Pontianak - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar) yang juga Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalbar Harisson mengajak masyarakat untuk melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari budaya sekaligus menjaga kesehatan dan kebugaran.
"Olahraga tradisional adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan. Dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan seperti jalan sehat, senam, permainan rakyat, atau olahraga khas daerah, kita tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga memperkuat identitas budaya Kalbar," kata Harisson saat melantik Pengurus KORMI Kota Pontianak masa bakti 2025–2029 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu.
Menurut Harisson, olahraga rekreasi, termasuk olahraga tradisional, memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kearifan lokal.
Ia menekankan bahwa olahraga tidak harus mahal, melainkan bisa dilakukan dengan cara sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Harisson menambahkan, KORMI Kalbar bersama KORMI Kota Pontianak berkomitmen menggelorakan semangat olahraga masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia Aktif dan Gerakan Pemuda Sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Pelantikan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja KORMI Kota Pontianak tersebut menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja organisasi. Harisson menekankan pentingnya program yang sehat, tertib administrasi, transparan, dan akuntabel.
Di tempat yang sama, Ketua KORMI Kota Pontianak Mohammad Kamal Reza yang baru saja dilantik menyatakan siap mengembangkan olahraga masyarakat sebagai gerakan bersama.
"Kami berkomitmen menjadikan KORMI Kota Pontianak aktif dan bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dalam mempererat persaudaraan dan kebahagiaan warga," tuturnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan dukungan pemerintah kota terhadap pengembangan olahraga masyarakat. Menurutnya, terdapat 18 induk olahraga (inorga) di bawah naungan KORMI Kota Pontianak dan jumlah tersebut diyakini akan terus bertambah.
"Pemerintah Kota Pontianak telah menyiapkan berbagai fasilitas olahraga, baik outdoor maupun indoor yang dapat digunakan masyarakat. Ruang publik yang kami bangun juga diarahkan untuk menunjang aktivitas olahraga sekaligus rekreasi," kata Edi.
Dengan semangat baru, KORMI Kota Pontianak masa bakti 2025–2029 diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, gembira, bahagia, sekaligus bangga dengan olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Kalimantan Barat.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA