Video Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa di Solok Selatan Viral Lagi, Kejati Sumbar Buka Suara

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Sabtu, 06 September 2025

Video Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa di Solok Selatan Viral Lagi, Kejati Sumbar Buka Suara

Opini, Borneotribun.com - Sebuah video yang memperlihatkan dugaan perselingkuhan seorang oknum jaksa kembali viral di media sosial. Oknum tersebut disebut-sebut merupakan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok Selatan berinisial IRP. Video ini ramai diperbincangkan sejak seorang perempuan yang mengaku sebagai istri sah IRP, sebut saja Kasih, mengunggah keluhannya di Instagram pada Agustus 2024.

Kasih menyebut suaminya telah melakukan perselingkuhan dan penelantaran rumah tangga sejak 2023. Ia mengaku lelah menghadapi sikap IRP, sehingga melayangkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga Kejaksaan RI. Dalam surat dan unggahan di akun Instagram @feedgramindo, Kasih meminta perhatian khusus dari institusi terkait agar kasus rumah tangga yang dialaminya tidak diabaikan.

Video Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa di Solok Selatan Viral Lagi, Kejati Sumbar Buka Suara
Video Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa di Solok Selatan Viral Lagi, Kejati Sumbar Buka Suara.

Menanggapi viralnya kembali video tersebut, Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat, Efendri Eka Saputra, menjelaskan bahwa rekaman yang beredar bukanlah kasus baru. “Kejadiannya sekitar tahun 2019 atau 2020. Jaksa tersebut sudah dilaporkan ke Jaksa Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung pada tahun 2022 oleh istrinya, dan kasusnya sudah diproses,” ujar Efendri kepada wartawan, Rabu (20/8).

Efendri menegaskan, masyarakat diminta tidak salah paham dengan viralnya kembali video itu. Menurutnya, kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum jaksa Solok Selatan tersebut telah ditangani sesuai prosedur internal Kejaksaan RI. “Kami berharap publik tetap tenang. Informasi yang beredar harus dicek kebenarannya agar tidak menimbulkan kegaduhan baru,” tambahnya.

Fenomena viralnya ulang video ini menyoroti bagaimana persoalan pribadi pejabat publik bisa berdampak luas di masyarakat, terutama di era media sosial. Kasus ini juga membuka perbincangan lebih besar tentang integritas aparat hukum dan bagaimana institusi menegakkan aturan etik di internalnya. Hingga kini, Kejaksaan Agung belum memberikan pernyataan resmi terbaru, namun publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut atas kisruh rumah tangga yang menyeret nama IRP.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.