Masyarakat Singkawang diminta waspada penipuan aktivasi IKD

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan

Minggu, 10 November 2024

Masyarakat Singkawang diminta waspada penipuan aktivasi IKD

Masyarakat Singkawang diminta waspada penipuan aktivasi IKD
Masyarakat Singkawang diminta waspada penipuan aktivasi IKD. (ANTARA)
Singkawang - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), meminta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan mengatasnamakan staf Disdukcapil dengan meminta data pribadi melalui telpon/WhatsApp untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Mereka (penipu) mengirim pesan lewat WA (WhatsApp), bahkan menelpon langsung mengatasnamakan staf kami dan meminta data pribadi warga untuk aktivasi IKD,” kata Kepala Disdukcapil Singkawang Darnila di Singkawang, Minggu.

Dia mengingatkan pengaktifan IKD hanya bisa dilakukan di Kantor Dukcapil Kabupaten/Kota dan besar manfaatnya terkait keamanan data pribadi.

“Kami imbau kepada masyarakat, pengaktifan IKD hanya bisa dilakukan secara langsung ke Kantor Dukcapil kabupaten /kota di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Jadi, kata dia, tidak ada petugas Dukcapil manapun yang menghubungi masyarakat melalui telpon/WA terkait aktivasi IKD.

Dia menyebutkan modus tersebut tidak hanya terjadi di Singkawang, namun juga terjadi di kota lainnya seperti Pontianak, dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Pihaknya masih mendalami maksud dan tujuan penipuan, yang sejauh ini masih belum ditemukan korban yang mengalami kerugian secara materiil.

“Untuk tujuan mereka, kami masih mendalaminya. Alhamdulillah, warga kita sudah cerdas, jadi ketika mereka mendapat WA/telpon tersebut, mereka langsung lapor dan bertanya kepada kami (Disdukcapil),” ujarnya.

Dia juga menerangkan fungsi penting IKD yang memuat data KTP dalam sebuah aplikasi digital.

“KTP itu ada berbentuk fisik seperti yang kita pegang, satu lagi berbentuk digital yang tersimpan dalam aplikasi IKD," katanya.

Menurutnya, IKD tidak hanya menyimpan KTP pribadi saja, tapi juga memuat seluruh KTP dan data anggota keluarga yang tercantum dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Hal itu memudahkan masyarakat ketika KTP fisik mengalami permasalahan seperti hilang atau rusak.

Oleh : Narwati/ANTARA
Diterbitkan oleh: Ariffannur Romadon

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.