OpenAI Rilis Aplikasi Sora, TikTok Versi AI untuk Berbagi Video Buatan Kecerdasan Buatan

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Minggu, 05 Oktober 2025

OpenAI Rilis Aplikasi Sora, TikTok Versi AI untuk Berbagi Video Buatan Kecerdasan Buatan

OpenAI Rilis Aplikasi Sora, TikTok Versi AI untuk Berbagi Video Buatan Kecerdasan Buatan
OpenAI Rilis Aplikasi Sora, TikTok Versi AI unt.uk Berbagi Video Buatan Kecerdasan Buatan

JAKARTA - OpenAI resmi meluncurkan aplikasi sosial baru bernama Sora, yang disebut-sebut sebagai versi “TikTok berbasis AI”. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat dan membagikan video pendek hasil buatan kecerdasan buatan (AI) dengan teman atau publik. Sora sudah tersedia untuk perangkat iOS, sementara versi Android dikabarkan akan menyusul dalam waktu dekat.

Aplikasi ini berjalan di atas model generatif terbaru Sora 2, yang juga dirilis hari ini. Model AI tersebut kini mampu menyinkronkan audio dan video secara realistis, termasuk mengatur dialog dan gerak bibir, serta memodelkan fisika dunia nyata dengan lebih akurat. Dengan kata lain, hasil videonya tidak lagi terasa seperti animasi kasar, melainkan tampak alami dan sinematik.

Cara kerja Sora juga dibuat sangat sederhana. Pengguna cukup mengetikkan teks prompt atau mengunggah gambar (tanpa wajah manusia), lalu AI akan menghasilkan video 10 detik berdasarkan input tersebut. Setelah itu, pengguna bisa menambahkan diri mereka sendiri ke dalam klip lewat fitur “Cameo”, yang memungkinkan wajah pengguna diintegrasikan secara realistis ke dalam video. Untuk alasan keamanan, OpenAI mewajibkan verifikasi identitas sehingga tidak ada yang bisa menyamar menjadi orang lain.

OpenAI Rilis Aplikasi Sora, TikTok Versi AI untuk Berbagi Video Buatan Kecerdasan Buatan
OpenAI Rilis Aplikasi Sora, TikTok Versi AI untuk Berbagi Video Buatan Kecerdasan Buatan.

Selain itu, Sora menawarkan fitur kolaborasi yang menarik. Pengguna dapat memberikan izin kepada teman mereka untuk menggunakan foto pribadi dalam proyek video bersama. Jika seseorang membuat video kolaboratif, sistem akan secara otomatis mengirimkan notifikasi ke semua pihak terkait. Mereka dapat memilih untuk menyetujui atau menghapus video sebelum dipublikasikan.

Tak hanya itu, setiap video yang dibuat bisa diatur menjadi publik atau privat. Pengguna lain juga bisa membuat “remix” dari video yang sudah diunggah, misalnya dengan mengubah teks prompt atau menambahkan cameo baru. Sistem ini mirip dengan fitur duet atau remix di TikTok, namun sepenuhnya berbasis pada kreativitas AI.

Untuk saat ini, akses ke Sora masih terbatas melalui undangan. Hanya pengguna yang mendapat invitation code dari OpenAI atau dari pengguna lain yang sudah lebih dulu mencoba aplikasinya yang bisa mendaftar. Perusahaan menyebut, prioritas akses diberikan kepada pengguna aktif model Sora original serta pelanggan berbayar OpenAI Pro. Setelah itu, akses akan diperluas ke pengguna paket Plus dan Team, sebelum akhirnya dibuka untuk publik secara penuh.

Peluncuran Sora ini menjadi langkah besar OpenAI dalam menggabungkan AI generatif dan media sosial interaktif. Dengan tren video pendek yang terus naik, Sora berpotensi menjadi platform baru bagi kreator konten digital untuk mengekspresikan ide mereka tanpa perlu kemampuan teknis tinggi. Namun, di sisi lain, muncul pula kekhawatiran soal penyalahgunaan identitas dan disinformasi visual. OpenAI mengklaim sudah menyiapkan sistem deteksi wajah dan watermark digital untuk menghindari manipulasi konten berbahaya.

Sora diperkirakan akan menjadi salah satu produk terobosan AI paling populer tahun ini, menyaingi inovasi seperti ChatGPT dan DALL·E. Banyak pihak menyebut ini sebagai awal dari era baru “AI entertainment”, di mana siapa pun bisa menjadi pembuat film hanya dengan mengetik ide dalam beberapa kalimat.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.