Berita BorneoTribun: Wisata Kuliner hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2026

Jambu Kristal Jadi Oleh-Oleh Favorit di Jalur Mudik Pantai Selatan

Lapak jambu kristal di jalur Pantai Selatan Yogya ramai pemudik. Buah manis, segar, dan renyah ini jadi pilihan favorit untuk perjalanan mudik.
Lapak jambu kristal di jalur Pantai Selatan Yogya ramai pemudik. Buah manis, segar, dan renyah ini jadi pilihan favorit untuk perjalanan mudik.

Lifestyle, Borneotribun.com -- Deretan lapak buah di sepanjang jalur pantai selatan atau Pansela menuju Yogyakarta menjadi pemandangan yang sulit dilewatkan saat musim mudik. Di antara berbagai buah yang dijajakan, jambu kristal menjadi salah satu yang paling banyak diburu pemudik.

Tumpukan jambu berwarna hijau muda tersusun rapi di tepi jalan. Sebagian pengendara memperlambat kendaraan, sementara yang lain memilih berhenti untuk membeli buah segar sebelum melanjutkan perjalanan.

Jambu kristal, dikenal memiliki daging tebal dan renyah dengan biji yang sangat sedikit, kurang dari tiga persen dari bagian buah. Menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, karakteristik ini menjadi keunggulan utama dibanding varietas lain. Rasanya yang manis dan kandungan air tinggi membuat buah ini praktis dikonsumsi di perjalanan, terutama saat melintasi jalur selatan yang panjang dan panas.

Salah seorang pedagang di jalur Pantai Selatan, Nariya, mengaku penjualan jambu kristal sangat bergantung pada arus kendaraan yang melintas.

“Kalau pas laris 50 kilo, kalau pas sepi paling 10 kilo,” ujarnya kepada ANTARA, Selasa (17/3).

Mayoritas pembeli berasal dari luar daerah, terutama Jakarta, yang menuju Yogyakarta atau Jawa Timur. Lapak biasanya buka sejak pagi hingga tengah malam, mengikuti pergerakan pemudik.

Harga jambu kristal cukup terjangkau, Rp15.000 per kilogram, dengan negosiasi jika membeli dalam jumlah banyak. Selain buah segar, pedagang juga menawarkan bibit jambu kristal seharga Rp20.000 per batang bagi yang ingin menanam sendiri di rumah. Pilihan lain seperti belimbing madu juga tersedia, bahkan rujak siap santap di siang hari.

Meski belum puncak arus mudik, penjualan tetap stabil, berkisar 15–50 kilogram per hari. Momentum Ramadhan hingga Lebaran menjadi periode paling menguntungkan, dengan penjualan bisa meningkat dua kali lipat.

Asal-usul Jambu Kristal

Jambu kristal bukan tanaman asli Indonesia. Varietas ini pertama kali dikembangkan di Taiwan awal 1990-an, sebelum diperkenalkan ke Indonesia melalui kerja sama hortikultura. Sejak awal 2000-an, jambu kristal dikembangkan sebagai komoditas unggulan karena produktivitas tinggi dan berbuah sepanjang tahun.

Wilayah seperti Gunungkidul menjadi sentra pengembangan karena kondisi lahan yang sesuai. Kedekatan lokasi produksi dengan jalur Pantai Selatan memudahkan distribusi, menjadikan jambu kristal mudah ditemui sepanjang jalur mudik. Ukuran besar dan tampilan menarik juga memudahkan penjualan dalam kondisi segar.

Buah ini kaya vitamin C, serat, dan antioksidan, menjadikannya pilihan tepat untuk menjaga kebugaran pemudik.

Daya Tarik Jambu Kristal di Jalur Mudik

Uniknya, jambu kristal dijual sederhana di pinggir jalan. Buah disusun di keranjang atau digantung dalam plastik tanpa kemasan khusus, namun kesegarannya menjadi daya tarik utama.

Bagi pemudik, berhenti membeli jambu kristal bukan sekadar membeli buah, tapi juga menjadi jeda perjalanan. Kesempatan untuk beristirahat sejenak, meregangkan tubuh, dan menikmati suasana jalur selatan yang relatif santai.

