Berita BorneoTribun hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Jumat, 24 April 2026

Ritual Erau Kutai Akan Digelar Tahun Ini, Upaya Jaga Identitas Generasi Muda

Pemkab Kutai Timur memastikan Ritual Erau Kutai tetap digelar tahun ini sebagai upaya menjaga budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Pemkab Kutai Timur memastikan Ritual Erau Kutai tetap digelar tahun ini sebagai upaya menjaga budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Kutim, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, tengah mematangkan persiapan pelaksanaan ritual adat Erau Kutai yang dijadwalkan berlangsung pada tahun ini. Tradisi tahunan tersebut dinilai penting sebagai sarana menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah pesatnya arus modernisasi.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyebutkan bahwa Erau Kutai merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Kutai yang secara rutin digelar setiap tahun dengan beragam kegiatan bernuansa adat dan seni tradisional.

Menurutnya, meski jadwal pasti masih dalam tahap pembahasan, pemerintah daerah memastikan rangkaian kegiatan Erau tetap akan dilaksanakan pada tahun ini.

Pemerintah daerah saat ini mempertimbangkan dua opsi waktu pelaksanaan. Erau Kutai kemungkinan digelar bersamaan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Kutai Timur pada Oktober, atau diselenggarakan secara terpisah sebagai agenda budaya tersendiri.

Keputusan tersebut akan diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kesiapan panitia.

Meski jadwal belum ditetapkan, sejumlah rangkaian kegiatan tradisional telah direncanakan, di antaranya:

  • Pelas Tanah

  • Pelas Pijak Tanah

  • Pelas Laut

  • Festival seni budaya Kutai

  • Pertandingan olahraga tradisional

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan nuansa adat yang kuat sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Erau Kutai, pemerintah daerah juga telah melakukan pengukuhan pemangku adat Kutai di wilayah Kutai Timur.

Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, disertai penyerahan Sabda Pandita Ratu dari Sultan Aji Muhammad Arifin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kelembagaan adat sekaligus memastikan keberlanjutan tradisi lintas generasi di tengah perubahan zaman.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menekankan bahwa pelaksanaan Erau Kutai tidak hanya bertujuan sebagai kegiatan seremonial semata. Tradisi ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah serta menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan leluhur.

Selain itu, pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan adat dan seni tradisional dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal.

Partisipasi aktif dari kalangan pelajar, komunitas seni, dan masyarakat umum diharapkan menjadi bagian penting dalam kesuksesan acara tersebut.

Pelaksanaan Erau Kutai juga diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.

Festival budaya berskala daerah seperti Erau dinilai mampu menarik kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan usaha kecil, sektor kuliner, hingga kerajinan tradisional.

Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta dan pelaku seni budaya, untuk mendukung penyelenggaraan Erau Kutai agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya peran pemangku adat dalam menjaga nilai-nilai budaya serta menjadi pengayom masyarakat.

Para pemangku adat diharapkan mampu menjalankan tugas secara konsisten, sekaligus menjadi penjaga tradisi agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Dengan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Erau Kutai diharapkan tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat citra Kutai Timur sebagai daerah yang kaya akan nilai budaya.

Badut Polisi Jadi Daya Tarik Edukasi Keselamatan Di SDN 47 Penanjung

Polisi Sahabat Anak di SDN 47 Penanjung menghadirkan edukasi lalu lintas dan anti bullying dengan metode interaktif, membuat siswa belajar keselamatan secara menyenangkan.
Polisi Sahabat Anak di SDN 47 Penanjung menghadirkan edukasi lalu lintas dan anti bullying dengan metode interaktif, membuat siswa belajar keselamatan secara menyenangkan.

SEKADAU - Kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar dasar kembali digencarkan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Sekadau. Kali ini, program Polisi Sahabat Anak digelar di SDN 47 Penanjung, Jumat (24/4/2026), dengan pendekatan kreatif yang memadukan pembelajaran dan hiburan.

Suasana sekolah sejak pagi tampak berbeda. Puluhan siswa terlihat antusias menyambut kedatangan anggota kepolisian yang hadir dengan konsep interaktif, termasuk personel yang mengenakan kostum badut polisi. Pendekatan ini sengaja dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang santai sekaligus memudahkan anak-anak memahami materi keselamatan di jalan raya.

