Berita BorneoTribun: Warisan Budaya hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Warisan Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warisan Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Fadli Zon Ungkap Pentingnya Data Lengkap Cagar Budaya Untuk Antisipasi Bencana

Fadli Zon percepat pencatatan cagar budaya hingga target seribu koleksi guna mendukung mitigasi bencana dan perlindungan aset budaya nasional.
Fadli Zon percepat pencatatan cagar budaya hingga target seribu koleksi guna mendukung mitigasi bencana dan perlindungan aset budaya nasional.

Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pemerintah terus mempercepat proses pencatatan benda yang masuk kategori cagar budaya di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk memitigasi dampak bencana terhadap aset budaya nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli saat ditemui di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, pada Selasa. Ia menekankan bahwa kelengkapan data menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia.

“Ya, pertama data kita ini harus lengkap ya, teregistrasi seperti yang saya sampaikan barusan. Pencatatan cagar budaya kita ini harus dipercepat, harus akseleratif,” ujar Fadli kepada awak media.

Target Lebih Dari Seribu Koleksi Cagar Budaya

Dalam upaya percepatan tersebut, Kementerian Kebudayaan menargetkan pencatatan lebih dari seribu koleksi cagar budaya, termasuk koleksi yang tersimpan di museum nasional.

Menurut Fadli, percepatan ini bukan sekadar target angka, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memastikan setiap aset budaya memiliki identitas dan perlindungan hukum yang jelas.

“Makanya saya targetkan lebih dari seribu termasuk koleksi-koleksi yang ada di museum nasional,” tegasnya.

Target ini dinilai realistis dengan dukungan dari berbagai instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di berbagai wilayah Indonesia.

Prioritas Pada Koleksi Repatriasi Dan Makam Pahlawan

Fadli menjelaskan bahwa prioritas pencatatan akan difokuskan pada beberapa jenis koleksi penting, di antaranya:

  • Koleksi hasil repatriasi dari luar negeri

  • Koleksi yang berada dalam kewenangan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK)

  • Makam pahlawan nasional

  • Koleksi milik tokoh nasional dan keraton

Ia menambahkan bahwa makam pahlawan nasional dapat langsung ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai sejarah yang kuat.

“Makamnya itu kan bisa langsung menjadi cagar budaya,” kata Fadli.

Untuk koleksi milik pahlawan nasional serta koleksi keraton, menurutnya tidak memerlukan kajian tambahan karena dasar historisnya telah tersedia secara akademis.

Lonjakan Pencatatan Hingga 800 Persen

Data Kementerian Kebudayaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pencatatan benda cagar budaya selama periode 2024 hingga 2025.

Dalam kurun waktu tersebut, pencatatan mengalami kenaikan hingga 800 persen, dari hanya 10 pencatatan koleksi menjadi 85 pencatatan.

Sementara pada tahun 2026, tercatat sudah ada 70 penetapan cagar budaya, dan jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah.

Hal ini cukup penting mengingat potensi objek cagar budaya di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 50 ribu objek.

Data Jadi Kunci Mitigasi Bencana

Selain pelestarian, pencatatan benda budaya juga memiliki peran penting dalam mitigasi bencana. Dengan adanya data yang terintegrasi, pemerintah dapat merancang strategi perlindungan yang lebih efektif ketika terjadi bencana alam.

Fadli menekankan bahwa tanpa pencatatan yang jelas, upaya mitigasi akan sulit dilakukan.

“Nah bagaimana kita mau menanggulangi, misalnya memitigasi bencana nanti, pencatatannya saja tidak ada. Kan dengan pencatatan itu terintegrasi dengan kajiannya, apa yang terjadi, apa asetnya di situ,” pungkasnya.

Peran Pemerintah Daerah Jadi Kunci

Keberhasilan program percepatan ini juga sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah daerah. Dukungan dari BPK dan instansi daerah diharapkan mampu mempercepat proses pendataan hingga ribuan koleksi budaya.

Langkah kolaboratif ini dinilai penting mengingat Indonesia memiliki wilayah luas dengan keragaman budaya yang sangat besar.

Para pengamat kebudayaan menilai bahwa digitalisasi data cagar budaya juga perlu terus dikembangkan agar proses pencatatan lebih transparan dan mudah diakses lintas instansi.

FAQ

Apa tujuan percepatan pencatatan cagar budaya?

Tujuannya adalah untuk melindungi warisan budaya nasional sekaligus mempermudah mitigasi bencana melalui data yang terintegrasi dan akurat.

Berapa target pencatatan cagar budaya yang dicanangkan pemerintah?

Pemerintah menargetkan pencatatan lebih dari 1.000 koleksi cagar budaya dalam waktu dekat.

Apa saja yang menjadi prioritas pencatatan?

Prioritas meliputi koleksi hasil repatriasi, makam pahlawan nasional, koleksi milik tokoh nasional, serta benda budaya di bawah kewenangan BPK.