Tidak sedikit pemudik langsung mengonsumsi jambu di kendaraan, sementara sebagian lainnya membawanya sebagai buah tangan. Momen sederhana ini akhirnya menjadi bagian dari pengalaman mudik yang berkesan.

Jambu kristal tidak hanya menjadi komoditas hortikultura, tapi juga ikon perjalanan mudik di jalur pantai selatan, hadir di hampir setiap titik dan mengikuti arus kendaraan menuju kampung halaman.

Sumber: ANTARA / Farika Nur Khotimah

Minggu, 15 Maret 2026

Dari 1972 Hingga Sekarang, Batagor Yunus Bandung Tetap Jadi Favorit Pemudik

Batagor Yunus Bandung yang berdiri sejak 1972 kembali ramai diburu pemudik. Kuliner legendaris ini mampu menjual hingga ribuan porsi per hari dan jadi oleh-oleh favorit.
Batagor Yunus Bandung yang berdiri sejak 1972 kembali ramai diburu pemudik. Kuliner legendaris ini mampu menjual hingga ribuan porsi per hari dan jadi oleh-oleh favorit.

Batagor Yunus Bandung, Kuliner Legendaris Sejak 1972 Yang Selalu Diburu Pemudik

Bandung dikenal sebagai surga kuliner di Jawa Barat. Tidak hanya menyajikan makanan kekinian, kota ini juga memiliki banyak kuliner legendaris yang tetap bertahan puluhan tahun. Salah satunya adalah Batagor Yunus, yang hingga kini masih menjadi favorit wisatawan dan pemudik.

Bagi Anda yang melintas di Kota Bandung saat musim mudik Lebaran, tidak ada salahnya mampir sejenak untuk mencicipi batagor legendaris yang sudah ada sejak tahun 1972 ini.

Batagor Yunus berlokasi di Jalan Raya Kopo Nomor 68, Kota Bandung, tempat yang sama sejak pertama kali usaha ini dirintis oleh almarhum Yunus lebih dari lima dekade lalu.

Berawal Dari Gerobak Sederhana

Anak pemilik Batagor Yunus, Redi Gunawan, menceritakan bahwa usaha tersebut pertama kali dimulai oleh ayahnya dengan berjualan sederhana di kawasan Jalan Kopo.

“Almarhum bapak mulai jualan dari tahun 1972 di sini,” ujar Redi saat ditemui di Bandung.

Sejak saat itu, Batagor Yunus terus berkembang. Meski zaman berubah dan banyak pesaing bermunculan, cita rasa yang konsisten membuat tempat ini tetap ramai dikunjungi pelanggan.

Hingga saat ini, Batagor Yunus masih mempertahankan lokasi awalnya dan buka setiap hari mulai sekitar pukul 09.00 pagi hingga malam hari.

Ramai Saat Musim Mudik Lebaran

Menjelang musim mudik Lebaran, suasana di Batagor Yunus biasanya semakin ramai. Banyak pemudik yang sengaja mampir untuk membeli batagor sebagai oleh-oleh khas Bandung.

Menurut Redi, peningkatan penjualan sudah mulai terasa sejak pagi hari.

“Kalau musim Lebaran biasanya ramai. Kami buka jam 9 pagi, tapi biasanya sudah banyak yang pesan dari pagi,” katanya.

Tidak sedikit pembeli yang membeli dalam jumlah besar untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

Bisa Dibawa Ke Luar Kota Bahkan Luar Negeri

Salah satu alasan Batagor Yunus banyak dijadikan oleh-oleh adalah daya tahannya yang cukup lama.

Batagor dengan kemasan biasa bisa bertahan sekitar dua hari pada suhu ruang. Jika disimpan di dalam kulkas, daya tahannya bisa mencapai tujuh hari.

Sementara itu, batagor yang dikemas secara vakum bisa bertahan sekitar empat hari di suhu ruang dan bahkan hingga tiga minggu jika disimpan di freezer.

Menariknya, pelanggan Batagor Yunus tidak hanya berasal dari dalam negeri.