Kegiatan dipandu oleh Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Sekadau, AIPDA Yuni Iswandi, yang menyampaikan berbagai materi dasar tentang keselamatan berlalu lintas. Para siswa dikenalkan pada fungsi rambu-rambu, tata cara menyeberang jalan dengan benar, hingga pentingnya penggunaan helm saat berkendara.

Menurut AIPDA Yuni Iswandi, metode komunikasi yang ramah dan menyenangkan terbukti efektif dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada anak-anak usia sekolah dasar.

Ia menjelaskan, pendekatan melalui permainan dan simbol visual seperti kostum badut mampu meningkatkan perhatian siswa sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat dalam jangka panjang.

Selain fokus pada keselamatan berlalu lintas, kegiatan ini juga memuat pesan penting terkait pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya sikap saling menghormati, tidak melakukan kekerasan verbal maupun fisik, serta berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang tua.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus. Pendekatan humanis dinilai mampu membangun citra positif institusi sekaligus memperkuat kesadaran sosial sejak usia dini.

Antusiasme siswa semakin terlihat saat sesi permainan edukatif dan tanya jawab digelar. Banyak siswa berpartisipasi aktif, menjawab pertanyaan, serta menunjukkan pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.

Satlantas Polres Sekadau berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran disiplin berlalu lintas sejak dini serta membentuk karakter anak yang peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain. Selain itu, edukasi anti-bullying diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Usai Kecelakaan Helikopter, Warga Dayak Taman Gelar Ritual Adat

Ritual adat Dayak Taman digelar pasca kecelakaan helikopter di Sekadau sebagai upaya memulihkan suasana kampung dan memperkuat solidaritas masyarakat.
Ritual adat Dayak Taman digelar pasca kecelakaan helikopter di Sekadau sebagai upaya memulihkan suasana kampung dan memperkuat solidaritas masyarakat.

SEKADAU - Suasana Kampung Hulu Peniti, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, tampak berbeda pada Jumat (24/4/2026). Warga berkumpul di halaman gereja kampung, bukan untuk acara biasa, melainkan menjalankan ritual adat yang diyakini mampu mengembalikan ketenangan setelah musibah kecelakaan helikopter beberapa waktu lalu.

Bagi masyarakat Dayak Taman, peristiwa kecelakaan udara yang melibatkan helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 registrasi PK-CFX bukan sekadar insiden teknis. Ada keyakinan bahwa musibah besar bisa memengaruhi keseimbangan kehidupan kampung, sehingga perlu dilakukan upaya pemulihan secara adat.

Itulah sebabnya ritual Mudas Buang Pamali Kampong digelar. Prosesi ini dipercaya sebagai cara membersihkan kampung dari hal-hal buruk sekaligus memohon perlindungan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan. Tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga aparat pemerintahan terlihat duduk berdampingan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca musibah bukan hanya urusan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Perwakilan kepolisian dari Polres Sekadau juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyampaikan bahwa pihaknya menghormati penuh pelaksanaan tradisi lokal tersebut.

Menurut Triyono, ritual adat seperti ini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

“Ritual adat ini menjadi bentuk doa bersama sekaligus cara masyarakat membersihkan kampung dari hal-hal yang dianggap membawa dampak buruk setelah musibah,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sejumlah sambutan dari unsur pemerintah kecamatan dan daerah. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada kepala desa sebagai bentuk apresiasi atas peran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kebersamaan.

Setelah rangkaian sambutan selesai, perhatian warga langsung tertuju pada prosesi adat. Tokoh adat memimpin jalannya ritual, sementara warga mengikuti dengan khidmat.

Momen tersebut terasa sakral bagi masyarakat setempat. Bagi mereka, ritual bukan sekadar simbol, melainkan cara menjaga hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi seperti Mudas Buang Pamali Kampong masih terus dijaga. Bagi masyarakat Dayak Taman, adat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pedoman dalam menghadapi berbagai peristiwa kehidupan.

Selain memulihkan kondisi spiritual, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk saling bertemu dan memperkuat solidaritas setelah musibah.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan instansi dalam kegiatan tersebut juga menjadi tanda dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Triyono menegaskan bahwa kepolisian akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang mengedepankan nilai kebersamaan dan menjaga stabilitas sosial.

“Nilai adat dan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat,” ujarnya.

