![]() |
| Selfie Luar Angkasa Tianwen-2 Tampilkan Bumi dari Jarak 43 Juta Kilometer. |
JAKARTA - Sebuah momen luar biasa terjadi di luar angkasa ketika wahana antariksa China, Tianwen-2, berhasil mengambil foto selfie dengan latar belakang Bumi yang tampak jelas dari jarak sekitar 43 juta kilometer. Foto ini diambil saat Tianwen-2 sedang dalam perjalanan menuju asteroid Kamooalewa, menggunakan kamera yang dipasang di lengan robotiknya.
Dalam gambar tersebut, Bumi terlihat sebagai titik biru bercahaya dengan formasi awan yang masih dapat dikenali, meskipun jaraknya sudah lebih dari seperempat jarak antara Bumi dan Matahari. Untuk perbandingan, jarak Bumi ke Matahari adalah sekitar 150 juta kilometer, artinya Tianwen-2 berada di posisi sekitar sepertiga jarak itu. Foto ini sekaligus menandai tahap penting dalam perjalanan panjang misi luar angkasa China yang semakin ambisius.
Menurut laporan dari media China, Tianwen-2 kini sudah mencapai setengah perjalanan menuju asteroid Kamooalewa, salah satu dari hanya tujuh kvasisatellite atau “kvasisatellite” Bumi yang dikenal para ilmuwan. Sebelum melanjutkan ke tahap utama, wahana ini telah berhasil melewati serangkaian uji orbit dan pemeriksaan sistem elektroniknya. Selain itu, perangkat untuk pengambilan sampel juga telah berhasil diuji dan dikonfirmasi siap digunakan.
Misi Tianwen-2 dijadwalkan tiba di asteroid Kamooalewa pada Juli 2026. Setelah tiba, wahana ini akan melakukan pemetaan detail permukaan asteroid serta mengumpulkan sampel batuan dan debu. Jika semua berjalan sesuai rencana, material yang dikumpulkan akan dikirim kembali ke Bumi melalui kapsul khusus pada tahun 2027. Menariknya, misi ini tidak berhenti di sana. Setelah menyelesaikan tahap pertama, Tianwen-2 akan melanjutkan perjalanan menuju objek misterius lain bernama 311P/PANSTARRS, yang ditemukan pada 2013 dan dikenal karena memiliki enam ekor seperti komet. Target kedua ini diharapkan dapat dicapai pada Januari 2035, menjadikannya salah satu misi eksplorasi terpanjang dalam sejarah China.
Langkah ini memperlihatkan keseriusan China dalam memperkuat posisinya di kancah eksplorasi ruang angkasa global. Negeri tersebut terus memperluas cakupan misinya secara mandiri, tanpa bergantung pada kerja sama dengan badan luar angkasa lain seperti NASA atau ESA. Sebelumnya, China telah sukses mengirimkan dan mengembalikan sampel tanah Bulan melalui misi Chang’e-5 dan Chang’e-6. Selain itu, pada 2021, misi Tianwen-1 berhasil menempatkan wahana orbit, pendarat, dan rover di permukaan Mars, menjadikan China negara kedua setelah Amerika Serikat yang mampu melakukan operasi kompleks tersebut.
Keberhasilan selfie Tianwen-2 di ruang angkasa bukan sekadar pencapaian visual, tetapi juga simbol kemampuan teknologi canggih China dalam navigasi, komunikasi jarak jauh, dan operasi robotik antariksa. Dengan serangkaian misi yang terus berlanjut, para ahli menilai bahwa China kini berada di jalur cepat untuk menjadi kekuatan besar di bidang eksplorasi tata surya.