“Ada yang bawa ke Jerman, Eropa, Amerika. Banyak juga yang beli untuk oleh-oleh umroh,” ungkap Redi.

Pengunjung Dari Berbagai Kota

Popularitas Batagor Yunus tidak hanya dikenal warga Bandung. Banyak pengunjung datang dari berbagai kota seperti Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta hingga Bali.

Bahkan beberapa wisatawan sengaja datang khusus untuk mencicipi batagor legendaris ini saat berkunjung ke Bandung.

Hal tersebut membuat tempat ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Ribuan Porsi Terjual Setiap Hari

Dalam kondisi normal, Batagor Yunus mampu menjual sekitar 2.000 porsi per hari.

Jumlah tersebut bisa meningkat menjadi 3.000 hingga 4.000 porsi saat akhir pekan.

Sementara pada musim liburan seperti Lebaran atau Tahun Baru, penjualan bisa melonjak hingga lebih dari 5.000 porsi dalam sehari.

Angka tersebut menunjukkan betapa kuatnya daya tarik kuliner legendaris ini di tengah persaingan kuliner modern.

Rahasia Kelezatan Batagor Yunus

Menurut Redi, salah satu kunci utama yang membuat Batagor Yunus tetap diminati hingga sekarang adalah kualitas bahan baku yang selalu dijaga.

Bahan utama seperti ikan tenggiri dan tepung kanji dipilih dengan standar tertentu agar menghasilkan tekstur dan rasa yang konsisten.

“Tidak semua ikan tenggiri bisa dipakai untuk batagor. Kami benar-benar memilih bahan yang berkualitas,” jelasnya.

Selain itu, proses produksi batagor juga dilakukan langsung di lokasi. Hal ini membuat pelanggan bisa menikmati batagor yang masih segar.

Tetap Bertahan Dengan Konsep Usaha Keluarga

Meski sudah terkenal hingga berbagai daerah, Batagor Yunus tetap mempertahankan konsep usaha keluarga.

Hingga saat ini mereka belum membuka cabang, walaupun banyak pihak yang menawarkan kerja sama waralaba.

Keputusan tersebut diambil untuk menjaga kualitas rasa serta mempertahankan identitas kuliner legendaris yang sudah dibangun sejak puluhan tahun lalu.

Harga Masih Ramah Di Kantong

Selain rasanya yang khas, harga Batagor Yunus juga masih cukup terjangkau.

Satu potong batagor dijual sekitar Rp6.000, sedangkan menu mie baso dibanderol mulai Rp20.000.

Dengan harga yang relatif terjangkau, tidak heran jika tempat ini selalu menjadi destinasi favorit para pecinta kuliner.

Kuliner Wajib Saat Berkunjung Ke Bandung

Jika Anda sedang berada di Bandung atau melintas saat perjalanan mudik, Batagor Yunus bisa menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib dicoba.

Rasa yang konsisten selama lebih dari 50 tahun, bahan berkualitas, serta reputasi yang sudah dikenal luas membuat Batagor Yunus tetap menjadi salah satu ikon kuliner legendaris Kota Bandung.

Sekali mencoba, banyak orang yang akhirnya kembali lagi hanya untuk menikmati gurihnya batagor khas yang satu ini.

Mie Kocok Mang Nanang Legendaris Di Bandung, Kuliner Wajib Disinggahi Saat Mudik Lebaran

Mie Kocok Mang Nanang di Bandung jadi kuliner legendaris sejak 1991. Dari jualan keliling hingga ramai dikunjungi pemudik, resep kuah kaldu dan kikilnya tetap dipertahankan.
Mie Kocok Mang Nanang di Bandung jadi kuliner legendaris sejak 1991. Dari jualan keliling hingga ramai dikunjungi pemudik, resep kuah kaldu dan kikilnya tetap dipertahankan.

Mie Kocok Mang Nanang Legendaris Di Bandung, Kuliner Wajib Disinggahi Saat Mudik

JAKARTA -- Perjalanan mudik sering kali melelahkan, apalagi jika menempuh jarak jauh. Karena itu, banyak pemudik memilih singgah sejenak untuk beristirahat sambil menikmati kuliner khas daerah yang dilewati. Bagi pemudik yang melintasi Kota Bandung, ada satu tempat makan legendaris yang sering menjadi tujuan: Mie Kocok Mang Nanang Tea.

Warung mie kocok yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade ini dikenal luas oleh pecinta kuliner. Cita rasa kuah kaldu yang gurih serta kikil sapi yang lembut membuat banyak orang rela datang dari berbagai kota hanya untuk menikmati semangkuk mie kocok di tempat ini.

Berawal Dari Jualan Keliling Dengan Gerobak

Pemilik usaha, Nanang Supriyatna, menceritakan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai sejak tahun 1991. Pada masa itu, ia berjualan mie kocok dengan cara berkeliling menggunakan gerobak dorong.

Ia mengaku pernah menyusuri berbagai kawasan di Bandung untuk menjajakan dagangannya.

“Dulu saya keliling dari daerah Jampelah sampai Pasar Baru. Kadang ada pegawai kantor yang memanggil, saya dorong lagi gerobaknya ke kantor mereka,” ujar Nanang saat ditemui di Bandung.

Perjalanan tersebut tentu tidak mudah. Namun berkat kerja keras dan konsistensi menjaga kualitas rasa, usahanya perlahan berkembang. Dari sekadar berjualan keliling, kini Mie Kocok Mang Nanang memiliki tempat tetap yang ramai didatangi pelanggan setiap hari.

Resep Tidak Pernah Diubah

Salah satu rahasia utama yang membuat mie kocok ini tetap diminati adalah konsistensi dalam menjaga resep.

Nanang menegaskan bahwa sejak awal berdiri hingga sekarang, ia tidak pernah mengubah racikan dasar mie kocoknya.

Menurutnya, menjaga rasa jauh lebih penting daripada sekadar menekan biaya produksi.

“Kalau harga bahan naik, lebih baik harga jualnya sedikit disesuaikan daripada resepnya diubah,” katanya.

Keputusan itu terbukti tepat. Pelanggan tetap datang karena mereka mendapatkan rasa yang sama seperti yang mereka nikmati bertahun-tahun lalu.

Kuah Kaldu Dimasak Berjam-Jam

Ciri khas utama mie kocok ini terletak pada kuah kaldunya yang kaya rasa. Kuah tersebut dimasak menggunakan tulang sapi dan membutuhkan waktu cukup lama untuk menghasilkan rasa gurih yang kuat.

Nanang menjelaskan bahwa proses memasak kuah kaldu bisa memakan waktu sekitar empat jam.

Selain kuah, bahan lain yang sangat dijaga kualitasnya adalah kikil sapi. Teksturnya yang lembut dan kenyal menjadi daya tarik utama dalam setiap porsi mie kocok.

Penjualan Bisa Capai 1.200 Porsi

Popularitas Mie Kocok Mang Nanang terlihat dari jumlah penjualan setiap harinya. Pada hari biasa, gerai ini bisa menjual sekitar 600 porsi mie kocok.

Namun saat akhir pekan atau ketika jumlah pengunjung meningkat, penjualan dapat melonjak hingga sekitar 1.200 porsi bahkan lebih.

Kondisi tersebut menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap kuliner khas Bandung ini.

Pelanggan Datang Dari Berbagai Kota

Tidak hanya warga Bandung, banyak pelanggan yang datang dari luar kota untuk mencicipi mie kocok legendaris ini.

Nanang mengatakan pengunjung sering datang dari berbagai daerah seperti Bogor, Jakarta, hingga Cirebon.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Harga Masih Terjangkau

Meski terkenal dan selalu ramai, harga seporsi mie kocok di tempat ini masih terbilang cukup terjangkau.

Satu porsi mie kocok dibanderol sekitar Rp37.000 hingga Rp47.000, tergantung pilihan isi yang dipesan.

Harga tersebut dianggap sepadan dengan porsi, kualitas bahan, dan rasa yang ditawarkan.

Lokasi Strategis Untuk Tempat Istirahat Pemudik

Bagi pemudik yang ingin singgah, warung Mie Kocok Mang Nanang berada di Jalan Ternate No. 2, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Tempat ini biasanya buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIB.