RI-Prancis perkuat diplomasi budaya melalui pertemuan menteri

Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia dan Prancis memperkuat kemitraan strategis di bidang kebudayaan melalui pertemuan bilateral antara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard di Paris, Kamis (23/4).

Sebagaimana dilansir dari siaran resmi Kementerian Kebudayaan, pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari Deklarasi Bersama Strategi Kebudayaan atau Borobudur Declaration yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai kerangka kerja sama kedua negara.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan kerja sama kebudayaan Indonesia dan Prancis terus berkembang, terutama pada sektor warisan budaya, museum, industri budaya, dan transformasi digital.

Kedua negara juga menyaksikan penandatanganan dua perjanjian kerja sama, yaitu antara École du Louvre dan Indonesia Heritage Agency (IHA), serta antara Centre des Monuments Nationaux (CMN) dan InJourney.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memastikan implementasi kerja sama berjalan konkret dan berkelanjutan.

Ia menegaskan Indonesia mendorong kolaborasi yang menghasilkan program nyata dan berdampak langsung bagi ekosistem budaya kedua negara.

"Kerja sama Indonesia-Prancis di bidang kebudayaan harus berkembang secara konkret, resiprokal, dan berdampak jangka panjang," kata Fadli.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan kawasan Borobudur dan Prambanan, penguatan Museum Academy, serta penyelenggaraan pameran Indonesia di Guimet Museum.

Selain itu, kedua negara mendorong riset bersama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO) serta pelindungan warisan budaya yang terdampak perubahan iklim melalui kerangka ALIPH.

Pada sektor industri budaya, kolaborasi diperluas ke bidang film, musik, seni rupa, dan sastra.

Di bidang perfilman, kerja sama meliputi keberlanjutan Indonesia-France Film Lab, kolaborasi dengan La Fémis dan CNC, serta partisipasi dalam forum internasional seperti Cannes Film Festival, Critics’ Week, dan Annecy International Animation Film Festival.

Sementara di bidang sastra, kerja sama mencakup program Choix Goncourt Indonésie, Read Indonesia, serta kolaborasi dengan The Centre national du livre melalui program residensi dan festival sastra.

Kedua negara juga menyoroti pentingnya transformasi digital kebudayaan, termasuk pengelolaan data budaya, digitalisasi aset, dan pengembangan co-creation berbasis warisan budaya digital.

Pewarta : Farika Nur Khotimah/ANTARA

Korupsi Sewa Server Disdik Banjarmasin Rugikan Negara Rp5,08 Miliar

Kejari Banjarmasin menetapkan tersangka kasus korupsi sewa server Disdik yang merugikan negara Rp5,08 miliar dalam proyek digital sekolah dasar.
Kejari Banjarmasin menetapkan tersangka kasus korupsi sewa server Disdik yang merugikan negara Rp5,08 miliar dalam proyek digital sekolah dasar.

BANJARMASIN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sewa komputer server, aplikasi, dan jaringan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin. Nilai kerugian negara dalam perkara ini mencapai sekitar Rp5,08 miliar.

Tersangka berinisial TAN diketahui berperan sebagai pihak penyedia dalam proyek pengadaan sistem digital untuk sekolah dasar di Kota Banjarmasin.

“Yang bersangkutan merupakan penyedia dalam proyek tersebut,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Banjarmasin, Ardian Junaedi, Jumat.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh hasil audit resmi kerugian keuangan negara. Total anggaran proyek pengadaan layanan sewa server, jaringan, dan aplikasi periode 2021–2024 tercatat sebesar Rp6,5 miliar, dengan realisasi sekitar Rp5,42 miliar.

Namun hasil pemeriksaan menemukan adanya penyimpangan yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp5,08 miliar.

Ditemukan Penyimpangan Sistem Pengadaan

Dalam proses penyidikan, Kejari Banjarmasin mengungkap adanya sejumlah pelanggaran prosedur pengadaan barang dan jasa. Selain itu, implementasi proyek juga dinilai tidak sesuai dengan ketentuan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Sejumlah aplikasi yang disediakan dalam proyek tersebut juga dilaporkan tidak berfungsi secara optimal sebagaimana yang direncanakan.

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan pada program Sistem Absensi Digital berbasis Radio Frequency Identification (RFID) di tingkat sekolah dasar pada 2023.

