Iklan Tutup X

Sabtu, 22 Mei 2021

Presiden Putin Ancam "Rontokkan Gigi" Pengecam Rusia

Ikuti kami:
Google
Presiden Putin Ancam "Rontokkan Gigi" Pengecam Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin

BorneoTribun Internasional -- Presiden Rusia Vladimir Putin Kamis (20/5) menuduh bahwa beberapa musuh asing negara itu bermimpi ‘menggigit’ sebagian wilayah negara itu yang luas. Ia memperingatkan bahwa Moskow akan "merontokkan gigi mereka" jika berani mencoba.

Dalam sambutan yang keras dalam pertemuan dengan para pejabat, presiden Rusia itu mencatat bahwa upaya asing untuk mengalahkan Rusia sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tanpa menyebut nama, Putin menuduh beberapa pengecam Rusia menyatakan adalah tidak adil menyimpan kekayaan alam yang melimpah untuk diri sendiri.

"Semua orang ingin menggigit kami atau mengambil sesuatu dari kami, tetapi mereka yang ingin melakukannya harus tahu bahwa kami akan mencabut gigi mereka sehingga mereka tidak bisa menggigit. Pembangunan militer adalah jaminannya," kata Putin.

Kremlin menjadikan modernisasi angkatan bersenjata negara itu sebagai prioritas utama di tengah ketegangan hubungan dengan Amerika dan sekutunya. Hubungan Rusia-Barat pada posisi terendah pasca-Perang Dingin setelah Rusia mencaplok Semenanjung Krimea di Ukraina pada 2014, selain tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika, serangan peretasan, dan masalah lain.

Putin mengklaim, Rusia kini memiliki kekuatan nuklir strategis paling modern dibandingkan kekuatan nuklir negara lain, mencakup senjata canggih seperti kendaraan luncur hipersonik Avangard. Ia mencatat, anggaran belanja pertahanan Rusia setara $42 miliar. Anggaran Pentagon di atas $700 miliar.[ka/jm]

Oleh: VOA
Google Logo Follow
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.