Lokasinya yang berada di pusat kota membuatnya mudah dijangkau oleh pengendara yang ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Cabang Buka Hingga Malam Hari

Bagi pengunjung yang ingin menikmati mie kocok pada malam hari, tersedia cabang lain yang berlokasi di Jalan Jawa No. 32, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung.

Cabang tersebut buka lebih lama, yakni hingga sekitar 22.00 WIB setiap hari.

Dengan pilihan waktu yang lebih fleksibel, para pecinta kuliner tetap bisa menikmati mie kocok legendaris ini kapan saja.

Kuliner Yang Selalu Dirindukan

Bagi banyak orang, perjalanan mudik bukan hanya soal pulang ke kampung halaman. Ada juga momen menikmati kuliner khas daerah yang dilewati.

Mie Kocok Mang Nanang menjadi salah satu destinasi kuliner yang sering dirindukan para pelintas Bandung. Rasanya yang autentik dan sejarah panjangnya membuat tempat ini tetap bertahan di tengah banyaknya kuliner baru yang bermunculan.

Jika Anda melewati Bandung saat mudik atau liburan, menyempatkan diri menikmati semangkuk mie kocok hangat di tempat ini bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Minggu, 01 Maret 2026

Cap Go Meh 2026 di Singkawang Hadirkan Surga Kuliner Tradisional

Festival Kuliner Semarakkan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar.

Festival Kuliner Semarakkan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang

SINGKAWANG -- Festival Kuliner ikut memeriahkan rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang, Kalimantan Barat. Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Sejahtera dan Jalan Niaga ini berlangsung selama empat hari, mulai 28 Februari hingga 3 Maret 2026, menghadirkan aneka sajian khas daerah untuk masyarakat dan wisatawan.

Festival Kuliner Singkawang, Imlek 2026, Cap Go Meh menjadi magnet baru dalam agenda tahunan kota yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya tersebut. Puluhan pelaku UMKM dan usaha kuliner lokal memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan cita rasa khas Singkawang kepada ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menegaskan bahwa festival ini dirancang untuk menambah kemeriahan sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Beragam makanan dan minuman tradisional ditawarkan dengan harga terjangkau agar semua kalangan bisa menikmati suasana perayaan tanpa khawatir soal biaya.

Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)

Menurutnya, festival ini bukan sekadar tempat berburu kuliner, tetapi juga wadah memperkenalkan kekayaan gastronomi daerah. Pengunjung dapat menemukan hidangan khas Tionghoa, Melayu, hingga Dayak yang menjadi bagian dari identitas kuliner Singkawang. Keberagaman ini menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat citra kota sebagai pusat harmoni budaya.

Momentum Imlek dan Cap Go Meh yang setiap tahun menarik ribuan orang dinilai sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Sektor kuliner menjadi salah satu tulang punggung yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan bahwa kehadiran Festival Kuliner semakin melengkapi daya tarik kota sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner di Kalimantan Barat. Ia memastikan ketersediaan pusat kuliner selama perayaan berlangsung sehingga wisatawan tidak kesulitan mencari makanan, selain restoran dan rumah makan yang sudah ada.

Integrasi antara agenda budaya dan kegiatan ekonomi seperti festival kuliner diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan. Dengan begitu, dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal akan semakin besar dan berkelanjutan.

Ke depan, Festival Kuliner diharapkan terus berkembang sebagai agenda tahunan pendukung Imlek dan Cap Go Meh. Dengan konsep yang semakin matang, Singkawang berpotensi memperkuat posisinya sebagai kota wisata budaya dan kuliner unggulan di Kalimantan Barat.

Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)

FAQ Seputar Festival Kuliner Imlek dan Cap Go Meh 2026

Kapan Festival Kuliner berlangsung?
28 Februari hingga 3 Maret 2026.

Di mana lokasi kegiatan?
Di kawasan Jalan Sejahtera dan Jalan Niaga, Singkawang.

Apa saja yang ditawarkan?
Beragam makanan dan minuman khas Singkawang dan sekitarnya dengan harga terjangkau.

