca.

Selain itu, pembaruan ini juga dirancang untuk mengurangi kemunculan konten clickbait dan sensasional. Google berupaya menampilkan artikel yang lebih mendalam, orisinal, serta memiliki nilai informasi yang kuat dibandingkan konten yang hanya mengejar klik.

Dalam sistem terbaru ini, Google juga meningkatkan kemampuan algoritma dalam mengenali keahlian sebuah situs berdasarkan topik yang dibahas. Situs yang secara konsisten menulis konten dalam bidang tertentu akan lebih berpeluang muncul di Google Discover Februari 2026.

Sebagai contoh, sebuah portal berita lokal yang memiliki rubrik khusus berkebun dapat dianggap memiliki keahlian di bidang tersebut, meskipun situs tersebut juga membahas berbagai topik lain. Sebaliknya, situs yang hanya sekali menulis artikel tentang berkebun kemungkinan tidak akan dianggap memiliki otoritas pada topik tersebut.

Google juga menegaskan bahwa sistem Discover tetap menampilkan konten yang dipersonalisasi sesuai preferensi pengguna. Artinya, setiap pengguna bisa melihat artikel yang berbeda berdasarkan minat, aktivitas, serta sumber yang mereka ikuti.

Seperti halnya pembaruan inti lainnya, Update Inti Google Discover dapat menyebabkan fluktuasi traffic pada sejumlah situs. Beberapa situs mungkin mengalami peningkatan kunjungan, sementara yang lain bisa mengalami penurunan, meskipun sebagian besar kemungkinan tidak mengalami perubahan signifikan.

Saat ini, pembaruan tersebut baru dirilis untuk pengguna berbahasa Inggris di Amerika Serikat. Google berencana memperluas implementasi Google Discover Februari 2026 ke berbagai negara dan bahasa lain dalam beberapa bulan mendatang.

Pengumuman ini disampaikan oleh John Mueller, Search Advocate Google, yang juga mengarahkan pemilik situs untuk mempelajari panduan resmi terkait update inti dan cara agar konten dapat muncul di fitur Discover.

Mulai Maret 2026 Google Tindak Aplikasi Android Yang Menguras Baterai

Google mulai menghukum aplikasi Android boros baterai di Google Play sejak 1 Maret 2026 dengan menurunkan peringkat, menghapus rekomendasi, hingga memberi peringatan kepada pengguna. (Gambar ilustrasi)
Google mulai menghukum aplikasi Android boros baterai di Google Play sejak 1 Maret 2026 dengan menurunkan peringkat, menghapus rekomendasi, hingga memberi peringatan kepada pengguna. (Gambar ilustrasi)

Google Mulai Hukum Aplikasi Android Yang Boros Baterai Sejak 1 Maret 2026

JAKARTA -- Google mulai mengambil langkah tegas terhadap aplikasi Android yang menyebabkan baterai ponsel cepat habis. Kebijakan baru ini mulai berlaku pada 1 Maret 2026 dan menargetkan aplikasi yang membuat prosesor tetap aktif meski layar smartphone dalam kondisi mati.

Dalam kebijakan tersebut, Google dapat menurunkan peringkat aplikasi di Google Play, menghapusnya dari rekomendasi, hingga menampilkan peringatan pada halaman aplikasi jika terbukti boros baterai. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi daya di seluruh ekosistem Android.

Masalah utama yang disorot adalah penggunaan fitur Wake Lock. Fitur ini memungkinkan aplikasi menjaga prosesor tetap aktif walaupun layar perangkat sudah dimatikan.

Pada kondisi tertentu, Wake Lock memang diperlukan. Misalnya saat memutar musik, melakukan transfer data, atau menjalankan layanan berbasis lokasi.

Namun Google menemukan banyak aplikasi menggunakan fitur tersebut terlalu lama atau bahkan tanpa kebutuhan yang jelas. Akibatnya, baterai perangkat pengguna bisa terkuras lebih cepat.

Dalam aturan baru ini, Google menetapkan indikator perilaku aplikasi yang dianggap bermasalah. Sebuah aplikasi dinilai melanggar jika prosesor tetap aktif rata-rata lebih dari dua jam saat layar mati pada setidaknya 5 persen sesi pengguna dalam periode 28 hari terakhir.

Google menyebut perilaku tersebut kini diperlakukan sebagai masalah serius pada aplikasi, setara dengan bug atau crash yang mengganggu pengalaman pengguna.

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa analisis terhadap ribuan aplikasi menunjukkan penggunaan partial Wake Lock sering kali tidak efisien. Dalam beberapa kasus, masalah berasal dari library pihak ketiga atau pengaturan tugas latar belakang yang tidak tepat.

Kebijakan baru terhadap aplikasi boros baterai ini akan diterapkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Google berharap langkah tersebut mendorong pengembang untuk mengoptimalkan kinerja aplikasi sehingga konsumsi daya perangkat menjadi lebih hemat.

Dengan kebijakan ini, Google juga ingin memastikan pengguna Android mendapatkan pengalaman penggunaan yang lebih stabil serta masa pakai baterai yang lebih lama.