Bupati Kubu Raya lepas 12 siswa ke Sekolah Rakyat

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Senin, 29 September 2025

Bupati Kubu Raya lepas 12 siswa ke Sekolah Rakyat

Pontianak - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, melepas keberangkatan 12 siswa asal Kabupaten Kubu Raya yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Perintis Provinsi Kalimantan Barat, bertempat di Balai Latihan Kerja Industri Kalbar, Pontianak.

"Anak-anak ini akan bergabung dengan siswa-siswa dari 13 kabupaten/kota lainnya. Total ada 90 siswa yang diterima, sementara Kabupaten Ketapang memiliki sekolah rakyat rintisan tersendiri dengan 100 siswa," kata kata Sujiwo di Sungai Raya, Senin.

Dia menjelaskan, sebanyak 12 siswa tersebut terdiri atas empat siswa SD, tiga siswa SMP, dan lima siswa SMA. Mereka berasal dari lima kecamatan, yakni Sungai Raya, Sungai Kakap, Terentang, Kuala Mandor B, dan Rasau Jaya.

Para siswa yang dilepas akan menjalani tahapan awal berupa pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, mulai Selasa (30/9) mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Bupati Sujiwo berharap program Sekolah Rakyat ini dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Sosial Kalbar, Raminuddin, menjelaskan persiapan sekolah rintisan ini dilakukan bersama Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis Wilayah Kalbar dan Kementerian Sosial.

"Secara keseluruhan bangunan sudah selesai. Beberapa kekurangan yang ada juga sudah diselesaikan," tuturnya.

Ia menambahkan MPLS serta pemeriksaan kesehatan gratis dijadwalkan pada 30 September. Sementara para calon siswa sudah mulai masuk asrama sejak 28–29 September.

Menurut Raminuddin, tenaga pendidik direkrut langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara daring. “Saat ini sudah ada 18 orang guru yang direkrut, ditambah satu kepala sekolah yang masih menunggu penetapan resmi,” katanya.

Adapun jumlah siswa yang diterima sebanyak 90 orang, terdiri atas 25 siswa SD, 20 siswa SMP, dan 45 siswa SMA. Proses seleksi dilakukan ketat dengan prioritas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Seleksi ini memang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2, sehingga benar-benar menyasar masyarakat tidak mampu,” jelas Raminuddin.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.