Wamenkomdigi sebut verifikasi pembeda jurnalisme dengan konten AI

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 03 September 2025

Wamenkomdigi sebut verifikasi pembeda jurnalisme dengan konten AI

Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa disiplin verifikasi adalah garis pembeda utama antara jurnalisme profesional dengan konten yang diproduksi media sosial maupun konten buatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

“Verifikasi menjadi garis batas yang penting, menjadi demarkasi antara jurnalisme profesional dengan informasi yang dihasilkan media sosial secara amatir,” kata Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Nezar menyoroti realitas baru yang dihadirkan teknologi digital, termasuk deepfake dan konten sintetis yang semakin sulit dibedakan dari kenyataan.

“Kita memang masuk ke dalam fase hyper reality, satu realitas yang sebenarnya tidak pernah ada, tetapi dianggap sebagai kenyataan,” jelasnya.

Menurutnya, di tengah maraknya fenomena deepfake dan konten sintetis berbasis AI, peran pers semakin vital sebagai "oksigen demokrasi".

“Kemerdekaan pers adalah oksigen bagi demokrasi dan kehadirannya semakin penting di tengah disrupsi teknologi saat ini,” ucap Nezar.

Selain menekankan pentingnya verifikasi, Nezar juga mendorong penguatan jurnalisme solusi. Menurutnya, media perlu menghadirkan perspektif yang tidak hanya mengungkap masalah, tetapi juga memberi opsi jalan keluar bagi publik maupun pembuat kebijakan.

“Saya lebih cenderung menyebutnya sebagai jurnalisme solusi, yakni mengidentifikasi masalah sekaligus memberikan beragam perspektif untuk solusi yang dapat diambil,” tuturnya.

Adapun Nezar menyampaikan hal itu saat hadir dalam acara Peringatan HUT ke-27 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat. Dia menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi IJTI dalam memperjuangkan kebebasan pers sekaligus keselamatan jurnalis.

“Selamat ulang tahun ke-27 kepada IJTI dengan semangat yang menyala. Komitmen IJTI terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis tidak diragukan lagi. Semoga IJTI semakin jaya dan mampu memberikan cahaya bagi jurnalis televisi serta memperkuat industri penyiaran nasional,” ujar dia.

Oleh : Farhan Arda Nugraha/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.