Pontianak - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan Polri dengan memberikan pengetahuan tentang penanganan medis kritis, agar mampu menghadapi kondisi gawat darurat yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan penanganan.
"Pelatihan ini mengusung dua materi utama, yakni Basic Trauma and Cardiac Life Support (BT&CLS) atau dukungan hidup dasar untuk trauma dan jantung, serta Elektrokardiografi (EKG) untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung," kata Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Roma Hutajulu saat membuka pelatihan tersebut di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Senin.
Brigjen Pol Roma Hutajulu menegaskan pentingnya pelatihan medis bagi tenaga kesehatan Polri, terutama dalam menghadapi kondisi gawat darurat yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan penanganan.
"Dalam dunia medis, dikenal istilah golden hour, di mana setiap detik sangat menentukan peluang hidup seorang pasien. Kemampuan bertindak cepat, tepat, dan terukur adalah penentu antara keselamatan dan kehilangan nyawa yang harus selalu menjadi perhatian khusus," tuturnya.
Menurut Roma, pelatihan ini menjadi wujud komitmen Polri yang tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan kemanusiaan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan Polri perlu dibekali keterampilan maksimal agar mampu memberikan pertolongan optimal, baik kepada personel yang bertugas maupun masyarakat luas.
"BT&CLS fokus pada penanganan kegawatdaruratan trauma dan henti jantung secara sistematis. Sementara EKG memperkuat kapasitas deteksi dini gangguan irama dan kelainan jantung. Kedua kompetensi ini adalah fondasi keterampilan hidup yang wajib hukumnya dikuasai tenaga kesehatan," katanya.
Roma juga berpesan agar peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang diberikan, serta menjadikannya sebagai bekal berharga dalam menjalankan tugas.
"Ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini adalah amanah besar yang kelak menjadi penentu keselamatan orang lain," kata Roma.
Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Dr Bayu Suseno menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan profesionalisme dan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.
"Pelatihan ini menunjukkan komitmen Polda Kalbar dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan. Dengan kompetensi yang terasah, personel kesehatan kita akan semakin siap dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi darurat, sejalan dengan visi Polri yang humanis dan profesional," katanya.
Bayu berharap pelatihan berjalan lancar dan melahirkan tenaga kesehatan yang sigap, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dengan pelatihan ini Polda Kalbar menegaskan perannya tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan melalui kesiapan tenaga medis yang andal.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA