Berita BorneoTribun: Vinicius Jr hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Vinicius Jr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vinicius Jr. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2026

Drama Liga Champions Benfica vs Real Madrid Ricuh, Vinicius Jr Jadi Korban Dugaan Rasisme

Vinicius Jr mengaku mendapat dugaan rasisme saat laga Benfica vs Real Madrid di Liga Champions. Mourinho ikut disorot, UEFA aktifkan protokol anti rasis dan investigasi kini dinanti.
Vinicius Jr mengaku mendapat dugaan rasisme saat laga Benfica vs Real Madrid di Liga Champions. Mourinho ikut disorot, UEFA aktifkan protokol anti rasis dan investigasi kini dinanti.

JAKARTA -- Pertandingan leg pertama playoff Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica di Estadio da Luz, Portugal, Selasa malam, berubah panas setelah Vinicius Jr mengaku menjadi korban dugaan rasisme. Insiden terjadi pada menit ke-55, tak lama setelah pemain asal Brasil itu mencetak gol kemenangan 1-0 untuk Real Madrid.

Gol indah Vinicius justru memicu kontroversi. Ia mendapat kartu kuning karena selebrasi yang dianggap berlebihan. Situasi semakin memanas ketika pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, terlihat menutup mulut dengan jersey saat berbicara kepada Vinicius. Rekan-rekan setim Vinicius menduga ada ucapan bernada rasial yang dilontarkan.

Wasit Francois Letexier langsung menghentikan pertandingan dan mengaktifkan protokol anti rasis FIFA. Real Madrid sempat meninggalkan lapangan selama sekitar 10 menit sebelum laga dilanjutkan.

Kronologi Dugaan Rasisme di Estadio da Luz

Insiden bermula setelah Vinicius mencetak gol spektakuler melalui tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Saat selebrasi, ia terlibat adu mulut dengan Prestianni. Kamera televisi menangkap momen Prestianni menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara.

Kylian Mbappe dan Aurelien Tchouameni disebut mendengar ucapan bernada rasial tersebut. Mbappe bahkan terlihat marah dan menyebut Prestianni sebagai pelaku rasis di lapangan.

Atmosfer stadion memanas. Setelah laga dilanjutkan, Vinicius dan Mbappe terus mendapat sorakan keras dari suporter tuan rumah.

Mourinho Dikritik Usai Pernyataannya

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang pernah menangani Real Madrid, ikut terseret kontroversi. Dalam wawancara pascalaga, ia menyatakan ada versi berbeda dari Vinicius dan Prestianni, dan ia memilih bersikap netral.

Namun, pernyataannya memicu kritik karena ia menyebut setiap stadion tempat Vinicius bermain selalu terjadi masalah. Banyak pihak menilai komentar tersebut seolah menyalahkan korban.

Clarence Seedorf menilai pernyataan Mourinho keliru karena dapat dianggap membenarkan tindakan rasis. Theo Walcott juga menyebut Mourinho seharusnya tidak mengeluarkan komentar tersebut di momen sensitif.

Bantahan Prestianni dan Respons Vinicius

Prestianni membantah keras tuduhan tersebut melalui media sosial. Ia mengklaim tidak pernah mengeluarkan hinaan rasial dan menyebut Vinicius salah paham.

Sementara itu, Vinicius menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. Ia menegaskan bahwa rasisme bukan hal baru dalam hidupnya dan keluarganya. Sejak 2022, sudah ada belasan laporan hukum terkait dugaan rasisme terhadap dirinya.

Dukungan Mengalir untuk Vinicius

Trent Alexander-Arnold menyebut insiden ini mencoreng sepak bola dan tidak boleh terjadi lagi. Mbappe bahkan menyatakan pelaku tidak layak bermain di Liga Champions jika tuduhan terbukti benar.

Thierry Henry mengaku memahami situasi yang dialami Vinicius karena pernah mengalami hal serupa. Ia menilai gestur menutup mulut justru menimbulkan kecurigaan publik.

Laga Tetap Dilanjutkan

Meski sempat terhenti, pertandingan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Real Madrid. Kedua tim dijadwalkan bertemu kembali pada leg kedua di Santiago Bernabeu pekan depan.