Apa tujuan utama festival ini?
Memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh sekaligus meningkatkan promosi kuliner serta perekonomian pelaku UMKM lokal.

Selasa, 13 Mei 2025

Wisata Kuliner Malam Murah di Bandung yang Wajib Dicoba!

Wisata Kuliner Malam Murah di Bandung yang Wajib Dicoba!
Wisata Kuliner Malam Murah di Bandung yang Wajib Dicoba! (Gambar ilustrasi)

WISATA KULINER - Bandung emang nggak pernah kehabisan pesona, apalagi kalau urusannya soal makanan. Dari pagi sampai malam, kota ini selalu punya kejutan kuliner yang siap memanjakan lidah dan dompet kamu. 

Nah, buat kamu yang suka jalan-jalan malam sambil cari makan enak dan murah, kuliner malam di Bandung adalah surga yang nggak boleh dilewatkan!

Di artikel ini, kita bakal bahas berbagai spot kuliner malam yang nggak cuma enak, tapi juga ramah di kantong. 

Cocok banget buat mahasiswa, pekerja, atau wisatawan yang pengen menikmati suasana malam Bandung sambil menyantap makanan lezat tanpa bikin kantong jebol.

1. Sudirman Street Day & Night Market

Kalau ngomongin kuliner malam, tempat ini wajib banget masuk daftar pertama. Sudirman Street Day & Night Market adalah surga street food di Bandung yang buka sampai malam hari. 

Di sini kamu bisa nemuin berbagai jenis makanan dari berbagai daerah, bahkan ada juga kuliner ala Korea, Jepang, dan Tiongkok.

Mulai dari sate, seblak, dimsum, sampai nasi goreng gila, semuanya ada. Enaknya kuliner di Bandung tuh, kamu bisa dapetin rasa yang lezat dengan harga yang bersahabat. 

Rata-rata harga makanan di sini mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 30.000 aja, lho!

Alamat: Jl. Jend. Sudirman No.107, Andir, Bandung
Jam buka: 10.00 – 22.00 WIB

2. Cibadak Culinary Night (CCN)

Cibadak Culinary Night atau yang biasa disingkat CCN ini udah jadi ikon kuliner malam di Bandung. Di sepanjang Jalan Cibadak, kamu bisa menyantap kuliner di Bandung yang legendaris, mulai dari mie ayam, bakso, bubur ayam, sampai seafood segar.

Yang bikin tempat ini menarik adalah suasananya yang khas tempo dulu, dengan lampu-lampu jalanan dan bangunan tua yang bikin suasana makin cozy. 

Harga makanannya juga bervariasi dan cenderung murah. Cocok buat kamu yang doyan ngemil sambil nongkrong rame-rame.

Alamat: Jl. Cibadak, Astanaanyar, Bandung
Jam buka: 18.00 – 00.00 WIB

3. Paskal Food Market

Mau suasana yang lebih modern tapi tetap affordable? Paskal Food Market jawabannya! Tempat ini punya lebih dari 100 tenant makanan yang menyajikan berbagai jenis kuliner dari lokal sampai internasional. 

Tempat duduknya luas, nyaman, dan cocok buat kumpul keluarga atau nongkrong bareng teman.

Di sini kamu bisa nemuin jajanan khas Bandung seperti batagor, siomay, sampai sate maranggi. Meski tempatnya kece, harga makanannya masih tergolong murah kok, mulai dari Rp 15.000-an.

Alamat: Jl. Pasirkaliki No.25-27, Cicendo, Bandung
Jam buka: 16.00 – 22.00 WIB

4. Roti Bakar Gempol

Kalau kamu pengen yang simpel tapi ngangenin, mampir aja ke Roti Bakar Gempol. Tempat ini terkenal dengan roti bakarnya yang empuk dan kaya topping. Cocok banget buat camilan malam hari sambil ngobrol santai.

Selain roti bakar, di sini juga ada bubur ayam dan kopi hitam yang bikin suasana malam makin hangat. Harganya? Mulai dari Rp 10.000-an aja!