Berapa jumlah potensi cagar budaya di Indonesia?

Diperkirakan terdapat sekitar 50.000 objek cagar budaya di Indonesia yang berpotensi didata.

Mengapa pencatatan penting untuk mitigasi bencana?

Karena data yang lengkap membantu pemerintah mengetahui lokasi dan nilai aset budaya sehingga dapat direncanakan perlindungan saat terjadi bencana.

Minggu, 08 Februari 2026

Dari Desa ke Panggung Nasional, Fadli Zon Terpikat Huta Art Space di Tanah Batak

Dari Desa ke Panggung Nasional, Fadli Zon Terpikat Huta Art Space di Tanah Batak
Dari Desa ke Panggung Nasional, Fadli Zon Terpikat Huta Art Space di Tanah Batak.

JAKARTA -- Bayangkan sebuah ruang seni di kampung halaman yang lahir dari cinta pada budaya, lalu mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Itulah yang terjadi di Siborong-Borong, Tapanuli Utara. Di balik ketenangan kawasan Danau Toba, sebuah gerakan budaya lokal diam-diam mencuri perhatian nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan langsung ke Huta Art Space, sebuah ruang seni dan budaya yang tumbuh dari inisiatif masyarakat lokal. Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk apresiasi nyata atas upaya pelestarian budaya yang berakar kuat dari kearifan lokal.

Dalam pernyataannya, Fadli Zon menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pendiri Huta Art Space merupakan contoh konkret bagaimana kecintaan terhadap budaya bisa berdampak besar bagi pemajuan kebudayaan nasional.

Menurutnya, apa yang dibangun di Siborong-Borong sejalan dengan amanat konstitusi, yakni memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Gerakan dari daerah seperti ini justru menjadi fondasi kuat bagi identitas budaya Indonesia.

Huta Art Space, Ruang Budaya yang Lahir dari Pulang Kampung

Huta Art Space berdiri sejak 5 Desember 2024 atas inisiatif fotografer Indonesia Edward Tigor Siahaan. Terletak di kawasan Danau Toba, ruang ini dirancang sebagai tempat bertemunya seni, sejarah, dan kehidupan masyarakat Batak.

Lebih dari sekadar galeri, Huta Art Space menjadi pusat kegiatan budaya yang hidup. Mulai dari pameran seni, pertunjukan budaya, hingga aktivitas edukatif berbasis warisan lokal, semuanya dirangkai untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat Batak.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon menyempatkan diri meninjau pameran foto bertajuk “Batak Retrospective: Inspiration from the Past”. Pameran ini menyuguhkan perjalanan panjang masyarakat Batak melalui arsip foto bersejarah yang disusun secara kronologis.

Menghidupkan Sejarah Lewat Arsip Visual

Pameran tersebut mengajak pengunjung menengok kehidupan masa lalu masyarakat Batak di Bonapasogit, tanah leluhur yang sarat nilai sejarah. Arsip foto karya fotografer, antropolog, dan peneliti Eropa menjadi jendela untuk memahami bagaimana masyarakat Batak membangun peradaban mereka.

Berbagai sisi kehidupan diangkat, mulai dari mata pencaharian, tradisi, sistem pendidikan, layanan kesehatan, hingga keterampilan pertukangan. Pendekatan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya membangun kesadaran akan perjuangan dan ketangguhan generasi terdahulu.

Melalui pameran ini, Huta Art Space ingin menanamkan rasa bangga dan apresiasi terhadap warisan budaya yang kerap terlupakan oleh zaman.

Apresiasi Menteri Kebudayaan untuk Gerakan Lokal

Fadli Zon menilai Huta Art Space sebagai contoh nyata bahwa pemajuan kebudayaan tidak harus selalu dimulai dari kota besar atau proyek berskala nasional. Justru, inisiatif individu yang lahir dari kepedulian dan kecintaan terhadap budaya mampu menciptakan dampak luas.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Tigor Siahaan yang memilih kembali ke kampung halaman dan membangun ruang budaya secara mandiri. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberanian sekaligus komitmen menjaga identitas budaya lokal.

Menurut Fadli, Huta Art Space bukan hanya ruang pamer, tetapi telah berkembang menjadi kantong budaya yang aktif, hidup, dan memberi ruang bagi ekspresi seni masyarakat sekitar.

Harapan Kolaborasi dan Masa Depan Budaya Lokal

Ke depan, Menteri Kebudayaan berharap Huta Art Space terus menghadirkan kegiatan budaya yang berkelanjutan. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, khususnya dalam promosi dan penguatan budaya lokal agar dikenal lebih luas.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ruang-ruang budaya berbasis komunitas. Huta Art Space dipandang sebagai wadah penting untuk edukasi budaya, refleksi sejarah, dan sumber inspirasi bagi generasi muda.

Dari Siborong-Borong, pesan kuat itu mengalir: budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan masa depan yang layak dirawat bersama.