Roberto De Zerbi: Mengalahkan PSG adalah mimpi besar saya

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 24 September 2025

Roberto De Zerbi: Mengalahkan PSG adalah mimpi besar saya

Jakarta - Pelatih Marseille Roberto De Zerbi mengatakan mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) adalah alasan terbesarnya datang ke Liga Prancis pada musim lalu.

“Ini salah satu hari terbaik sejak saya tiba di Marseille. Mengalahkan PSG adalah mimpi karena PSG tidak punya saingan,” kata De Zerbi setelah timnya menang 1-0 atas PSG dalam lanjutan Liga Prancis 2025/2026 bertajuk “La Classique” di Stadion Velodrome, Selasa WIB.

Ini adalah kemenangan pertama De Zerbi atas PSG setelah dua pertemuan pertamanya berakhir dengan kekalahan 0-3 dan 1-3.

Bagi Marseille, ini adalah kemenangan pertama mereka atas Les Parisiens di liga sejak September 2020, setelah sembilan laga sebelumnya berakhir dengan delapan kekalahan dan sekali seri.

Adapun gol kemenangan Marseille atas PSG tercipta berkat gol bunuh diri Marquinhos pada menit ke-5.

“Kita bermain dengan sangat baik. Babak pertama sangat bagus, dengan banyak tekanan,” kata pelatih asal Italia tersebut.

“Ini kemenangan yang pantas melawan tim yang mencetak gol seperti Milan asuhan Sacchi atau Barcelona asuhan Guardiola,” tambah dia.

Kemenangan ini untuk sementara mengantarkan Marseille ke posisi keenam dengan sembilan poin, sementara di sisi lain kekalahan ini membuat PSG turun ke peringkat dua karena digeser AS Moncao dengan 12 poin.

Pada pertandingan berikutnya, Marseille menghadapi tim peringkat keempat Strasbourg di Stadion de la Meinau Sabtu (27/9) pukul 01.45 WIB.

“Saya bukan pesulap, saya mempersiapkan para pemain sebaik mungkin. Kami merayakan kemenangan sambil menghormati lawan kami. Kita mungkin akan membicarakannya 10 atau 30 tahun lagi,” kata De Zerbi.

“Tapi besok, kami harus melupakan segalanya dan bersiap untuk pertandingan melawan Strasbourg yang berada di atas kami di klasemen. Jika kami mengalahkan Paris tetapi tiba di Strasbourg dengan sandal jepit, itu artinya kami belum siap,” tambah dia.

Oleh : Zaro Ezza Syachniar/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.