Prabowo Subianto Tegas Larang Anggota DPR Gerindra Lakukan Flexing

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Selasa, 09 September 2025

Prabowo Subianto Tegas Larang Anggota DPR Gerindra Lakukan Flexing

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan larangan bagi anggota DPR Fraksi Gerindra untuk tidak melakukan flexing atau pamer kekayaan berlebihan. Arahan itu disampaikan Prabowo saat mengumpulkan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra dan anggota DPR Fraksi Gerindra di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (8/9/2025) malam. Larangan ini muncul sebagai bentuk kepedulian Prabowo agar para kadernya bisa menjaga sikap dan tidak menimbulkan kesenjangan sosial di mata masyarakat.

Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Sugiono, menjelaskan bahwa Prabowo memberikan arahan secara tegas terkait gaya hidup para kader. Menurutnya, anggota DPR Gerindra harus berhati-hati dalam bersikap karena mereka membawa nama partai sekaligus mewakili rakyat di parlemen.

Prabowo Subianto Tegas Larang Anggota DPR Gerindra Lakukan Flexing
Prabowo Subianto Tegas Larang Anggota DPR Gerindra Lakukan Flexing. (Gambar ilustrasi)

“Pertama bahwa anggota Fraksi Partai Gerindra harus mawas diri, waspada menjaga ucapan, menjaga tingkah laku. Menjaga juga gaya hidup agar tidak berlebihan, tidak menyakiti masyarakat, dan bisa menjadi representasi yang baik,” kata Sugiono usai pertemuan.

Lebih lanjut, Sugiono mengutip pesan Prabowo yang meminta para kader untuk menghindari kebiasaan pamer harta yang kini populer dengan istilah flexing. “Itu saja pesannya, menjaga gaya hidup, terus kemudian menjaga tutur kata, menjaga ucapan, jangan sombong, jangan pamer. Apa istilahnya itu, flexing, nggak ada gunanya,” tegasnya.

Flexing sendiri merupakan istilah slang yang merujuk pada perilaku pamer kekayaan, pencapaian, atau gaya hidup mewah secara berlebihan. Biasanya perilaku ini muncul di media sosial dengan cara mengunggah foto jam tangan mahal, mobil mewah, liburan eksklusif, hingga koleksi barang branded. Meski terlihat sekadar hiburan, perilaku flexing kerap menuai kritik karena dianggap tidak peka dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih berjuang.

Larangan Prabowo ini juga sejalan dengan situasi politik saat ini, di mana citra wakil rakyat tengah menjadi sorotan publik. Beberapa kali muncul kasus anggota dewan dari berbagai partai yang dikritik warganet karena gaya hidup hedon dan pamer barang mewah di media sosial. Prabowo menekankan agar kader Gerindra tidak terjebak dalam perilaku serupa, demi menjaga kepercayaan rakyat dan menjaga nama baik partai.

Ke depan, arahan ini diperkirakan akan menjadi pedoman internal bagi Fraksi Gerindra dalam bersikap, terutama di ruang publik dan media sosial. Dengan menjaga gaya hidup sederhana, Gerindra berharap bisa lebih dekat dengan rakyat dan menghindari potensi kritik yang merugikan partai. Selain itu, langkah Prabowo ini juga bisa menjadi contoh bagi partai politik lain untuk menekankan kesederhanaan di kalangan elite politik.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.