Bengkayang - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bengkayang memperkuat kerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Bengkayang dalam upaya membangun sinergi lintas lembaga untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di wilayah perbatasan NKRI.
Kepala BNNK Bengkayang Wahyu Kurniawan di Bengkayang, Jumat, menekankan pentingnya kolaborasi antarinstitusi dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks.
Menurut dia, peran lembaga peradilan, termasuk pengadilan agama, sangat strategis dalam menyuarakan bahaya narkoba kepada masyarakat.
“Kami berharap PA Bengkayang dapat menjadi mitra strategis dalam menyuarakan bahaya narkoba, khususnya dalam konteks pembinaan keluarga dan generasi muda. Pencegahan harus dimulai dari akar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PA Bengkayang Miftahul Arwani menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut.
Ia menilai langkah BNNK sejalan dengan komitmen lembaga peradilan agama yang menjunjung tinggi integritas dan memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
“Ini merupakan langkah strategis sebagai wujud komitmen antar-lembaga negara untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan narkoba. PA Bengkayang tentu siap menjalin kerja sama yang baik,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan kerja sama ini berupa edukasi hukum, penyuluhan terpadu, serta kampanye antinarkoba yang menyasar pasangan muda ataupun keluarga yang sedang menjalani proses hukum di PA Bengkayang.
"Ini sebagai langkah awal yang positif untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, sekaligus memperkuat peran institusi hukum dan keagamaan dalam menjaga ketahanan sosial," ujarnya.
Sinergi antara BNN dan PA Bengkayang ini, menurut dia, diharapkan dapat mendukung program nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mewujudkan Indonesia bebas dari narkoba.
Oleh : Narwati/ANTARA