Alamat: Jl. Gempol Wetan No.14, Bandung Wetan
Jam buka: 18.00 – 23.00 WIB

5. Warung Ceu Mar

Buat kamu yang kelaparan tengah malam dan butuh makanan berat, Warung Ceu Mar bisa jadi penyelamat. 

Warung ini buka 24 jam dan terkenal dengan nasi rames-nya yang super lengkap. Mulai dari ayam goreng, rendang, semur, sampai sambel pedas semua tersedia di sini.

Meski porsinya banyak, harga di Ceu Mar tetap ramah di kantong. Jadi, kamu bisa makan kenyang tanpa bikin dompet menjerit. 

Tempat ini juga jadi langganan supir ojek online, mahasiswa, sampai pekerja malam.

Alamat: Jl. Banceuy No.109, Braga, Bandung
Jam buka: 24 jam

6. Seblak Sultan

Ngomongin kuliner malam di Bandung rasanya nggak lengkap tanpa seblak. Salah satu seblak yang terkenal enak dan murah adalah Seblak Sultan. 

Dengan pilihan level pedas yang bisa disesuaikan dan topping melimpah seperti ceker, bakso, dan sosis, kamu dijamin puas!

Harga satu porsi seblak di sini mulai dari Rp 12.000 aja. Tempatnya memang sederhana, tapi rasa dan porsinya nggak kaleng-kaleng.

Alamat: Jl. Buah Batu No.154, Lengkong, Bandung
Jam buka: 16.00 – 22.00 WIB

7. Nasi Kalong

Nasi Kalong emang terkenal sebagai kuliner malam yang unik di Bandung. Sesuai namanya, warung ini buka malam hari dan menawarkan menu nasi hitam dengan berbagai lauk lezat seperti ayam madu, tempe mendoan, dan tumis buncis.

Cita rasa yang khas dan harga yang bersahabat bikin tempat ini selalu ramai, terutama oleh anak muda dan turis lokal. 

Enaknya kuliner di Bandung tuh, kamu bisa nemuin makanan yang kreatif kayak gini di hampir setiap sudut kota.

Alamat: Jl. R.E Martadinata (Riau) No.57, Bandung
Jam buka: 19.00 – 03.00 WIB

Kenapa Kuliner Malam di Bandung Selalu Jadi Favorit?

Bandung bukan cuma soal cuaca yang adem dan pemandangan yang indah, tapi juga soal makanan yang menggoda dan bervariasi. 

Menyantap kuliner di Bandung saat malam hari memberikan pengalaman yang berbeda, karena kamu bisa menikmati suasana kota yang lebih tenang sambil mencicipi makanan hangat dan lezat.

Selain itu, harga makanan malam di Bandung rata-rata jauh lebih murah dibanding kota besar lainnya, tapi rasa dan porsinya tetap juara. 

Ini jadi alasan kenapa banyak orang betah berburu makanan tengah malam di kota ini.

Tips Berburu Kuliner Malam di Bandung

Biar pengalaman kulineran kamu makin seru dan nggak zonk, simak beberapa tips berikut ini:

  1. Datang lebih awal, terutama ke tempat-tempat hits seperti Sudirman Street dan CCN, karena biasanya ramai banget.

  2. Siapkan uang cash secukupnya, karena beberapa penjual masih belum menerima pembayaran non-tunai.

  3. Ajak teman atau keluarga, biar kamu bisa pesan berbagai menu dan cobain semuanya bareng-bareng.

  4. Pilih tempat yang bersih dan ramai, sebagai indikator makanan enak dan aman.

  5. Bawa jaket, karena malam di Bandung bisa cukup dingin, apalagi kalau kamu nongkrong di tempat terbuka.

Itulah rekomendasi kuliner malam enak dan murah di Bandung yang bisa kamu coba kapan aja. Kota ini emang nggak pernah kehabisan ide soal makanan. 

Enaknya kuliner di Bandung tuh bukan cuma karena rasanya yang mantap, tapi juga karena harganya bersahabat dan tempatnya asyik buat nongkrong.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, ajak teman atau keluarga dan mulai menyantap kuliner di Bandung malam ini juga!