![]() |
| Proyektor LG CineBeam S 4K ultra short throw berukuran mini dengan desain ringkas dan tiga laser warna. |
JAKARTA - LG resmi memperkenalkan CineBeam S, proyektor 4K ultra short throw terbaru yang diklaim sebagai model terkecil mereka. Perangkat ini mampu memproyeksikan gambar hingga 100 inci hanya dari jarak 39 cm dari dinding. Diluncurkan untuk pasar Eropa pada September mendatang, CineBeam S dibanderol 1.299 euro atau sekitar Rp21 juta.
Dengan dimensi 110 × 160 × 160 mm dan bobot hanya 1,9 kg, CineBeam S lebih ringkas dibanding sebagian besar kompetitornya, termasuk Samsung Premiere 5. Proyektor ini dibekali tiga laser terpisah untuk warna merah, hijau, dan biru, sehingga warna yang dihasilkan lebih akurat. Meski begitu, tingkat kecerahan hanya 500 ANSI lumen, yang artinya ruangan gelap tetap jadi syarat utama untuk mendapatkan kualitas gambar optimal.
Dari sisi fitur, LG membekali CineBeam S dengan sistem operasi webOS, dukungan AirPlay 2 dan Screen Share, port HDMI dengan eARC, USB-C, serta speaker internal 4 watt dengan Dolby Atmos. Ada pula fitur 4K upscaler dan delapan preset warna untuk menyesuaikan proyeksi pada berbagai warna dinding. Meski tak memiliki baterai internal, proyektor ini menggunakan adaptor USB-C 65W yang disertakan dalam paket. Pengguna juga bisa mengatur ukuran dan posisi gambar tanpa perlu memindahkan unit, lengkap dengan autofokus dan keystone correction otomatis.
Peluncuran CineBeam S ini memperluas lini proyektor portabel LG yang semakin diminati pengguna rumahan, terutama di kalangan pecinta home theater dengan ruang terbatas. Dengan desain ringkas dan fitur modern, LG menargetkan perangkat ini sebagai alternatif TV besar yang lebih fleksibel. Para pengamat memperkirakan permintaan proyektor ultra short throw akan terus tumbuh, apalagi dengan tren hiburan rumahan yang masih tinggi pasca-pandemi.
