Berita BorneoTribun: Warga Binaan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Warga Binaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warga Binaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2026

Hampir 10 Ribu Kunjungan Lebaran Warnai Lapas Dan Rutan Di Kalsel

Kunjungan Lebaran di Lapas Kalsel tembus 9.875 orang, sebanyak 4.155 warga binaan dikunjungi keluarga. Proses berlangsung tertib dan aman.
Kunjungan Lebaran di Lapas Kalsel tembus 9.875 orang, sebanyak 4.155 warga binaan dikunjungi keluarga. Proses berlangsung tertib dan aman.

BANJARMASIN — Suasana Lebaran di Kalimantan Selatan tahun ini terasa beda. Bukan cuma di rumah atau tempat wisata, tapi juga di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) yang dipadati kunjungan keluarga warga binaan.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan mencatat total kunjungan selama dua hari Lebaran mencapai 9.875 orang. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme keluarga untuk tetap menjaga silaturahmi, meski harus bertemu di balik jeruji.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel, Mulyadi, menyebutkan bahwa dari total tersebut, sebanyak 4.155 warga binaan menerima kunjungan.

“Total warga binaan yang dikunjungi 4.155 orang,” ujarnya di Banjarmasin, Senin.

Lonjakan Tajam Di Hari Kedua

Kalau dilihat rinciannya, kunjungan di hari pertama Lebaran (Sabtu, 21 Maret) tercatat sebanyak 2.293 orang, yang datang untuk menjenguk 707 warga binaan.

Namun, lonjakan signifikan terjadi di hari kedua (Minggu, 22 Maret). Jumlah pengunjung langsung melejit jadi 7.582 orang, dengan 3.448 warga binaan menerima kunjungan.

Bisa dibilang, hari kedua jadi puncak keramaian kunjungan Lebaran di lapas dan rutan se-Kalsel.

Puluhan Lapas Dan Rutan Buka Layanan

Untuk mendukung momen ini, sejumlah lapas dan rutan membuka layanan kunjungan khusus Lebaran.

Di hari pertama, ada delapan unit yang melayani kunjungan, termasuk Lapas Kotabaru, Lapas Narkotika Karang Intan, hingga Rutan Barabai.

Sementara di hari kedua, jumlahnya meningkat jadi 15 lapas dan rutan, termasuk Lapas Banjarmasin, Lapas Perempuan Martapura, hingga Rutan Pelaihari.

Langkah ini dilakukan supaya semua keluarga tetap punya kesempatan bertemu dengan warga binaan tanpa hambatan berarti.

Situasi Tetap Aman Dan Terkendali

Meski jumlah pengunjung membludak, Mulyadi memastikan seluruh proses kunjungan berjalan lancar.

Nggak ada insiden berarti, dan semua pengunjung juga dinilai cukup kooperatif mengikuti aturan yang berlaku.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada keluarga warga binaan yang sudah tertib selama kunjungan berlangsung.

Pengorbanan Petugas Di Hari Lebaran

Di balik kelancaran ini, ada peran besar petugas lapas yang tetap bekerja saat hari raya.

Mulyadi mengungkapkan, banyak petugas yang rela tidak merayakan Lebaran bersama keluarga demi menjalankan tugas.

“Petugas sendiri rela tidak berlebaran dengan keluarga di rumah demi tugas,” katanya.

Dedikasi ini jadi bukti bahwa pelayanan kepada warga binaan dan keluarganya tetap jadi prioritas, bahkan di momen penting seperti Lebaran.

Makna Lebaran Tetap Terjaga

Meski berlangsung di dalam lapas, suasana haru tetap terasa. Banyak keluarga yang memanfaatkan momen ini untuk melepas rindu, memberi semangat, dan mempererat hubungan.

Lebaran pun tetap punya makna yang sama: kebersamaan, saling memaafkan, dan menjaga ikatan keluarga.

FAQ

1. Berapa jumlah kunjungan Lebaran di Lapas Kalsel?
Total kunjungan mencapai 9.875 orang selama dua hari Lebaran.

2. Berapa warga binaan yang dikunjungi?
Sebanyak 4.155 warga binaan menerima kunjungan dari keluarga.

3. Kapan puncak kunjungan terjadi?
Puncaknya terjadi di hari kedua Lebaran dengan 7.582 pengunjung.

4. Apakah kunjungan berjalan lancar?
Ya, seluruh proses berlangsung tertib, aman, dan terkendali.

5. Apa peran petugas selama Lebaran?
Petugas tetap bekerja dan bahkan rela tidak berlebaran demi memastikan layanan berjalan baik.

