Mulai Tahun Depan, Beli Elpiji 3 Kg Wajib Pakai NIK: Hanya untuk Warga Desil 1-4
![]() |
| Warga membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi menggunakan NIK sebagai syarat baru. (Gambar ilustrasi) |
JAKARTA - Mulai tahun depan, pembelian gas elpiji 3 kilogram atau yang biasa disebut tabung melon wajib menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Aturan baru ini ditegaskan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Tujuannya jelas: agar subsidi elpiji tepat sasaran dan hanya dinikmati oleh masyarakat miskin. Pemerintah menetapkan bahwa yang berhak membeli hanyalah warga dalam kelompok desil 1 sampai 4, sementara desil 5 ke atas tidak lagi boleh membeli.
Bahlil menjelaskan, desil adalah pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 merupakan kelompok paling miskin, sedangkan desil 10 adalah kelompok paling sejahtera. Dengan sistem ini, pemerintah ingin memastikan subsidi energi benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang membutuhkan, bukan mereka yang sebenarnya mampu. “Kita sudah punya data NIK sesuai desil. Jadi tidak ada alasan lagi kalau subsidi salah sasaran,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/8/2025).
Kementerian ESDM bersama Pertamina juga memastikan sistem digitalisasi distribusi sudah siap. Nantinya, setiap pembelian elpiji 3 kg di pangkalan resmi akan diverifikasi menggunakan NIK yang terhubung ke sistem. Hanya warga yang masuk daftar penerima subsidi (desil 1–4) yang bisa dilayani. “Ini bagian dari program transformasi subsidi energi agar lebih adil. Subsidi harus untuk rakyat kecil, bukan yang mampu,” ujar Bahlil.
Kebijakan ini diprediksi akan berdampak besar pada pola konsumsi elpiji di masyarakat. Rumah tangga menengah atas yang selama ini ikut membeli tabung melon harus beralih ke elpiji nonsubsidi 5,5 kg atau 12 kg. Pemerintah berharap langkah ini juga bisa mengurangi beban subsidi energi negara yang terus membengkak setiap tahun. Ke depan, implementasi aturan akan dievaluasi secara bertahap untuk memastikan distribusi berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak di lapangan.



