![]() |
| Asisten Sekda Buka Latihan Kader II dan LKK HMI di Ketapang. |
Ketapang — Mewakili Bupati Ketapang, Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Heryandi, M.Si., membuka secara resmi kegiatan Latihan Kader II dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Himpunan Mahasiswa Islam cabang Ketapang pada Jumat, 18 April 2025, di ruang rapat utama Kantor Bupati Ketapang.
Kegiatan ini digelar selama tujuh hari, mulai 19 hingga 25 April 2025, bertempat di Gedung Diklat BKPSDM Kabupaten Ketapang. Peserta berjumlah 30 orang, dengan rincian 19 peserta untuk Latihan Kader II dan 11 peserta untuk LKK. Para peserta berasal dari berbagai cabang HMI di wilayah Kalimantan Barat, termasuk dari cabang Pontianak, Sambas, Mempawah, Singkawang, serta cabang tuan rumah, Ketapang.
Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Memperkokoh Nilai Ke-Islaman dan Kebangsaan untuk Mencapai Tujuan Himpunan Mahasiswa Islam”. Melalui tema tersebut, HMI ingin menegaskan pentingnya membentuk kader yang tidak hanya unggul dari sisi intelektual, tetapi juga memiliki kedewasaan ideologis, kemampuan strategis, dan keteguhan dalam mengamalkan nilai-nilai Islam serta semangat kebangsaan.
Dalam sambutannya, Asisten Sekda yang membacakan sambutan Bupati menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini, generasi muda sebagai kader HMI diharapkan dapat:
-
menggali potensi diri;
-
mengembangkan kapasitas kepemimpinan;
-
meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi tantangan zaman;
-
serta mengaplikasikan bekal pelatihan di masyarakat sebagai kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan negara.
Acara pembukaan ditandai dengan penyerahan berkas Training S SIN dan penyematan tanda peserta Kohati kepada para peserta. Turut hadir dalam momen tersebut Koordinator Presi dan pengurus-pengurus HMI setempat.
Kegiatan semacam ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen HMI dalam menyiapkan kader-kader terbaik yang tidak hanya berkompetensi, tetapi juga memiliki kedalaman jiwa sosial dan keislaman, serta mampu menjadi problem solver di tengah dinamika sosial masa kini.