Namun dari hasil penyelidikan, indikasi pelanggaran hukum tidak hanya terjadi pada program absensi, tetapi juga meluas ke pengadaan sewa server, aplikasi, dan jaringan sejak tahun 2021.

Pemeriksaan Puluhan Saksi

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sekitar 40 orang saksi untuk mendalami perkara tersebut. Kejari Banjarmasin juga membuka kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang ditetapkan sebagai tersangka apabila ditemukan minimal dua alat bukti yang sah,” tegas Ardian.

Tersangka TAN sendiri telah dilakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

359 Jemaah Haji Kalsel Berangkat, Gubernur Tekankan Pola Hidup Sehat

Gubernur Kalsel Muhidin mengimbau jemaah haji hindari minuman dingin di Tanah Suci demi menjaga kesehatan selama ibadah haji Embarkasi Banjarmasin.
Gubernur Kalsel Muhidin mengimbau jemaah haji hindari minuman dingin di Tanah Suci demi menjaga kesehatan selama ibadah haji Embarkasi Banjarmasin.

BANJARMASIN - Dalam rangka menjaga kondisi kesehatan jemaah calon haji, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin memberikan imbauan khusus agar para jemaah menghindari konsumsi air es maupun minuman dingin selama berada di Tanah Suci.

Imbauan tersebut disampaikan saat pelepasan kloter pertama Embarkasi Banjarmasin, Kamis malam. Menurutnya, kondisi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi sering membuat jemaah tergoda untuk mengonsumsi minuman dingin, namun hal tersebut justru berisiko terhadap kesehatan.

“Biasanya saat panas terik tergoda minum es, jangan sampai dikonsumsi karena rentan sakit tenggorokan hingga batuk, pilek, dan gangguan pencernaan,” ujarnya.

Muhidin menekankan bahwa jemaah sebaiknya hanya mengonsumsi air putih tanpa es serta menghindari minuman manis yang berpotensi memperburuk kondisi tubuh di tengah cuaca panas.

Ia menambahkan, kesehatan menjadi faktor kunci agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan optimal tanpa hambatan.

“Kalau kita sakit atau kurang fit, ibadah pasti terganggu dan tidak maksimal,” tegasnya.

Selain kepada jemaah, Gubernur juga memberikan pesan kepada tim medis pendamping agar lebih aktif dalam mengawasi kondisi kesehatan jamaah selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.

“Jika ada jamaah yang kurang memperhatikan kesehatan, harus segera ditegur. Dokter pendamping tidak hanya mendampingi, tetapi juga mengedukasi,” katanya.

Pada keberangkatan kloter pertama, sebanyak 359 jemaah diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-8101. Rombongan terdiri dari 148 laki-laki dan 211 perempuan yang berangkat pada Jumat dini hari.

Secara keseluruhan, Embarkasi Banjarmasin tahun ini memberangkatkan 19 kloter dengan total 6.758 jemaah. Rinciannya, 14 kloter berasal dari Kalimantan Selatan sebanyak 5.197 jemaah, dan 5 kloter dari Kalimantan Tengah sebanyak 1.561 jemaah.

Kubu Raya Cari Solusi Solar Bersubsidi Untuk Nelayan

Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mencari solusi atas polemik penyaluran solar bersubsidi bagi nelayan yang tak kunjung tuntas. Regulasi yang ketat dinilai menjadi penyebab utama sulitnya nelayan mengakses BBM subsidi tersebut.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan persoalan ini sudah berlangsung lama dan membutuhkan langkah konkret serta terobosan kebijakan. Pemkab tidak tinggal diam dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Ini persoalan serius yang harus kita atensi bersama. Kita sudah mengundang nelayan, dinas terkait, DPRD, TNI AL, hingga KKP untuk duduk bersama mencari jalan keluar,” ujar Sujiwo, Kamis (23/4/2026).

Sujiwo menjelaskan, secara prinsip solar bersubsidi merupakan hak nelayan. Namun dalam praktiknya, aturan dari pemerintah pusat cukup ketat. Regulasi BPH Migas dan Perpres membatasi penerima subsidi, terutama bagi nelayan yang masih menggunakan alat tangkap pukat trawl.

“Kalau tidak sesuai aturan, tentu kita juga berhadapan dengan hukum. Ini yang menjadi dilema,” katanya.

Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Kubu Raya mendorong nelayan beralih dari pukat trawl ke jaring hela dasar agar memenuhi syarat mendapat rekomendasi BBM subsidi. Hanya saja, perubahan alat tangkap itu memerlukan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Selain itu, Pemkab berencana menyampaikan persoalan ini ke pemerintah pusat agar regulasi ditinjau ulang, khususnya bagi nelayan kecil.

“Jangan sampai aturan justru memberatkan nelayan kecil. Kita akan terus perjuangkan ini,” tegas Sujiwo. (Jm)



Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Teddy Saat Tinjau Sekolah Rakyat Di Jakarta

Analis komunikasi politik menilai kunjungan Seskab Teddy ke Sekolah Rakyat di Jakarta sebagai contoh komunikasi publik efektif yang menunjukkan komitmen pemerintah pada pendidikan.
Analis komunikasi politik menilai kunjungan Seskab Teddy ke Sekolah Rakyat di Jakarta sebagai contoh komunikasi publik efektif yang menunjukkan komitmen pemerintah pada pendidikan.

JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai kunjungan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ke Sekolah Rakyat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, sebagai contoh pendekatan komunikasi publik yang efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Hendri, langkah pejabat yang memilih turun langsung ke lapangan memiliki nilai penting karena menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memahami persoalan nyata di masyarakat, khususnya terkait pendidikan bagi anak-anak yang tidak bersekolah.

Ia menilai, dalam praktik pemerintahan, banyak pihak yang mengetahui adanya masalah sosial, namun tidak semuanya bersedia melihat kondisi tersebut secara langsung.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dengan tujuan meninjau kesiapan Sekolah Rakyat serta melihat langsung kondisi calon siswa yang sebagian besar berasal dari kelompok keluarga kurang mampu.

Dalam pandangan Hendri, interaksi langsung antara pejabat dengan masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi calon siswa, merupakan bentuk komunikasi yang lebih bermakna dibandingkan penyampaian pidato panjang atau paparan data program.

Ia menilai pendekatan yang mengedepankan dialog langsung dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Selama kunjungan berlangsung, Teddy terlihat lebih banyak berdialog langsung dengan anak-anak tanpa menyampaikan pidato panjang. Ia juga memberikan pernyataan singkat berdasarkan hasil pengamatan di lokasi.

Pendekatan tersebut dinilai sebagai bentuk komunikasi yang jujur dan berorientasi pada tindakan nyata.

Menurut Hendri, pola komunikasi yang dimulai dari aksi di lapangan sebelum menyampaikan pernyataan publik menjadi salah satu pendekatan yang cukup jarang dilakukan, namun memiliki dampak positif bagi citra pemerintah.

Hendri juga menilai pola komunikasi seperti ini sejalan dengan upaya memperbaiki citra komunikasi pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menyebut, yang terpenting bukan seberapa sering pejabat tampil di media, melainkan seberapa besar kehadiran mereka dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Jika dilakukan secara konsisten, pendekatan tersebut diyakini dapat memperkuat kepercayaan publik secara alami tanpa harus didorong oleh narasi komunikasi yang berlebihan.

Dalam kunjungan tersebut, Teddy menyampaikan sambutan kepada calon siswa yang hadir dan menjelaskan bahwa fasilitas Sekolah Rakyat masih dalam tahap persiapan sebelum resmi beroperasi.

Lebih dari 70 calon siswa dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jakarta dan mayoritas berasal dari keluarga dalam kategori miskin ekstrem.

Sekolah Rakyat di Pejompongan saat ini menempati bangunan milik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan dipersiapkan untuk menampung siswa yang sebelumnya putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan.

FAQ

1. Siapa yang menilai kunjungan Seskab Teddy ke Sekolah Rakyat?
Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio memberikan penilaian terhadap kunjungan tersebut.

2. Apa tujuan kunjungan Seskab ke Sekolah Rakyat?
Untuk meninjau kesiapan fasilitas sekolah serta melihat langsung kondisi calon siswa yang akan belajar di sana.

3. Siapa saja yang ikut dalam kunjungan tersebut?
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

4. Siapa calon siswa Sekolah Rakyat?
Mayoritas berasal dari keluarga miskin ekstrem dan sebagian merupakan anak putus sekolah.

