![]() |
| Dukungan Arab Mengalir Setelah Pengakuan Resmi Negara Palestina oleh Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal. |
JAKARTA - Isu Palestina kembali menjadi sorotan dunia setelah sejumlah negara Barat, termasuk Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal, secara resmi memberikan pengakuan resmi negara Palestina.
Langkah ini memicu gelombang sambutan positif dari berbagai negara Arab dan organisasi kawasan yang menilai keputusan tersebut sebagai momentum penting bagi perdamaian di Timur Tengah.
Arab Saudi: Komitmen untuk Perdamaian Dunia
Arab Saudi menjadi salah satu negara pertama yang merespons positif keputusan tersebut. Dalam pernyataannya, Riyadh menilai pengakuan itu sebagai bentuk dukungan nyata terhadap jalan perdamaian dan solusi dua negara yang selama ini didorong oleh resolusi sah PBB.
“Langkah ini menegaskan komitmen tulus negara-negara sahabat untuk mendukung perdamaian dan mendorong solusi dua negara,” ujar pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Kuwait: Dorong Negara Lain Ikut Mengakui Palestina
Tak ketinggalan, Kuwait juga menyampaikan apresiasinya. Menurut Kementerian Luar Negeri Kuwait, keputusan Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal akan membuka peluang lebih besar untuk tercapainya perdamaian di kawasan.
“Kami menekankan perlunya semua negara lain mengambil langkah serupa demi menjaga keamanan, stabilitas, dan kemakmuran kawasan,” tegas pemerintah Kuwait.
Pernyataan tersebut menunjukkan dorongan kuat agar lebih banyak negara mengikuti jejak yang sama dalam mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
Oman: Pentingnya Solusi Dua Negara
Oman pun turut menyambut baik langkah bersejarah itu. Muscat menilai pengakuan tersebut bukan hanya simbol politik, melainkan juga langkah penting menuju keamanan dan perdamaian regional.
“Mengakui negara Palestina berarti menjamin hak sah rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka mereka berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Oman.
Yordania: Puji Keputusan Australia
Raja Yordania Abdullah II bahkan secara langsung memuji keputusan Australia dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Anthony Albanese di New York.
Menurut Raja Abdullah II, pengakuan tersebut sejalan dengan meningkatnya dukungan internasional untuk mengakhiri pendudukan dan memberikan hak penuh kepada rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka.
GCC: Perkembangan Sejarah Penting
Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), organisasi yang menaungi enam negara Arab di kawasan Teluk, juga menyebut pengakuan ini sebagai “perkembangan sejarah yang penting” dalam upaya mencapai keadilan dan legitimasi internasional bagi rakyat Palestina.
Dukungan Dunia untuk Palestina Terus Menguat
Sebelumnya, pengakuan resmi ini diumumkan menjelang Sidang Umum PBB. Dengan bergabungnya Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal, kini hampir tiga perempat negara anggota PBB telah mengakui Palestina sebagai negara. Tahun lalu, Irlandia, Spanyol, dan Norwegia juga melakukan langkah serupa.
Tren ini menunjukkan semakin kuatnya dukungan internasional terhadap Palestina, yang selama puluhan tahun berjuang untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan penuh.
Harapan Baru bagi Perdamaian Timur Tengah
Keputusan negara-negara Barat ini diharapkan dapat membuka jalan bagi negosiasi yang lebih serius antara Palestina dan Israel.
Solusi dua negara dinilai sebagai opsi paling realistis untuk mengakhiri konflik panjang dan membawa stabilitas bagi kawasan Timur Tengah.
Dengan semakin banyaknya negara yang memberikan pengakuan resmi negara Palestina, harapan masyarakat dunia untuk melihat lahirnya negara Palestina yang berdaulat semakin nyata.
