Semester I 2020, PBB Ungkap Investasi Asing Langsung Dunia Berkurang 50%

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Kamis, 29 Oktober 2020

Semester I 2020, PBB Ungkap Investasi Asing Langsung Dunia Berkurang 50%

Semester I 2020, PBB Ungkap Investasi Asing Langsung Dunia Berkurang 50%
James Zhan, Direktur Divisi Investasi dan Perusahaan dari badan PBB, UNCTAD, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, 5 Februari 2018 (Foto: REUTERS/Denis Balibouse)


BorneoTribun - Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (27/10), mengatakan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) global turun 49 persen pada paruh pertama tahun 2020 dari periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut akan semakin tajam, mencapai 40 persen pada tahun ini, didorong oleh kekhawatiran akan resesi yang dalam. 


Reuters melaporkan, badan PBB yang menangani isu perdagangan, investasi dan pembangunan, UNCTAD, dalam laporannya mengatakan arus FDI ke ekonomi Eropa berubah negatif untuk pertama kalinya, turun menjadi  minus $ 7 miliar dari $ 202 miliar. Arus ke Amerika Serikat turun 61 persen menjadi $ 51 miliar. 


FDI global turun menjadi $ 399 miliar karena perusahaan multinasional menunda investasi untuk menghemat uang.


“Arus FDI global untuk paruh pertama tahun ini turun hampir setengahnya ... Itu lebih drastis dari yang kami perkirakan sepanjang tahun,” kata James Zhan, Direktur Divisi Investasi dan Perusahaan UNCTAD.


Menurut Zhan, arus tersebut diperkirakan akan menurun 30-40 persen pada tahun ini dan pada level "cukup" pada 2021, sebesar 5-10 persen.


Angka tersebut mencakup merger dan akuisisi lintas batas, proyek investasi greenfield baru, dan kesepakatan pembiayaan proyek.


Laporan tersebut mengatakan negara-negara industri, yang biasanya menyumbang sekitar 80 persen dari transaksi global adalah pihak yang paling terpukul, dengan aliran turun menjadi $ 98 miliar. Level ini terakhir terjadi pada 1994.


Di antara penerima FDI utama pada tahun 2019, aliran menurun paling kuat terjadi di Italia, Amerika Serikat, Brasil, dan Australia. Sedangkan China, menurut Zhan, malah melawan arus. (VOA)

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.