Publik kini menunggu hasil investigasi resmi UEFA atas dugaan rasisme tersebut.

FAQ Seputar Insiden Vinicius Jr dan Benfica

Apa yang terjadi pada Vinicius Jr di laga melawan Benfica?

Vinicius Jr mengaku mendapat hinaan rasial dari pemain Benfica setelah mencetak gol.

Siapa yang dituduh melakukan tindakan rasis?

Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, menjadi pihak yang dituduh, namun ia membantah.

Mengapa Mourinho dikritik?

Komentarnya dinilai sebagian pihak seolah menyalahkan Vinicius dan meremehkan isu rasisme.

Apakah pertandingan dihentikan?

Ya, laga dihentikan sekitar 10 menit sesuai protokol anti rasis FIFA sebelum dilanjutkan.

Apakah UEFA akan menyelidiki?

Biasanya insiden seperti ini akan ditinjau melalui investigasi resmi untuk menentukan langkah lanjutan.

Kamis, 15 Januari 2026

Vinicius Jr Melempem, Real Madrid Tersingkir Dramatis dari Copa del Rey Usai Dikalahkan Albacete 2-3

Vinicius Jr Melempem, Real Madrid Tersingkir Dramatis dari Copa del Rey Usai Dikalahkan Albacete 2-3
Vinicius Jr Melempem, Real Madrid Tersingkir Dramatis dari Copa del Rey Usai Dikalahkan Albacete 2-3.

JAKARTA - Kejutan besar terjadi di Copa del Rey. Real Madrid harus angkat koper lebih cepat setelah tumbang 2-3 dari Albacete pada babak 16 besar, Kamis (15/1) dini hari WIB. Laga berjalan sengit dengan jual beli serangan, namun sorotan justru mengarah pada penampilan Vinicius Jr yang dinilai jauh dari kata maksimal.

Bermain di kandang Albacete, Real Madrid langsung mendapat tekanan. Tuan rumah membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Villar pada menit ke-42. Madrid sempat bernapas lega setelah Mastantuono menyamakan skor di masa injury time babak pertama.

Memasuki babak kedua, duel makin panas. Albacete kembali unggul pada menit ke-82 melalui Betancor. Drama belum berakhir, karena Gonzalo sukses menyamakan kedudukan di masa injury time babak kedua. Namun harapan Madrid langsung pupus setelah Betancor mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+4 lewat sepakan cungkil yang membuat publik tuan rumah bergemuruh.

Di tengah laga penuh drama itu, performa Vinicius Jr justru jadi bahan perbincangan. Winger asal Brasil tersebut tampil sebagai starter dan bermain penuh, tetapi kontribusinya nyaris tak terasa. Dari tiga percobaan tembakan, hanya satu yang mengarah ke gawang. Dalam duel satu lawan satu, Vinicius hanya memenangkan tujuh dari total 15 duel.

Catatan lainnya juga cukup mengkhawatirkan. Vinicius tercatat kehilangan bola sebanyak 23 kali sepanjang pertandingan. Tidak ada gol maupun assist yang ia sumbangkan, membuatnya terlihat seperti “menghilang” di lapangan.

Meski begitu, pelatih baru Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tetap memberikan pembelaan. Ia menilai Vinicius sudah berusaha maksimal untuk tim.

“Saya suka Vinicius. Dia bertanggung jawab dan mencoba segalanya untuk membantu tim,” ujar Arbeloa seperti dikutip dari Marca.

Namun secara keseluruhan, musim ini memang belum berjalan mulus bagi Vinicius Jr. Dari 26 penampilan di semua kompetisi, pemain berusia 25 tahun itu baru mencetak enam gol. Angka tersebut jelas jauh dari ekspektasi publik Santiago Bernabeu.

Situasi Vinicius di Real Madrid juga masih penuh tanda tanya. Kontraknya diketahui hanya tersisa satu musim lagi, dan hingga kini belum ada kepastian soal perpanjangan. Kekalahan dari Albacete serta performa yang belum konsisten tentu menambah tekanan bagi sang winger untuk segera bangkit dan membuktikan kualitasnya.