Sabtu, 21 Maret 2026

Remisi Idul Fitri 2026: 6.673 Warga Binaan DKI Dapat Pengurangan Hukuman

Sebanyak 6.673 warga binaan di DKI Jakarta menerima remisi Idul Fitri 2026. Simak rincian penerima RK I dan RK II serta tujuan pemberiannya. (Gambar ilustrasi AI)
Sebanyak 6.673 warga binaan di DKI Jakarta menerima remisi Idul Fitri 2026. Simak rincian penerima RK I dan RK II serta tujuan pemberiannya. (Gambar ilustrasi AI)

Jakarta — Sebanyak 6.673 narapidana atau warga binaan pemasyarakatan di wilayah DKI Jakarta menerima remisi khusus dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Penyerahan surat keputusan remisi dilakukan usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Jakarta, Sabtu. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) DKI Jakarta, Heri Azhari.

Heri menjelaskan bahwa pemberian remisi merupakan hak bagi warga binaan yang telah memenuhi persyaratan tertentu.

“Remisi adalah hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan dan menjadi indikator keberhasilan pembinaan. Ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan penghargaan atas perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” ujar Heri dalam keterangannya.

Rincian Penerima Remisi

Sebanyak 6.673 warga binaan di DKI Jakarta menerima remisi Idul Fitri 2026. Simak rincian penerima RK I dan RK II serta tujuan pemberiannya.
Sebanyak 6.673 warga binaan di DKI Jakarta menerima remisi Idul Fitri 2026. Simak rincian penerima RK I dan RK II serta tujuan pemberiannya.

Dari total 6.673 warga binaan yang menerima remisi:

  • 6.564 orang mendapatkan Remisi Khusus I (RK I)

  • 109 orang memperoleh Remisi Khusus II (RK II)

Sementara itu, khusus di Lapas Narkotika Jakarta, tercatat sebanyak 1.595 warga binaan menerima remisi, dengan rincian:

  • 1.580 orang mendapatkan RK I

  • 15 orang memperoleh RK II

Bagian Dari Pembinaan dan Reintegrasi

Heri menegaskan bahwa remisi bukan sekadar pengurangan masa hukuman, tetapi merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan yang berfokus pada pembinaan dan reintegrasi sosial.

Menurutnya, program ini menjadi indikator bahwa proses pembinaan berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku warga binaan.

Momentum Refleksi dan Harapan Baru

Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Syarpani, menambahkan bahwa momentum Idul Fitri menjadi waktu refleksi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri.

“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi bentuk apresiasi atas kedisiplinan dan keaktifan dalam mengikuti program pembinaan,” kata Syarpani.

Ia berharap pemberian remisi ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Menurutnya, perayaan Idul Fitri di lingkungan Lapas juga membawa harapan baru bagi para warga binaan untuk menata masa depan yang lebih positif.

“Dengan adanya pemberian remisi khusus ini, diharapkan seluruh warga binaan semakin termotivasi dalam mengikuti program pembinaan secara optimal serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” ujarnya.

FAQ

1. Apa itu remisi khusus Idul Fitri?
Remisi khusus Idul Fitri adalah pengurangan masa hukuman yang diberikan kepada narapidana saat Hari Raya Idul Fitri, jika memenuhi syarat.

2. Apa perbedaan RK I dan RK II?
RK I adalah pengurangan masa hukuman biasa, sedangkan RK II diberikan hingga narapidana langsung bebas.

3. Berapa jumlah warga binaan yang menerima remisi di DKI Jakarta 2026?
Sebanyak 6.673 warga binaan menerima remisi Idul Fitri 2026.

4. Apa tujuan pemberian remisi?
Untuk mendorong pembinaan, perubahan perilaku, dan kesiapan reintegrasi sosial.

5. Apakah semua narapidana bisa mendapat remisi?
Tidak. Hanya yang memenuhi syarat administratif dan berkelakuan baik.