5. Di mana lokasi Sekolah Rakyat yang dikunjungi?
Di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Ringankan Beban Jemaah, Pemprov Kalbar Beri Bantuan Stimulus Haji Rp1,09 Miliar

Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Pontianak - Kalimantan Barat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan stimulus biaya lokal haji sebesar Rp1,09 miliar pada musim haji tahun ini. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya meringankan beban para jemaah, terutama untuk kebutuhan transportasi darat, akomodasi, hingga konsumsi selama proses keberangkatan dan pemulangan.

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1.090.850.000. Dana itu difokuskan untuk membantu berbagai kebutuhan jemaah sejak sebelum berangkat ke tanah suci hingga setelah kembali ke daerah asal.

Pada tahun ini, jumlah jemaah haji asal Kalimantan Barat tercatat sebanyak 1.858 orang. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.519 orang. Berkurangnya jumlah jemaah berdampak pada meningkatnya beban biaya yang harus ditanggung masing-masing peserta.

Melihat kondisi itu, Pemprov Kalbar mengambil langkah dengan memberikan stimulus pembiayaan lokal sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji.

Rincian bantuan yang diberikan meliputi transportasi darat dari asrama haji menuju bandara di Pontianak maupun Batam sebesar Rp784 juta. Selain itu, biaya akomodasi asrama haji sebesar Rp137,51 juta dan konsumsi jemaah di Asrama Haji Pontianak serta Batam senilai Rp169,34 juta.

Sementara itu, biaya transportasi udara rute Pontianak–Batam pulang pergi masih menjadi tanggungan jemaah. Hal tersebut disebabkan keterbatasan kemampuan APBD di tengah meningkatnya biaya layanan penerbangan akibat kenaikan harga avtur.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan akan terus mengoptimalkan dukungan pada komponen biaya yang masih memungkinkan untuk dibiayai melalui APBD, khususnya layanan darat, konsumsi, dan fasilitas asrama haji.

Langkah ini sejalan dengan amanat regulasi, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yang memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk membantu pembiayaan transportasi serta layanan lokal jemaah sesuai kemampuan fiskal masing-masing daerah.

Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Kalbar dalam memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lebih nyaman, aman, dan terfasilitasi dengan baik bagi seluruh jemaah asal Kalimantan Barat.

Lomba Masak Pansoh Meriahkan Naik Dango Ke-3

Foto: Memasak dalam bambu atau biasa disebut Pansoh wujud pelestarian tradisi kuliner khas

PONTIANAK - Tradisi masak pansoh kembali hadir dalam perayaan Naik Dango Ke-3 yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Kamis (23/4/2026). Memasak dengan bambu ini bukan sekadar menyajikan kuliner khas, tetapi juga membawa pesan tentang hubungan harmonis manusia dengan alam.

Dalam lomba tersebut, peserta memulai proses dengan mengambil bahan langsung dari lingkungan sekitar. Ikan segar diperoleh dari sungai, sedangkan bumbu alami diracik dari hasil hutan. Seluruh bahan dibersihkan, dicampur, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu sebagai wadah memasak.

Proses pemasakan dilakukan secara tradisional menggunakan bara api. Teknik warisan leluhur ini dulu biasa dipakai saat berladang atau berburu di hutan. Selain praktis, metode ini tidak membutuhkan peralatan modern karena semua kebutuhan tersedia dari alam.

Setelah dimasak sekitar satu jam, hidangan pansoh disajikan beralaskan daun simpur. Selain keaslian bumbu dan cita rasa, penataan hidangan juga menjadi salah satu aspek penilaian juri.

Juri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Noberta, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali tradisi kepada generasi muda.

“Melalui lomba ini kami mengajak generasi muda memahami cara hidup leluhur yang memanfaatkan alam secara bijak sekaligus menjaga kelestariannya,” ujar Noberta.

Ia menambahkan, masak pansoh mencerminkan keterkaitan hutan dan sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat. Bumbu berasal dari hutan, sedangkan ikan diperoleh dari sungai yang masih terjaga.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat perkotaan yang jarang bersentuhan dengan tradisi adat. Dengan praktik langsung, peserta dapat mengenal cara memasak alami yang bebas bahan kimia.

Masak pansoh dalam rangkaian Naik Dango tidak hanya melestarikan kuliner tradisional, tetapi juga memperkuat nilai pelestarian lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun. (Jm)