Pontianak - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di provinsi itu berjalan tepat sasaran.
"Program MBG merupakan salah satu program prioritas Pemprov Kalbar yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi berkelanjutan," kata Krisantus di Pontianak, Selasa.
Hal itu dia sampaikan saat melakukan monitoring pelaksanaan Program MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Akcaya 2 di Jalan Sulawesi Pontianak.
Dalam kunjungan itu, Krisantus didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar. Monitoring dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta seluruh pelaksana teknis agar program dapat berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik.
Menurut dia, MBG tidak hanya menyangkut pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi langkah strategis menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak usia sekolah.
SPPG Akcaya 2 sendiri menjadi salah satu lokasi percontohan pelaksanaan program MBG, dengan sasaran siswa dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah di wilayah sekitarnya.
Selama monitoring, Wagub berdialog dengan petugas layanan gizi untuk mendengarkan langsung masukan terkait proses penyediaan hingga distribusi makanan.
Ia menegaskan bahwa kualitas makanan, mulai dari dapur hingga penyajian, harus mencerminkan komitmen pemprov terhadap layanan makanan bergizi yang layak.
"Pastikan kualitas dan kuantitas makanan terjaga, sehingga manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh anak-anak dan orang tua," tuturnya.
Dia menegaskan, dengan kunjungan ini Pemprov Kalbar berharap pelaksanaan program MBG dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas menu, mekanisme distribusi, maupun edukasi gizi bagi peserta didik.
"Langkah ini juga diharapkan menjadi bagian penting dari upaya membangun generasi Kalbar yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," kata Krisantus.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA