![]() |
| Polisi Grebek Pengedar Sabu di Desa Pak Mayam: 11 Paket Sabu Disita, Warga Akhirnya Bisa Bernapas Lega! |
LANDAK - Upaya kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Landak kembali membuahkan hasil. Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Landak sukses membongkar jaringan pengedar sabu di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, pada Jumat siang lalu (3/10/2025).
Aksi ini berawal dari laporan masyarakat yang resah melihat aktivitas mencurigakan di kawasan Dusun Pak Mayam. Tak ingin menunggu lama, petugas Satresnarkoba langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan di lapangan.
Sekitar pukul 12.00 WIB, seorang pria berinisial H alias O akhirnya diringkus di rumahnya yang berlokasi di RT 002 RW 001, Desa Pak Mayam. Saat penggeledahan dilakukan, polisi menemukan berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan bahwa pria tersebut terlibat dalam bisnis haram ini.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita 11 paket sabu siap edar, satu botol kaca warna hitam, dua timbangan digital, dua alat hisap sabu, serta uang tunai sekitar Rp550 ribu yang diduga hasil penjualan. Selain itu, petugas juga menemukan plastik klip kosong, pipet es, sendok takar, korek api, dan ponsel Vivo Y20 yang digunakan pelaku untuk berkomunikasi dengan pembeli.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Ps. Kasat Resnarkoba Iptu Rinto, S.Sos., S.H., menyampaikan apresiasinya kepada warga yang berani melapor. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara masyarakat dan aparat kepolisian.
“Kami berterima kasih kepada warga yang sudah memberikan informasi. Pelaku ini memang sudah lama kami pantau karena diduga kuat menjadi pengedar aktif di Desa Pak Mayam. Barang bukti yang kami temukan cukup banyak, menunjukkan bahwa pelaku bukan hanya pengguna, tapi juga pengedar,” ujar Iptu Rinto.
![]() |
| Polisi Grebek Pengedar Sabu di Desa Pak Mayam: 11 Paket Sabu Disita, Warga Akhirnya Bisa Bernapas Lega!. |
Ia menegaskan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan dan melakukan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan di atasnya. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, warga sekitar merasa lega dengan tertangkapnya pelaku. Mereka berharap langkah tegas ini terus dilakukan agar lingkungan mereka bisa terbebas dari pengaruh narkoba.
“Kami sudah lama curiga, tapi takut melapor. Sekarang kami sangat bersyukur polisi cepat bertindak,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara masyarakat dan aparat hukum sangat penting dalam memerangi peredaran narkoba. Harapannya, Desa Pak Mayam bisa kembali menjadi lingkungan yang aman dan sehat tanpa bayang-bayang narkotika.

