Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan peran strategis para delegasi dari negara-negara ASEAN yang hadir dalam 60th Meeting of the ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN-COCI) dalam memperkuat kerja sama di bidang budaya, informasi, dan media.
“Lebih dari empat dekade telah berlalu, ASEAN-COCI telah berkembang menjadi salah satu pilar terpenting dalam memperkuat people-to-people connection, kolaborasi budaya, pertukaran informasi, dan berbagi identitas bersama ASEAN di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Fadli dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.
Ia menekankan bahwa ASEAN-COCI telah menjadi pilar penting dalam memperkuat konektivitas antar masyarakat di kawasan melalui berbagai platform, mulai dari forum, kunjungan studi, pertukaran budaya, produksi kolaboratif, hingga pengembangan kapasitas.
ASEAN-COCI menyediakan wadah strategis bagi para seniman, pelajar, praktisi, dan pakar budaya untuk berbagai pengetahuan, kreativitas, dan inovasi.
Pertemuan ASEAN-COCI yang digelar pada 24–28 November 2025 ini menghadirkan rangkaian kegiatan ASEAN-COCI 2025 Jubilee Fiesta yang merayakan kontribusi komite selama hampir lima dekade, termasuk forum, pameran memorabilia, dan Kompetisi Foto.
Menbud menambahkan, populasi anak muda yang diproyeksikan mencapai puncaknya dengan lebih dari 220 juta jiwa, hal ini menurutnya sebuah reservoir kreativitas, energi, dan talenta bagi pengembangan budaya dan informasi, sekaligus menentukan bagaimana ASEAN dipersepsikan, baik di kawasan maupun di dunia.
Ia juga menyoroti kolaborasi terbaru yang tengah dilakukan negara-negara ASEAN dalam pengajuan nominasi multinasional kebaya ke Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO yang melibatkan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
Ia menilai kolaborasi ini menjadi bukti bagaimana warisan budaya dapat menghubungkan setiap negara di ASEAN.
Semoga kolaborasi ini akan menginspirasi lebih banyak nominasi bersama di masa mendatang dan semakin memperkuat komitmen kolektif kita terhadap pelestarian warisan,” jelas Menbud Fadli.
Dalam gelaran forum ini, acara penyambutan para delegasi dimeriahkan oleh pertunjukan lighting show dan tampilan tari Zapin Indonesia.
Pertunjukan ini merepresentasikan keberagaman serta semangat keterbukaan warisan budaya negara-negara ASEAN, sekaligus menjadi momentum Indonesia dalam menampilkan keragaman serta kekayaan budaya Nusantara di hadapan para delegasi.
Pewarta : Sinta Ambarwati/ANTARA