Jakarta - Skor kredit menjadi salah satu penentu reputasi finansial yang berdampak luas pada kehidupan ekonomi seseorang, mulai dari pengajuan pinjaman, pembelian rumah, hingga rekrutmen kerja di sektor tertentu.
Karena itu, menjaga skor kredit sejak dini dinilai penting bagi generasi muda, demikian Presiden Direktur Credit Bureau Indonesia (CBI), Anton Adiwibowo.
Anton menekankan skor kredit dapat rusak hanya karena kesalahan kecil, misalnya telat membayar pinjaman dalam jumlah kecil.
“Reputasi finansial bisa rusak hanya karena hal kecil, misalnya telat bayar Rp100 ribu. Riwayat itu akan tercatat dan bisa menutup banyak kesempatan,” katanya dalam konferensi pers peluncuran aplikasi SkorKu di Jakarta, Rabu.
Anton menjelaskan skor kredit yang buruk dapat membuat seseorang kesulitan mengakses pinjaman, dikenakan bunga tinggi, bahkan ditolak dalam proses perekrutan kerja di sektor tertentu. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu membangun reputasi keuangan secara bijak.
Ia memberikan sejumlah kiat, di antaranya mengambil pinjaman hanya sesuai kebutuhan dan mendahulukan pembayaran kewajiban sebelum pengeluaran lain.
“Ketika menerima pemasukan bulanan, bayar dulu pinjaman yang ada, sisanya baru digunakan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.
Guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat, CBI meluncurkan aplikasi digital SkorKu yang terintegrasi dengan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aplikasi ini dapat digunakan untuk memantau skor kredit, melaporkan penyalahgunaan data, sekaligus menyediakan konten edukasi keuangan.
Head Direct to Consumer SkorKu, Nora Asteria, menambahkan layanan tersebut diharapkan membantu masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga riwayat kredit. Dengan demikian, skor kredit dapat menjadi modal penting bagi terciptanya kebiasaan finansial yang sehat.
Pewarta : Ida Nurcahyani/ANTARA