Menekraf hadiri halalbihalal Apindo perkuat silaturahmi dan kolaborasi
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Selasa, 15 April 2025

Menekraf hadiri halalbihalal Apindo perkuat silaturahmi dan kolaborasi

Ikuti kami:
Google
Menekraf hadiri halalbihalal Apindo perkuat silaturahmi dan kolaborasi
Menekraf hadiri halalbihalal Apindo perkuat silaturahmi dan kolaborasi. (ANTARA)
Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri halalbihalal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk memperkuat silaturahmi sekaligus sebagai penjajakan kerja sama dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

“Apindo memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan pengusaha dan menciptakan lapangan kerja sebagai upaya aksi nyata perluasan tenaga kerja serta memperkuat kerja sama dan meningkatkan peran ekonomi kreatif," ujar Menekraf Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Selasa.

Dalam acara halalbihalal yang digelar di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta pada Senin (14/4), Menekraf Riefky mengatakan partisipasi dalam halalbihalal itu sebagai upaya untuk lebih mengenal Apindo dan menjajaki kolaborasi dengan pengusaha yang terdiri di dalamnya.

Menekraf Riefky juga menegaskan posisi Kemenekraf yang siap berkolaborasi dengan Apindo terlebih Apindo juga memiliki bidang ekonomi kreatif yang sejalan dengan prioritas pembangunan ekonomi kreatif nasional.

Menekraf Riefky menyebutkan potensi besar kerja sama antara Kemenekraf dengan Apindo di mana terdapat 17 subsektor ekraf dengan para pengusaha Apindo dari berbagai bidang. Menekraf percaya Apindo dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi kreatif.

"Momen ini dapat menjadikan ekonomi kreatif Indonesia sebagai the new engine of growth," kata Menekraf Riefky.

Sementara itu Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani berharap momen halalbihalal ini dapat memperkuat sinergi antara pengusaha dan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Dia optimistis kerja sama ini dapat menciptakan kebijakan yang pro-stability, pro-growth, dan pro-poor untuk menjaga sisi demand dengan melakukan collect more dan spending better pada kebijakan fiskal serta relaksasi moneter yang tepat.

"Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah wajib dilakukan," kata Shinta.

Dalam acara itu turut hadir Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Selain itu sejumlah duta besar negara-negara sahabat turut hadir.

Pewarta : Fitra Ashari/ANTARA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Ariffannur Romadon
Ariffannur Romadon
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.