![]() |
| Bupati Landak Soroti Pendidikan Anak Usia Dini dan Stunting di Rakor Bunda PAUD se-Kalbar. |
LANDAK - Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yang digelar di Aula Pendopo Bupati Kapuas Hulu, Senin (15/09/2025). Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Bunda PAUD Provinsi Kalbar, Erlina Norsan, dan diikuti oleh seluruh Bunda PAUD dari kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Dalam kesempatan tersebut, isu pendidikan anak usia dini, peningkatan kualitas guru, hingga penanganan stunting menjadi fokus pembahasan.
Bupati Karolin menekankan pentingnya pembenahan di sektor pendidikan anak usia dini sebagai fondasi dasar perkembangan anak. Menurutnya, perhatian bukan hanya diberikan pada peserta didik, melainkan juga kualitas para tenaga pendidik yang memegang peran sentral dalam membentuk karakter anak sejak dini.
“Dalam rakor ini, ada beberapa hal penting yang menjadi perhatian para Bunda PAUD, terutama soal pendidikan anak usia dini dan para gurunya. Pembenahan harus terus dilakukan agar pendidikan kita semakin baik,” ujar Karolin.
Selain pendidikan, Karolin juga menyoroti isu stunting yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kalimantan Barat. Ia menegaskan, angka stunting di wilayah Kalbar relatif cukup tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain. Untuk itu, Pemkab Landak sedang menyiapkan langkah konkret berupa pembangunan fasilitas pemulihan gizi demi mendukung percepatan penanganan masalah gizi buruk tersebut.
“Di Kabupaten Landak sendiri, kami sedang mempersiapkan pembangunan fasilitas untuk pemulihan gizi. Ini sebagai bagian dari komitmen kami mendukung percepatan penanganan stunting,” ungkap Karolin.
Lebih lanjut, Karolin mengingatkan bahwa tantangan di sektor pendidikan dan stunting tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah semata. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi, tenaga pendidik, hingga peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar solusi yang diambil bisa berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Dengan bersama-sama tentu semua tantangan ini akan bisa kita carikan solusinya sehingga apa yang kita harapkan bisa tercapai,” tutupnya.
Rakor Bunda PAUD se-Kalbar ini diharapkan tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan mempercepat penanganan stunting. Ke depan, langkah konkret seperti pelatihan guru, penguatan kurikulum PAUD, hingga program gizi terpadu di setiap daerah akan sangat menentukan arah pembangunan sumber daya manusia Kalbar yang lebih baik.
