Pemprov Kalbar dan Untan bentuk Cagar Biosfer untuk Kelestarian SDA

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 01 November 2024

Pemprov Kalbar dan Untan bentuk Cagar Biosfer untuk Kelestarian SDA

Pemprov Kalbar dan Untan bentuk Cagar Biosfer untuk Kelestarian SDA
Pemprov Kalbar dan Untan bentuk Cagar Biosfer untuk Kelestarian SDA. (ANTARA)
Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) menggagas pembentukan Cagar Biosfer Nata Pandawa di wilayah Pulau Karimata, Palung, dan Mendawai sebagai upaya mendorong peningkatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Cagar biosfer ini dirancang untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan sumber daya alam sehingga dapat menjadi penghidupan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Dr. Ir. Farah Dibah, S.Hut., M.Si di Pontianak, Jumat.

Menurutnya, konsep cagar biosfer memungkinkan masyarakat memanfaatkan jasa lingkungan dan hasil hutan nonkayu tanpa perlu menebang pohon, yang pada akhirnya bisa menyejahterakan masyarakat sekaligus menjaga ekosistem.

"Cagar biosfer tidak merusak alam, justru bisa dimanfaatkan melalui hasil hutan seperti tanaman obat dan ekowisata, tanpa eksploitasi berlebih," jelas Farah.

Dia menambahkan bahwa kehadiran cagar biosfer tidak akan mengubah status penggunaan lahan yang sudah ada, termasuk kegiatan ekonomi seperti perkebunan sawit, namun justru meningkatkan nilai ekonomi konservasi dari produk yang dihasilkan.

"Produk-produk yang dihasilkan dari kawasan cagar biosfer akan mendapatkan branding value yang lebih tinggi karena nilainya sebagai hasil dari kawasan konservasi," tuturnya.

Di tempat yang sama, Pj. Gubernur Kalbar Harisson menyambut baik inisiatif tersebut, namun ia menegaskan bahwa cagar biosfer diharapkan tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dan tidak membebani masyarakat.

"Kami berharap langkah ini tidak menghambat pembangunan ekonomi, dan keputusan yang diambil tidak membebani masyarakat," katanya.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.