![]() |
| DuRoBo Krono AI notebook dengan layar E-Ink 6,13 inci diperkenalkan di IFA 2025 Berlin. |
JAKARTA - DuRoBo resmi memperkenalkan perangkat terbarunya bernama Krono dalam ajang teknologi IFA 2025 di Berlin, Jerman, pada Sabtu (6/9/2025). Produk ini menjadi sorotan karena menghadirkan konsep AI-notebook, e-reader, dan audio player dalam satu perangkat. Dengan desain seukuran smartphone, Krono disebut sebagai “hub serbaguna” untuk membaca, mendengarkan musik atau podcast, hingga menulis catatan dengan bantuan kecerdasan buatan.
Perangkat ini hadir dengan layar E-Ink Carta 1200 berukuran 6,13 inci beresolusi 300 ppi, prosesor octa-core, RAM 6 GB, serta memori internal 128 GB. Daya tahan perangkat ditopang baterai berkapasitas 3.950 mAh. Fitur konektivitas yang tersedia meliputi Wi-Fi, Bluetooth, serta port USB-C. Selain itu, lampu latar yang bisa diatur intensitasnya membuat pengguna tetap nyaman membaca di kondisi terang maupun redup.
Salah satu daya tarik utama dari DuRoBo Krono adalah Spark, fitur berbasis AI yang memungkinkan pengguna merekam suara, lalu secara otomatis mengubahnya menjadi teks singkat lengkap dengan ringkasan. “Kami ingin menghadirkan perangkat portabel yang bukan hanya sekadar e-reader, tapi juga menjadi asisten pribadi untuk produktivitas sehari-hari,” ujar salah satu perwakilan DuRoBo saat konferensi pers di Berlin.
Tak hanya itu, Krono juga dilengkapi kontrol berupa roda putar (control wheel) yang memudahkan navigasi menu. Dukungan speaker bawaan serta konektivitas Bluetooth memberi keleluasaan untuk menikmati musik, podcast, dan audiobook langsung dari perangkat. Berkat sistem operasi Android 13, pengguna bisa memasang aplikasi tambahan melalui Google Play Store, membuatnya lebih fleksibel dibandingkan e-reader biasa.
Bagi yang berminat, DuRoBo Krono sudah bisa dipesan melalui platform Kickstarter dengan harga 280 euro (sekitar Rp4,6 juta). Pengiriman perdana ditargetkan berlangsung pada November 2025. Kehadiran Krono dinilai dapat menjadi opsi menarik bagi kalangan pelajar, profesional, hingga penulis yang membutuhkan perangkat portabel dengan fitur serbaguna. Jika penjualan awal sukses, tidak menutup kemungkinan Krono membuka jalan bagi tren baru di pasar perangkat baca dan catatan digital berbasis AI.
